Perjuangan Pengusaha Kerajinan Fiberglass Pekanbaru Ditengah Pandemi Covid-19

Perjuangan Pengusaha Kerajinan Fiberglass Ditengah Pandemi Covid-19, satu diantaranya adalah Arema Fiber Glass yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Suasana workshop Arema Fiber Glass yang berlokasi di Jalan Soekarno - Hatta Pekanbaru 

Perjuangan Pengusaha Kerajinan Fiberglass Ditengah Pandemi Covid-19

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Arema Fiber Glass, ini adalah salah satu usaha kerajian Fiberglass yang masih bertahan di Kota Pekanbaru meskipun ditengah gempuran pandemi covid-19.

Sulistianto pemilik usaha kerajinan Fiuberglass tersebut terlihat sedang sibuk membuat salah satu produk pesanan konsumenya di workshop miliknya yang berlokasi di Jalan Soekarno - Hatta tepatnya sebelum SMK 5 Agustus atau sebelum simpang Arhanud Kubang, Kota Pekanbaru.

Saat berbincang kepada tribunpekanbaruWIKI.com, usaha kerajinan Fiberglass nya ini masih tetap berjalan, hanya saja kini jalannya terseok-seok. Bahkan seolah mati suri karena sedikitnya pelanggan.

Sejak pandemi berlangsung omset usaha kerajinan fiberglassnya ini turun drastis. Bahkan berbulan-bulan ia tidak mengantongi omset.

"Tapi sebelum pandemi setiap bulan ada saja yang mesan, misalnya buat bak mandi, speedboat, seluncuran dan sebagainya. Namun selama pandemi ini kalau ada hanya satu - satu saja," ujar Sulistiono , Senin (13/9/2021).

kerajinan Fiber berupa bak berukuran besar hasil kerajinan dari Arema Fiber Glass Pekanbaru
kerajinan Fiber berupa bak berukuran besar hasil kerajinan dari Arema Fiber Glass Pekanbaru (tribunpekanbaru.com)

Baca juga: Olahraga Tradisional Provinsi Riau Siap Menuju Pekan Kebudayaan Nasional

Baca juga: Mariani, Nenek 62 Tahun di Kampar Jadi Perhatian Sandiaga Uno Karena Nganyam Rumbia

Lebih lanjut dikatakannya, modal usahanya ini juga sudah terpakai untuk biaya hidup. Sehingga sangat wajar jika ia sebagai pengusaha kecil mengharapkan bantuan pemerintah.

"Untuk itu saya berharap perhatian dari pemerintah, kalau memang ada bantuan dari pemerintah untuk UMKM kita sangat butuh," ucapnya.

Walaupun disaat serba sulit ini Sulistiono tetap bertahan untuk keberlangsungan usahanya. Apalagi Sulistiono sudah 15 tahun bergelut di usaha fiber dan sebelum pandemi pesanannya sampai ke luar kota atau ke luar daerah.

Supaya dapur tetap bisa ngebul, Sulistiono harus memutar otak. Tidak hanya kerajinan fiber saja yang digelutinya. Kini ia juga mencoba menerima jasa measangan atap canopi baja ringan dan melakoni ternak lele kecil-kecilan dirumahnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved