Wow, Ular Piton Berusia 30 Tahun dengan Panjang 9 Meter Ditemukan di Riau

Wow, Ular Piton Berusia 30 Tahun dengan Panjang 9 Meter Ditemukan di Riau

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Ular Piton dengan panjang 9 meter dan usia 30 tahun dilepas liarkan dihutan setelah dievakuasi tidak jauh dari perkebunan sawit warga di Bunut, Kabupaten Pelalawan 

Wow, Ular Piton Berusia 30 Tahun dengan Panjang 9 Meter Ditemukan di Riau


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM--Seekor ular Piton sepanjang 9 meter dan bobot 120 Kilogram ditemukan di sebuah hutan kecil dekat perkebunan sawit di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau beberapa waktu lalu.

Ular tersebut harus dievakuasi lantaran warga setempat takut dengan ular dengan ukuran yang besar tersebut.

Langkah evakuasi ular dengan nama latin Python reticulatus ini pun dilakukan oleh seorang penyelamat satwa bernama Muammar Syahida atau akrab disapa Amar bersama dengan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau (BBKSDA) Riau.

Kala itu, ular bersembunyi didalam lubang batang pohon. Proses evakuasi reptil besar ini juga bisa disaksiukan di youtube channel Amar PD.

Setelah dilakukan evakuasi, ular piton sudah dilepasliarkan kembali ke alamnya jauh dari pemukiman dan aktivitas warga.

Baca juga: Kisah Muammar Syahida Penakluk Ular Berbisa dari Riau

Kondisi ular saat dilepas ke hutan dalam kondisi sehat, dia juga begitu tenang pas mulai masuk ke dalam hutan. Untuk lokasi sangat bagus sekali untuk dia bisa hidup di sana dan sangat jauh dari pemukiman warga, hutannya juga masih sangat terjaga," kata Amar kepada tribunpekanbaruWIKI.com, Rabu (22/9/2021).

Lanjut Amar, dirinya bersama tim BBKSDA Riau harus berjalan kaki selama 1 jam masuk ke dalam hutan.

"Medan yg ditempuh tidak datar, harus naik turun dinding bukit dan menyeberangi sungai. Dengan di tandu bergantian bersama teman-teman untuk membawa ularnya ke dalam hutan," jelas Amar.

Sementara itu, Kepala Plh BBKSDA Riau, Hartono menuturkan, saat ini ular sawah/sanca batik, adalah salah satu satwa dengan status kategori tidak dilindungi.

Namun dalam perjanjian internasional tentang spesimen tumbuhan dan satwa liar yang mengakibatkan kelestarian spesies tersebut terancam (CITES), jenis ular ini masuk dalam kategori appendiks II, yaitu spesies yang tidak terancam kepunahan, tetapi mungkin terancam punah bila perdagangan terus berlanjut tanpa adanya pengaturan.

Baca juga: Daftar harga Kelapa Sawit di Riau Priode 22-28 September 2021

"Pengaturan tersebut berupa adanya pembatasan kuota tangkap atau ambil yang tidak dlindungi yang masuk dalam appendik CITES ataupun non appendik CITES. Kuota ini ditetapkan oleh Dirjen KSDAE setiap tahunnya berdasarkan rekomendasi dari LIPI dan berlaku untuk satu tahun," kata Hartono.

"Adapun dasar dalam penetapan kuota tersebut berdasarkan Kepmenhut Nomor 447/Kpts-II/2003 tentang Tata Usaha Pengambilan atau Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan satwa liar," sambung dia.

Hartono mengungkapkan, setelah dilakukan pelepasliaran, ular terlihat sangat bersemangat masuk ke dalam semak untuk kemudian menyatu dengan lingkungan barunya.

Baca juga: Kisah Ipda Nadya Ayu Nurlia, Kapolsek Cantik dan Termuda di Inhu Riau

Baca juga: Kini Pekanbaru PPKM Level 2, Ditargetkan Turun Ke Level 1

---

(tribunpekanbaruWIKI.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved