Baru Berusia 6 Tahun, Inilah Desa Muntai Barat yang Akan Dikunjungi Presiden Jokowi

Baru Berusia 6 Tahun, Desa Muntai Barat yang Akan Dikunjungi Presiden Jokowi di Desa ini orang nomor 1 di Indonesia ini akan menanam mangrove

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Siti Nurbaya Bakar berkunjung ke Pantai Raja Kecik Desa Muntai Kecamatan Bantan, Minggu (26/9/2021) 

"Memang penanaman mangrove ini butuh waktu untuk tumbuh dan bisa mengatasi abrasi. Namun dengan penanaman berbentuk bibit perlu adanya pemecah gelombang di sana agar ombak tidak mengenai bibit yang kita tanam," terangnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya akan sampaikan kepada presiden untuk membantu penambahan pemecah gelombang di daerah Pantai Desa Muntai Barat. "Mudah mudahan presiden mau mengakomodir ini," terangnya.

Selain itu Solihin juga punya pesan lain yang akan disampaikan kepada presiden. Karena saat kunjungan presiden besok jika hasil PCRnya negatif dia kemungkinan berkesempatan berdiskusi dengan presiden.

Menurut dia, ada hal yang ingin disampaikan pihaknya kepada Joko Widodi yang merupakan harapan masyarakat setempat. hal tersebut yakni berharap melalui presiden wilayah Muntai bisa ditetapkan menjadi wilayah pos lintas batas negara.

"Pos lintas batas negara ini ditetapkan harus melalui Intruksi Presiden. Mudah mudahan kalau jadi disampaikan kepada presiden, ini bisa terwujud," tambahnya.

Menurut dia, kawasan Muntai sangat strategis, karena jarak dengan negara Malaysia tepatnya daerah Johor tidak begitu jauh. Bahkan bisa terlihat dari ujung jembatan Raja Kecik daratan Malaysia.

Baca juga: Kreatif, Adri Adnan Warga Bengkalis Sulap Tempurung Kelapa Jadi Kerajinan Unik

Muntai Barat Titik Nol Bersejarah

Nama Pantai di Desa Muntai Barat yang akan dikunjungi presinden Joko Widodo besok ternyata bukan sembarang pemberian nama saja. Ternyata ada cerita dibalik penamaan pantai tersebut sebagai pantai Raja Kecik.

Ini diceritakan Solihin kepada tribunpekanbaru.com usai dirinya tes swab PCR untuk kepentingan kunjungan presiden besok. Menurut dia, nama Raja Kecik yang merupakan pendiri Kerajaan Siak Sengaja disematkan di pantai Muntai ini.

Pasalnya Daerah Muntai tepatnya pesisir pantai inilah, tempat Raja Kecik menyusun pasukan untuk menyerang kerjaan Johor Malaysia waktu itu.

"Raja Kecik ini merupakan anak dari sultan Johor, karena kematinya sultan Johor Mahmud Syah II, Raja Kecik Waktu itu dilarikan ibunya kekerajaan Pagaruyung. Setelah dewasa dan memiliki kemampuan berperang Raja Kecik menyerang kerajaan Johor melalui Desa Muntai untuk merebut kekuasaan kerjaaan tersebut," cerita Solihin.

Hasilnya Raja Kecik berhasil meraih kemenangan dan dinomatkan kembali tahtah kerajaan Johor kepadanya. Namun masa kepemipinan Raja Kecik di Johor tidak lama, kemudian Raja Kecik memilih kembali ke Muntai dan membuat kerajaan baru di Buatan Siak.

"Kerajaan baru inilah yang kita kenal sekarang dengan kerajaan Siak Sri Indrapura. Atas dasar sejarah inilah kita namakan pantai wisata kita dengan nama Pantai Raja Kecik," terangnya.

Jembatan Raja Kecik yang dibangun hampir satu kilometer mengarah ke laut berujung di batu pemecah gelombang. Diujung sana sangat jelas jika dalam keadaan cerah untuk melihat gunung ledang Malaysia.

Menurut Solihin pada masa lalu bahkan cerita orang tua di Desa Muntai jarak Johor dengan Muntai sangat dekat. Bahkan bisa ditempuh hanya dengan perahu layar.

"Makanya banyak orang Muntai yang tinggal dan menetap di sana. Bahkan nama daerahnya antara di sini dan di sana sama. Kampung di sini namanya kampung jawa, kalau mengarah dan berlayar lurus ke Malaysia kita akan sampai juga di kampung jawa daerah Johor Malaysia," tandasnya.

Baca juga: 25 Pasar Desa di Bengkalis Akan Dibangun dan Direnovasi, Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa

Baca juga: Pria Asal Bengkalis Riau Lamar Wanita Bulukumba dengan 2 Keping Bitcoin Bernilai Rp 1,6 M


--
(tribunpekanbaru.com/ Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1576 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved