Wabup Siak Husni Merza Minta Silat Tradisi Melayu Kembali Dibuka di Kampung-kampung

Wabup Siak Husni Merza Minta Silat Tradisi Melayu yakni Silat Pangenan Kembali Dibuka di Kampung-kampung

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Dua orang sedang mempraktekkan silat Pangean di gelanggang silat Kampung Merempan Hilir, kecamatan Mempura, kabupaten Siak, Minggu (5/9/2021) 


Wabup Siak Husni Merza Minta Silat Tradisi Melayu Kembali Dibuka di Kampung-kampung


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Wakil Bupati Siak Husni Merza mengatakan, pencak silat tradisi Melayu merupakan warisan tak benda yang harus dilestarikan. Ia meminta agar masing-masing kampung membuka kembali gelanggang silat tradisi Melayu tersebut.

“Sebuah kehormatan bagi saya pada hari Ahad kemarin dapat hadir dalam acara prosesi Pemotian Halaman Pencak Silat Pangean, di laman silat Pandeko Mukmin, kampung Merempan Hilir, kecamatan Mempura. Saya terkesima dan bersemangat agar silat-silat tradisi Melayu kembali dihidupkan di kampung-kampung,” kata Husni Merza, Rabu (8/9/2021).

Ia mengatakan, pada pemotian halaman pencak silat Pangean itu ia berjumpa dengan Tuan Guru Datuk Malin Kuning dan Penghulu Merempan Hilir Pendeko Hakim. Kedua orang tersebut merupakan pesilat yang maqamnya sudah pendekar.

“Semoga Silat Pangean sebagai salah satu Pencak Silat Tradisi Melayu ini tetap lestari sebagai salah Heritage atau warisan pusaka budaya Melayu yang tak lekang oleh zaman,” kata dia.

Berkembangnya silat Pangean di beberapa kampung seperti di Merempan Hilir, membuat Husni Merza juga meminta kampung-kampung lain membuka gelanggang silat. Sebab jenis silat Melayu sangat kaya dan beragam.

Baca juga: SEACHA Pilih Siak Jadi Role Model Manajemen Heritage Clinic Program

Baca juga: Melihat Kemegahan Istana Siak

“Lain kampung lain jenis silatnya. Dulu silat sangat berkembang segara tradisional di kampung-kampung, tapi saat ini tampaknya tidak di semua kampung melestarikan silatnya. Ini yang kita pikirian bersama bagaimana nanti tradisi ini hidup dan bergairah kembali,” kata Husni.

Kegiatan bersilat bukan hanya kegiatan olahraga bela diri, namun memberikan banyak falsafah hidup yang menguatkan karakter anak didiknya. Salah satu karateristik yang mengakar yang ada dalam jiwa orang Melayu Siak adalah dibentuk di gelanggang silat.

“Silat tidak akan lekang oleh waktu, jadi tidak ada istilah bahwa membangkitkan kembali tradisi silat adalah membangkitkan hal-hal kuno. Justru saat ini silat bisa menyesuaikan diri sehingga tetap kekinian,” kata dia.

Menurut Husni, anak -anak muda Siak saat ini juga banyak mengandrungi heritage. Belakangan ini penggalian terhadap warisan budaya non benda berupa silat jarang dibicarakan.

“Siak sebagai heritage city, sudah seharusnya sering mendialogkan perihal silat. Ini akan kita mulai, mudah-mudahan khazanah heritage yang diunggulkan Siak tidak hanya pada urusan benda namun juga non benda,” kata dia.

Baca juga: Masjid Syahabuddin di Siak, Masjid Peninggalan Sultan Syarif Kasim II

Baca juga: Kisah Herman, Petani Holtikultura Sukses Asal Siak Riau

---
(tribunpekanbaruWIKI.com/Mayonal Putra)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved