Wisata Bukit Condong di Inhil Riau Menyuguhkan Keindahan Sunrise dan Sunset

Wisata Bukit Condong di Inhil Riau Menyuguhkan Keindahan Sunrise dan Sunset

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Rombongan Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan dan awak media saat menikmati suasa pagi di Puncak 1 Bukit Condong, Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, Inhil, Riau, Minggu (26/9/2021) 

 
Wisata Bukit Condong di Inhil Riau Menyuguhkan Keindahan Sunrise dan Sunset


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM--Selama ini Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dikenal sebagai negeri di atas air yang berada di Pesisir Timur Pulau Sumatera dengan julukan Negeri Seribu Parit.


Inhil dikenal sebagai daerah pasang surut yang Memiliki beberapa sungai besar yang membelah daratan Inhil dengan ribuan parit untuk areal perkebunan kelapa terluas di dunia.


Namun bila mengarah ke arah selatan Inhil yang tidak begitu diketahui, bahwa Inhil juga memiliki daerah perbukitan yang menjadi bagian kawasan penyangga dan kawasan inti Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT).


Hampir 20.000 Hektare (ha) wilayah Inhil menjadi bagian kawasan inti Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) menjadi wilayah kerja Resor Keritang.

Baca juga: Kembali Dibuka, Istana Siak Mulai Ramai Didatangi Wisatawan


Kawasan inti ini seluruhnya berada di Kecamatan Kemuning meliputi Desa Keritang, Desa Batu Ampar dan Kelurahan Selensen. 


Di lokasi inilah terdapat bukit yang memiliki pemandangan indah dan menjadi destinasi wisata andalan Kabupaten Inhil saat ini, yaitu, Bukit Condong.


Bukit ini merupakan bagian dari kawasan TNBT yang terletak di Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.


Areal bukit ini berbatasan langsung dengan Wilayah Jambi, sehingga sebagian areanya berada di wilayah Provinsi Riau dan sebagian lagi berada di wilayah Provinsi Jambi. 


Bukit Condong berada di kawasan Penyangga dan kawasan inti TNBT yang memiliki kekayaan nuftah keanekaragaman hayati yang merupakan puncak tertinggi dantara puluhan bukit dan pematang disekitarnya, atau berada 450 meter diatas permukaan laut (MDPL).

Baca juga: Taekwondo Riau Kirim 10 Atlet ke PON XX 2021 Papua, Target Raih Medali Emas


Ratusan hektar hutan alam yang tumbuh di gugusan Bukit Condong terbakar pada tahun 2018-2019 sehingga menyebabkan terjadi penggundulan hingga ke puncak bukit. 


Akibat kebakaran tersebut menyebabkan kawasan perbukitan menjadi hamparan semak-semak yang membuat lepas mata memandang ke berbagai arah. 


Pada tahun 2020 bukit ini pun mulai ramai didatangi para petualang dan pendaki lokal untuk menaiki kawasan Bukit Condong dan menikmati keindahan alamnya.


Camping Ground di Bukit Condong


Selain menyimpan keanekaragaman hayati hutan hujan tropis dataran rendah, kawasan ini merupakan rumah bagi berbagai satwa liar yang dilindungi. Tapir, Siamang (Ungko), Burung Kuau, Simpai dan beberapa jenis satwa lainnya hidup dialam bebas TNBT.


Menunggu datangnya matahari tenggelam (sunset) dan matahari terbit (sunrise) merupakan kegiatan yang sangat ditunggu di bukit ini, disamping pemandangan kabut awan menyelimuti bukit pada subuh hari dan juga sore hari menjadi spot photo yang paling dinanti-nantikan.


Oleh karena itu para wisatawan atau pendaki sangat disarankan untuk bermalam di Camping Ground Bukit Condong Selensen yang telah disiapkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, Budaya (Disparporabud) Inhil.


Camping Ground di Bukit Condong Kawasan Penyangga TNBT Resor Keritang Kabupaten Inhil berada diketinggian sekitar 130 mdpl.


Camping Ground ini menjadi titik awal jika ingin menuju puncak tertinggi dari gugusan Bukit Condong yang berada di ketinggian 450 mdpl. 

Baca juga: Dinilai Berjasa di Bidang Pertanian, Bupati Kabupaten Kampar Peroleh Lencana Emas Adhi Bhakti


Untuk mencapai puncak tertinggi yaitu puncak 9, para pendaki harus melewati sekitar 11 bukit yang memiliki ketinggian bervariasi mulai dari puncak 1.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved