Polda Riau Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Meranti

Polda Riau Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Meranti

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Ilustrasi: Korupsi Anggaran Covid-19 

Polda Riau Usut Dugaan Penyimpangan Anggaran Penanganan Covid-19 di Kabupaten Meranti


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM--Kepolisian Daerah (Polda) Riau saat ini diketahui sedang mengusut dugaan penyimpangan anggaran penanganan Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sebelumnya, kasus ini ditangani oleh Polres setempat. Namun saat perkara ditingkatkan ke tahap penyidikan, penanganannya diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Riau'>Polda Riau.

Kabid Humas Riau'>Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi, membenarkan jika polisi kini sedang mengusut perkara dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

"Iya, kita ambil alih penanganannya (dari Polres Meranti)," ucap Sunarto, Kamis (9/9/2021).

Informasinya, kini penyidik tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait perkara yang terjadi tahun 2020 lalu itu.

Baca juga: Harimau Sumatra yang Diduga Serang Manusia di Siak Riau Berhasil Ditangkap

Baca juga: Daftar Harga Kelapa Sawit di Riau Priode 8-14 September 2021

 

Untuk diketahui, penanganan perkara ini, berawal dari laporan salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Kepulauan Meranti.

Laporan yang dilayangkan itu terkait temuan dugaan penyalahgunaan wewenang serta dugaan korupsi, yang terindikasi dilakukan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kepulauan Meranti.

Adapun temuan tersebut diantaranya dugaan pungutan biaya rapid test dan rapid antigen ilegal. Hal ini, tentunya bertentangan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 87 yang sesungguhnya hanya untuk BLUD RSUD.

Akan tetapi, digunakan oknum pegawai Diskes sebagai dasar mengambil uang masyarakat atas jabatannya.

Selain itu, ada dugaan penyimpangan dana covid-19, yang bersumber dari anggaran refocusing, bantuan dana tidak terduga (BTT) senilai Rp1 miliar tahun 2020/2021.

Lalu ada pula pengadaan alat rapid test, belanja perlengkapan medis dan APD senilai Rp1,5 Milyar dan pengadaan APD Masker kain bersama tim Puspa senilai Rp250.000.000.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka di Pekanbaru Kembali Dilakukan

Baca juga: Wabup Siak Husni Merza Minta Silat Tradisi Melayu Kembali Dibuka di Kampung-kampung


---
(tribunpekanbaruWIKI.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved