Cegah Karhutla dan Kekeringan, Tahun Ini 100 Sekat Kanal Dibangun di Riau 

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Tahun Ini 100 Sekat Kanal Dibangun di Riau .Sekat Kanal dibangun untuk menjaga kelembapan lahan gambut yang ada di Riau

Editor: Aan Ramdani
tibunpekanbaruwiki.com
Pokdarwis Kampung Dayun membangun gazebo di tepian embung Karhutla. Embung Karhutla ini sekarang menjadi destinasi wisata baru di Dayun. Mayonal Putra 

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Tahun Ini 100 Sekat Kanal Dibangun di Riau 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-- Pada tahun 2021 ini, Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) dilakukan di tiga Kawasan Hidrologi Gambut  (KHG) yang tersebar di tiga kabupaten/kota di Riau.  Infrastruktur yang dimaksud adalah pembangunan sekat kanal


Yakni KHG Sungai Bangko- Sungai Rokan Kanan, KHG Sungai Rokan – Sungai Siak Kecil dan KHG Pulau Rupat yang terletak di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir dan Kota Dumai. 


"Jumlah sekat kanal yang dibangun di Riau pada tahun ini  sebanyak 100 sekat kanal. Sampai saat ini realisasi pembangunan sudah mencapai lebih kurang 80 persen," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Mamun Murod, Kamis (16/9/2021) usai membuka Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (PIPG) pada KHG Prioritas di Provinsi Riau di Hotel Premier Pekanbaru. 

Ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: Pendiri Kota Pekanbaru, Marhum Pekan Diusulkan Jadi Pahlwan Nasional


"Pada tahun ini juga dilakukan pemiliharaan dan perbaikan terhadap 1146 unit sekat kanal di 17 KHG serta pemiliharanan dan perbaikan sumur bor sebanyak 868 pada 8  KHG," tambahnya.


Tidak hanya sebagai upaya penanganan Karhutla, Murod menegaskan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen kegiatan restorasi gambut yang dilakukan di Provinsi Riau


Dikesempatan yang sama, Murod menyampaikan apresiasi kepada pihak BRGM RI melalui program pemulihan ekosistem gambut dan mangrove yang difasilitasi BRGM RI mempunyai peran strategis dalam upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Provinsi Riau


"Pelaksanaan kegiatan dengan pola padat karya juga memberi manfaat pada perbaikan ekonomi masyarakat setempat. Keseimbangan antara aspek kelestarian lingkungan hidup dan perbaikan ekonomi masyarakat menjadi indikator keberhasilan yang penting untuk diwujudkan," ujarnya. 


Morod menambahkan, upaya ini ke depan diharapkan dapat terus dikembangkan dan difasilitasi oleh pemerintah bersama segenap potensi dan mitra pembangunan. Apalagi sama-sama diketahui bahwa Provinsi Riau dianugerahi ekosistem gambut yang sangat luas bahkan mendominasi wilayah daratan di daerah kita.

Baca juga: Pokdarwis Kampung Dayun Manfaatkan Embung Karhutla Jadi Destinasi Wisata


"Tentu saja sumber daya alam ini perlu dikelola dengan baik dan bijaksana, harus bisa dijaga dari segala bentuk ancaman yang dapat merusak fungsinya, sehingga dapat memberi manfaat ekonomi dan perbaikan kualitas lingkungan hidup yang penting bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat," bebernya.


Lebih jauh Murod mengatakan, untuk mengembalikan fungsi ekosistem gambut yang mengalami kerusakan merupakan upaya penyelamatan dari berbagai bencana lingkungan, seperti karhutla, banjir dan kekeringan. 


Seperti diketahui, kabut asap akibat karhutla mengakibatkan kerugian yang sangat besar, berdampak luas bahkan lintas batas negara atau yang disebut Transboundary Haze Pollution.


Untuk mendukung komitmen Pemprov Riau dalam upaya melestarikan ekosistem gambut dan mencegah kerusakannya, salah satu langkah teknis yang dilakukan adalah pembangunan infrastruktur pembasahan untuk 
pemulihan ekosistem gambut. 


"Infrastruktur pembasahan gambut sendiri terdiri dari sekat kanal, penimbunan kanal, penampungan air dan pemompaan air (sumur bor). Bangunan infrastruktur pembasahan gambut yang ada di provinsi Riau berupa sekat kanal dan pemompaan air (sumur bor)," ucapnya. 


Murod menjelaskan, sejak ditetapkannya BRG yang saat ini bertambah kewenangannya dengan rehabilitasi Mangrove (BRGM), secara nyata telah berdampak positif  terhadap restorasi gambut bukan hanya dengan intensitas kebakaran hutan  yang menurun, juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Honda Modif Contest 2021 Akan Digelar Secara Virtual


"Pola kegiatan PIPG dengan cara swakelola memberikan 
manfaat langsung kepada kelompok masyarakat berupa tambahan pendapatan keluarga," katanya.


Pihaknya mengharapkan dukungan dan peran aktif seluruh pihak untuk turut berperan dalam menjaga kelestarian manfaat sumber daya Kawasan Hidrologi Gambut di Riau. Sekaligus mengendalikan emisi GRK dari lahan gambut. Sebagai kontribusi Riau pada capaian target Nasional Development Contribution (NDC) Indonesia di tingkat global.


"Kami berkeyakinan, keberhasilan di sektor ini akan mendukung terwujudnya Tujuan Pembangunan Riau Hijau, yang mengusung tiga pilar utama," katanya,


Tiga pilar yang dimaksud diantaranya adalah, pettaman meningkatkan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. Kedua meningkatkan kualitas pengelolaan Sumber Daya Alam dan ketiga Meningkatkan bauran energi dari Sumber Daya Alam terbarukan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved