Sandiaga Uno Buka Sayembara Cari Nama Baru Wisata Waduk Koto Panjang Kampar

Sandiaga Uno Buka Sayembara Cari Nama Baru Wisata Waduk Koto Panjang, Pemandangan di perbukitan sekitar waduk kini banyak versi penamaan.

Editor: Aan Ramdani
tibunpekanbaruwiki.com
Sandiaga Uno menerima gambar karikatur dirinya dari Gubernur Riau saat mengunjungi Puncak Kompe Desa Wisata Koto Mesjid Kec XIII Koto Kampar, Minggu 12 September 2021 

Sandiaga Uno Buka Sayembara Cari Nama Baru Wisata Waduk Koto Panjang

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Kawasan pariwisata sekitar Waduk PLTA Koto Panjang tampaknya akan memiliki nama baru. Pemandangan di perbukitan sekitar genangan waduk kini banyak versi penamaan.

Destinasi wisata sekitar waduk mulai viral sekitar 2016 silam. Awal viralnya dinamai Raja Ampatnya Riau. Ini merujuk pemandangan banyak pulau yang tampak dari perbukitan sekitar waduk.

Lalu muncul istilah Raja Lima yang didasari penerus Raha Ampat di Papua. Kemudian ada lagi Ompek-ompek yang merujuk nama pimpinan tertinggi pusat Kedatukan atau Alam Soko yakni Andiko Nan 44.

Pemberian nama baru kawasan wisata itu dibahas pada kunjungan Menteri Parekraf, Sandiaga Uno di Objek Wisata Puncak Kompe Desa Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Minggu (12/9/2021).

Keindahan Wisata Alam Ulu Kasok, Raja Ampat dari Riau. Foto: Hasnil
Keindahan Wisata Alam Ulu Kasok, Raja Ampat dari Riau. Foto: Hasnil (tribunpekanbaru.com)

Baca juga: Menikmati Keindahan Wisata Alam Ulu Kasok, Raja Ampatnya Riau

Baca juga: Wisata Pulau Cinta Teluk Jering di Kampar Riau

Usulan nama baru ini diminta langsung oleh Ketua Pokdarwis Koto Mesjid, Jon Haril ketika memaparkan kesiapan Koto Mesjid meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di hadapan Sandi. Turut disaksikan oleh Anggota DPRD Riau, Syahrul Aidi Ma'azat, Gubernur Riau, Syamsuar, Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto yang hadir menyambut kunjungan Sandi.

"Bang Menteri, tolong beri nama baru untuk tempat wisata ini," pinta Jon Haril. Permintaan itu tidak langsung dijawab Sandi. Ia masih melanjutkan rangkaian kegiatannya di Puncak Kompe setelah mendengarkan paparan tersebut.

Sandi disuguhi pertunjukan tradisional Kampar. Ada atraksi mengangkat lesung dengan gigi. Atraksi ini adalah Tari Losung khas Koto Mesjid. Ada lagi pertunjungan Silat Perisai yang diiringi musik tradisional Gobano.

Di lokasi wisata juga berjejer sejumlah stan yang memamerkan kuliner produk olahan Ikan Patin dan hasil kerajinan masyarakat Kampar. Sandi belanja produk yang dijajahkan di stan itu.

Sandi kembali ditanyai oleh wartawan setelah memandangi waduk dari anjungan Puncak Kompe dan meneken prasasti Koto Mesjid sebagai 50 desa wisata terbaik Indonesia. "Ini nanti kita rembukkan sambil makan. Karena biasanya kita lebih jernih setelah makan Ikan Patin," katanya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved