Lokasi IPAL di Pekanbaru Bisa Jadi Tempat Wisata Edukasi

Lokasi IPAL di Pekanbaru Bisa Jadi Tempat Wisata Edukasi jika nantinya proyek ini telah rampung

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang
Satu kedai nasi berada dekat aktvitas galian IPAL di Jalan Dagang, Kota Pekanbaru. Aktivitas galian mengganggu aktivitas usaha di sekitarnya 

Lokasi IPAL di Pekanbaru Bisa Jadi Tempat Wisata Edukasi


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-- Tempat atau lokasi pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kota Pekanbaru selain tempat pengolahan air limbah juga bisa menjadi destinasi wisata baru nantinya bagi warga Kota Pekanbaru.

Saat ini, IPAL Kota Pekanbaru (WasteWater Treatment Plant Pekanbaru) yang dibangun
menggunakan teknologi FBAS (Fixed Bed Biofilm Activated Sludge) masih dalam tahap pengerjaan dan proses kegiatannya 13,37 persen.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Riau, Yenni Mulyadi didampingi PPK Sanitasi, Taufik Hidayat dan Ketua Tim Direksi Teknis, Rifky Ichsan mengatakan, pembangunan IPAL Kota Pekanbaru bertujuan untuk penanganan air limbah domestik akibat dari padatnya penduduk dan aktivitas perekonomian sehingga kualitas lingkungan dapat terjaga sebagai warisan untuk generasi masa depan anak cucu kita.

"Lokasi IPAL ini berada di Kecamatan Tenayan Raya dengan luas lahan 1 hektar dan berada di pinggir sungai siak," ujar Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Riau, Yenni Mulyadi didampingi PPK Sanitasi, Taufik Hidayat dan Ketua Tim Direksi Teknis, Rifky Ichsan kepada awak media, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Besok Presiden Jokowi ke Riau, Tanam Mangrove di Desa Muntai Barat Bengkalis 

Tempat pengolahan IPAL itu nantinya tambah Yenni, akan tertata rapi dan terlihat asri sehingga nantinya bisa dijadikan destinasi wisata edukasi. "Apalagi nanti diatas tempat pengolahan limbah itu ditanami berbagai tumbuhan," ucapnya.

Dijelaskan Yenni, kegiatan ini merupakan program dari Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Pengembangan Sistem PLP Provinsi Riau Direktorat Jendral Cipta Karya melalui Program Metropolitan Sanitation Management Investment Project (MSMIP) Kota Pekanbaru, atau dengan kata lain Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALD-T).

"Pekerjaan ini merupakan sistem pengolahan air limbah domestik, dari rumah-rumah warga secara kolektif (jaringan perpipaan), ke sub sistem pengolahan terpusat (IPAL), untuk diolah sebelum dibuang ke badan air permukaan (sungai)," ungkap Yenni.

Fokus utama program pembangunan ini, mendukung program pemerintah Kota Pekanbaru, dalam rangka mengurangi pencemaran air tanah dari limbah domestik, yang semakin mengkhawatirkan. Ini seiring dengan bertambahnya pemukiman penduduk di Kota Pekanbaru.

"Manfaat jangka panjangnya penggalian ini, akan terpenuhinya ketersedian sanitasi yang bersih, dan tersedianya sumber air tanah yang layak konsumsi, yang pada akhirnya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat," terang Yenni.

Baca juga: Taekwondo Riau Kirim 10 Atlet ke PON XX 2021 Papua, Target Raih Medali Emas

Lebih jauh Yenni juga memaparkan, pembangunan jaringan IPAL di Pekanbaru terbagi 4 bagian. Pertama adalah SC-1, pengerjaan sudah 90,54 persen. Target selesai pekerjaan akhir 2021. Kedua adalah SC-2. Progres pekerjaan sudah 83,46 persen. "Untuk paket ketiga pembangunan jaringan IPAL adalah NC. Progres pengerjaan baru 18,83 persen. Dan keempat adalah B1 yang progres pengerjaannya baru 13,37 persen," terangnya.

Pembangunan perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru Area Selatan (SC-1) meliputi pengadaan dan pemasangan pipa air limbah PVC Diameter 150 mm, 200 mm, 250 mm, 300 mm, dan 400 mm, total sepanjang ±18.222 m, berikut aksesorisnya. Kemudian pengadaan dan pemasangan pipa air limbah RCP Diameter 450 mm dan 600 mm, total sepanjang ±1.465 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan Manhole Pemeliharaan, pengadaan dan Pemasangan 1.000 unit Sambungan Rumah dan pembongkaran dan Perbaikan kembali jalan aspal.

Pembangunan Perpipaan Air Limbah Kota Pekanbaru Area Selatan (SC-2), meliputi pengadaan dan pemasangan pipa air limbah PVC Diameter 150 mm, 200 mm, 250 mm, dan 400 mm, total sepanjang ±16.584 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan pipa air limbah RCP Diameter 600 mm dan 800 mm, total sepanjang ±753 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan Manhole Pemeliharaan. Pembongkaran dan Perbaikan kembali jalan aspal," ujarnya.

Selanjutnya, tambah Yenni, pembangunan Pekanbaru Sewerage and Transfer System Package NC (AIF) meliputi pengadaan dan pemasangan pipa air limbah PVC Diameter 150 mm, 200 mm, 250 mm, 300 mm, dan 400 mm, total sepanjang ±9.516 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan pipa air limbah RCP Diameter 450 mm, 600 mm, 800 mm, dan 1.000 mm total sepanjang ±5.633 m, berikut aksesorisnya. Pengadaan dan Pemasangan Manhole Pemeliharaan. Pembangunan Stasiun Pompa, termasuk pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal 5. Pembongkaran dan Perbaikan kembali jalan aspal.

Baca juga: Anggota HIPMI Riau Diminta Bisa Bersaing di Tingkat Global

"Terakhir, untuk Pekanbaru Waste Water Treatment Plant (WWTP) Package B1 (OCR) meliputi, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Bangunan Pendukung. Teknologi Pengolahan Fixed Bed Biofilm Activated Sludge (FBAS) dan beberapa alternatifnya. Kapasitas Pengolahan 8,1 MLD ≈ 8.100 m3/hari. Format Konstruksi Design and Build, total rencana panjang pipa yang akan dibangun  ±52 km," ucap Yenni.

Proses Pembangunan Jaringan Perpipaan Air Limbah di Kota Pekanbaru, kini sudah dikerjakan di beberapa ruas jalan, khususnya di Kecamatan Sukajadi. Pekerjaan dilakukan dengan pemasangan pipa di bawah tanah pada kedalaman 3–9 meter, sehingga diperlukan penggalian tanah pada ruas jalan. Di lokasi pekerjaan pada pagar pengaman dipasang lampu penerangan, untuk memberikan tanda kepada pengendara lalu lintas di malam hari lokasi pekerjaan IPAL Pekanbaru.

Akhir akhir ini curah hujan tinggi. Hal ini merupakan tantangan tersendiri pihak kontraktor. Di samping tetap bekerja, harus tetap berupaya akses masyarakat tidak terganggu, dengan adanya longsor tanah hasil galian yang belum diaspal ataupun jika ada genangan air. Begitu juga pada saat cuaca terik, potensi debu yang banyak, dilakukan penyiraman secara periodik .

"Ini merupakan bentuk upaya tanggung jawab kontraktor, untuk meminimalkan terganggunya kenyamanan masyarakat sekitar lokasi pekerjaan," ungkapnya.

Baca juga: Serikat Mahasiswa Muslim di Riau Ikut Bantu Percepat Vaksinasi Covid-19

Pelaksanaan kegiatan yang bersumber dari dana APBN ini, harus mengalami rileksasi, rekomposisi/perubahan anggaran. Awalnya pekerjaan ini dianggarkan hingga Desember Tahun 2020, namun kini dialihkan juga hingga anggaran tahun 2021. Kebijakan tersebut tentunya membuat waktu pelaksanaan proyek IPAL Pekanbaru pun, mengalami perpanjangan waktu, hingga Desember 2021. Ini menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang diterima oleh kegiatan. terangnya.

Untuk itulah Yenni berharap masyarakat mendukung pekerjaan ini. Karena manfaatnya ke depan untuk masyarakat. "Jadi yang kita bangun sekarang memang tidak bisa kita nikmati saat ini. Itu semua untuk anak cucu dan masa depan mereka semua," ujar Yenni.

Apalagi nantinya, di pengelolan limbah bisa dipastikan tidak akan menimbulkan bau seperti yang dibayangkan masyarakat. Bahkan di beberapa daerah dekat lokasi tersebut ada yang membangun rumah makan, taman maupun fasum.

Baca juga: Bupati Siak Minta Masyarakat Dukung Siak di Ajang API 2021, Begini Caranya


--
(tribunpekanbaruWIKI.com/Rino Syahril)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved