Pelalawan Raih Juara 2 Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional

Ciptakan Mesin Peraut Lidi Kelapa Sawit, Pelalawan Raih Juara 2 Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Kabupaten Pelalawan meraih juara dua pada kategori inovasi dalam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXII tahun 2021 

Ciptakan Mesin Peraut Lidi Kelapa Sawit, Pelalawan Raih Juara 2 Inovasi Teknologi Tepat Guna Tingkat Nasional


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Kabupaten Pelalawan meraih juara dua pada kategori inovasi dalam lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional XXII tahun 2021 yang diselenggarakan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) RI secara virtual, Senin (20/09/2021) lalu.


Adapun alat yang meraih juara 2 dalam kategori inovasi TTG Nasional XXII yakni mesin peraud lidi kelapa sawit atau peraudi eskpres dari Desa Makmur Kecamatan Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Mesin sederhana itu membersihkan lidi yang ada di daun kelapa sawit hingga bersih untuk dijadikan sapu lidi atau beberapa karyawan kerajinan tangan lainnya. Mesin tersebut diciptakan warga Pelalawan Suranto atau yang akrap dengan sapaan Pak Trimo oleh masyarakat umum.


"Mesin tersebut mampu membersihkan lidi kelapa sawit satu kilogram dalam lima menit. Ini yang menjadi juara 2 kategori inovasi pada TTG Nasional kemarin," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pelalawan, Novri Wahyudi, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (21/09/2021).

Baca juga: Tengku Said Eka Nusirhan, Warga Siak Riau Dirikan Rumah Produksi Minyak Atsiri


Novri Wahyudi menjelaskan, lidi yang dihasilkan mesin peraud ciptaan Suranto sangat bersih dan tidak ada lagi daun yang tertinggal. Lidi tersebut alot dan tidak patah dari pangkal sampai ke ujung. Apabila dijual dalam bentuk lidi harganya mulai Rp 5 ribu sampai Rp 7 ribu. Jika diproduksi menjadi piring yang bias digunakan saat pesta harganya mencapai Rp 7 ribu sampai Rp 10 ribu per keping. Sedangkan kalau dibuat jadi keranjang yang digunakan pada acara-acara tertentu bisa mencapai Rp 20 ribu. Kerajinan tangan ini telah dibuat oleh kaum ibu-ibu yang ada di Desa Makmur.


Selain itu, lanjut Novri, mesin peraud lidi sawit ini telah diproduksi Suranto telah terjual sebanyak 200 unit kepada para pembeli yang berminat. Bahkan saat acara TTG Nasional kemarin ada beberapa daerah yang memesan mesin itu untuk digunakan di daerahnya masing-masing. Mesin itu dibandrol dengan harga Rp 5,5 juta sampai Rp 6 juta kepada pembeli yang penasaran untuk mencobanya.


"Untuk lidi yang dihasilkan sudah ada investor yang menjajaki untuk dijadikan dupa bagi umat Hindu. Tidak hanya untuk kerajinan tangan atau sapu saja," tambah mantan Camat Pangkalan Kerinci ini.

Baca juga: Teknologi Electroporation Needle System, Bikim Wajah Bopeng Jadi Mulus


Nilai dari alat peraud ini sangat tinggi dalam kategori inovasi pada TTG Nasional XXII 2021, lantaran diciptakan memanfaatkan potensi sawit yang sangat tinggi. Di Provinsi Riau kebun sawit mencapai 2,8 juta hektar dan seluas 600 ribu hektar diantaranya berada di Kabupaten Pelalawan. Sehingga teknologi tepat guna diciptakan dengan sumber daya yang luar biasa. Bahkan mesin yang dibawa sebagai contoh ke kementerian pada acara lomba itu langsung dibeli oleh daerah dari Kalimantan dan tidak sempat dibawa pulang.


"Memang sampai sekarang kita belum mengurus hak paten untuk mesin tersebut. Kedepan itu akan dipertimbangkan lagi bagaimana cara mendapatkan hak patennya," tandas Novri.

Baca juga: Kisah Rojali, Penjual Kotoran Sapi di Siak Riau Kantongi 6 Juta Perbulan

Baca juga: Kisah Herman, Petani Holtikultura Sukses Asal Siak Riau


--
(tribunpekanbaruWIKI.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved