Dua Pemuda Riau Manfaatkan AC Jadi Pemanas Air

Dua Pemuda Riau Manfaatkan AC Jadi Pemanas Air. Sehingga AC tersebut memiliki dua fungsi, sebagai pendingin ruangan dan pemanas air

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Attakaatsur Akbar (kiri) dan Bima Puryatama Putra (kanan) memperlihatkan produk buatanya. 

Dua Pemuda Riau Manfaatkan AC Jadi Pemanas Air

 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-- Jika mendengar produk AC atau Air Conditioner sudah barang tentu ini merupakan alat yang digunakan sebagai pendingin ruangan.

Namun, alat ini justru bisa memiliki fungsi lain. Bukan hanya sebagai penyejuk ruangan namun bisa berfungsi sebagai pemanas air.

Tentu saja AC rumahan yang kerap digunakan harus dimodifikasi. Hal inilah yang dilakukan oleh dua pemuda asal Riau bernama M. Attakaatsur Akbar dan Bima Puryatama Putra.


Dari tangan terampil keduanya mampu   menciptakan alat pemanas air dari suhu panas pembuangan AC. Langkah ini tentu membuatnya lebih hemat dan murah jika dibandingkan harus membeli produk khusus pemanas air.

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Riau 28 September 2021, Bertambah 89 Kasus

Baca juga: 35 Ribu Peserta Didik di Kota Pekanbaru Belum Dapat Suntik Vaksin Covid-19

Disamping itu, modifikasi yang mereka lakulan juga sama sekali tidak mengganggu kinerja AC sebagai pendingin ruangan.

Mereka berdua menjalani bisnis pembuatan alat pemanas air tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Kini, produk buatannya tidak hanya digunakan di hotel, rumah sakit maupun rumah tangga di Pekanbaru, tapi juga sudah menjajal ke berbagai daerah di nusantara.


Tentunya kita pernah melihat adanya alat yang dipasang di atas atap hotel, rumah sakit, maupun rumah mewah, berbentuk baterai besar, bulat dan sedikit memanjang, yang merupakan alat untuk memanaskan air, yang menggunakan serapan tenaga surya dan listrik.


Namun, pemanas air yang diciptakan pemuda asal Riau ini hanya memanfaatkan pemanas suhu pembuangan AC, yang sehari-hari dimanfaatkan masyarakat, tanpa ada tambahan penggunaan listrik, sehingga tetap hemat.


"Kami menciptakan alat pemanas air rumah tanpa listrik, jadi sistem yang kita manfaatkan adalah AC rumah tangga. Bisa dibilang kami satu-satunya produk lokal yang produksi alat pemanas air ini di Riau, yang kami beri nama KIAN, singkatan dari Karya Inovasi Anak Negeri," kata Attakaatsur Akbar saat berbincang dengan tribunpekanbaruWiKI.com, Selasa (28/9/2021).


Dikatakan Akbar, dengan memanfaatkan hawa panas pembuangan AC, tabung produksi KIAN akan menyerap suhu panas tersebut, melalui konduktor yang disediakan. Air yang ada di dalam tabung tersebut akan menjadi panas.


"Di dalam kompresor itu kan ada kuningan panas. Kita hanya mengawinkan besi kuningan dalam kompresor dengan unit tabung pemanasan air. Kemudian masuk air biasa dan akan jadi panas, karena hawa panas kita serap. Itu sama sekali tak pengaruhi kinerja AC, justru makin bagus, karena kami membantu mengeluarkan suhu panas tersebut untuk dialihkan ke dalam tabung pemanas air," ujar alumni Unisula Semarang ini, yang baru menyelesaikan studinya tahun 2018 lalu.


Hebatnya lagi, untuk memanaskan air tersebut hanya butuh 3 jam menghidupkan AC, sembari itu mesin pemanas air akan bekerja. Setelah 3 jam tersebut, maka air akan mampu panas selama 2 hari.


"Kita di rumah bisa dibilang hampir setiap hari menggunakan AC. Atau setidaknya pada malam hari, dan itu waktunya kebanyakan lebih dari 3 jam. Jadi hanya sambilan menghidupkan AC saja di rumah. Setelah panas, maka suhunya bisa bertahan selama dua hari," ulasnya.


Diakui Akbar, produk tersebut memang bukan pertama kali dan bukan pihaknya yang menciptakan lebih awal. Namun pihaknya mencoba mempelajari, kemudian melakukan riset, dan memodifikasi sehingga menghasilkan sebuah produk baru.


"Kami buat dua jenis produk, yang pertama sistem solar, seperti produk kebanyakan, itu untuk mengincar pasar skala besar misalnya hotel, rumah sakit, perkantoran dan lainnya, kemudian untuk rumah tangga, yang sistem AC murni, itu kita incar segmen rumah tangga," imbuhnya. 


Walau produk lokal, namun dikatakan Akbar pihaknya berani bersaing dalam hal kualitas maupun harga. Pihaknya juga memberikan garansi selama 10 tahun, jika terjadi kerusakan atau kebocoran. 


"Kalau untuk harga, kita mulai dari Rp 6 juta saja, kebetulan saat ini lagi promo, dan itu sudah sekaligus dengan biaya instalasi instalasinya. Sedangkan untuk system solar atau tipe 150 liter, yang biasa dijual Rp 20 juta keatas, kami jual hanya dengan Rp 15 juta," jelasnya. 


Bagi masyarakat yang ingin tahu lebih lanjut atau membeli produk tersebut, dikatakan Akbar bisa melalui contact person 082172170346 atau follow akun instagram @kian_waterheater.

 

---

(tribunpekanbaru.com/Alexander)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved