Pelaku UMKM Diminta Tidak Terjebak dengan Pinjaman Online

Pelaku UMKM Diminta Tidak Terjebak dengan Pinjaman Online. Pinjaman online ilegal dikawatirkan akan makin menyengsarakan rakyat

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com/aan ramdani
Ilustrasi Pinjaman Online 

Pelaku UMKM Diminta Tidak Terjebak dengan Pinjaman Online

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Tidak bisa dipungkiri, perekonomian masyarakat juga banyak ditopang dari bisnis dan usaha kecil yang terus dijalankan masyarakat. Karena itu, usaha kecil dan menengah mesti diberikan perhatian khusus, agar bisa kembali dipulihkan, karena dampak pandemi Covid-19. 


Hal ini menjadi salah satu bahasan dalam webinar yang bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional dan KUR kepada masyarakat Riau, yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, dengan menggandeng sejumlah pihak, terutama para pelaku usaha UMKM, Kamis (16/9/2021).


Kepala OJK Roau, Muhammad Lutfi mengatakan, dalam menjalankan usahanya, salah satu kendala yang dihadapi masyarakat adalah permodalan. 


Untuk mendapatkan permodalan tersebut, masyarakat akan menggunakan banyak cara agar bisa mendapatkan modal awal. Masih terus maraknya pinjaman online ilegal sampai saat menjadi momok yang dikawatirkan akan makin menyengsarak masyarakat. 

Kepala OJK Riau, Muhammad Lutfi, saat berikan paparannya dalam Webinar yang bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional dan KUR kepada masyarakat Riau, yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Kamis (16/9/2021)
Kepala OJK Riau, Muhammad Lutfi, saat berikan paparannya dalam Webinar yang bertajuk Pemulihan Ekonomi Nasional dan KUR kepada masyarakat Riau, yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Kamis (16/9/2021) (tribunpekanbaru.com)

 

Baca juga: Cegah Karhutla dan Kekeringan, Tahun Ini 100 Sekat Kanal Dibangun di Riau 

"Masyarakat jangan sampai terjebak dengan pinjaman online ilegal yang masih marak saat ini. Awalnya memberikan bunga kecil, lama kelamaan makin besar, hingga dengan bunga 10 persen, akhirnya masyarakat makin susah untuk membayarnya," kata M Lutfi yang menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut. 


Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Riau, Erwin Setiadi mengatakan, masyarakat bisa melakukan pengecekan langsung tentang pinjaman online tersebut apakah berizin atau tidak, melalui whatsapp OJK di nomor 081-157-157-157.


"Tanyakan langsung kepada kami tentang pinjaman online tersebut apakah berizin atau tidak melalui whatsapp OJK," ujarnya. 


Masyarakat juga diminta untuk melaporkan pinjaman online yang menagih dengan kekerasan maupun dengan cara-cara yang mengandung unsur pidana, kepada pihak kepolisian.

Baca juga: Pendiri Kota Pekanbaru, Marhum Pekan Diusulkan Jadi Pahlwan Nasional


"Kumpulkan barang-barang buktinya yang akan menjadi penguat nantinya saat dilaporkan," jelasnya.


Sementara itu, Branch Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) KC Arifin Ahmad, Noor Rachmad yang juga menjadi pembicara dalam kesempatan itu menyampaikan, pihaknya juga menilai dan melakukan evaluasi, kira-kira apa usaha yang bisa lancar dijalankan oleh masyarakat. 


"Kami juga lihat, sektor bisnis mana yang menjadi hal khusus dan bisa dipilih masyarakat untuk usaha. Semua bisnis memang beresiko, tapi tentu bisa memilih mana yang kira-bisa dimanfaatkan masyarakat," ujarnya. 


Para peserta dari UMKM yang ada di Riau juga tampak antusias mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut, dan menggunakan kesempatan untuk bertanya lebih banyak kepada narasumber.

Baca juga: Walikota Pekanbaru Pastikan Prokes Berjalan dengan Benar Selama Belajar Tatap Muka

Baca juga: Balai Besar KSDA Riau Amankan 44 Kubik Kayu Ilegal Logging di Suaka Margasatwa Kerumutan

 

--

(tribunpekanbaruWIKI.com/Alexander)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved