Data Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Riau, 5 Kabupaten Tak Sampai 15 Persen

Data Realisasi Vaksinasi di Riau, 5 Kabupaten Tak Sampai 15 Persen.Saat ini total warga Riau yang sudah divaksin dosis 1 sebanyak 970.817 orang

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com / aan ramdani
Vaksinator akan memberikan vaksin kepada peserta vaksinasi massal tahap ke 2 di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Senin (1/3/2020). (tribunpekanbaruwiki/com/ aan ramdani) 

Data Realisasi Vaksinasi Covid-19 di Riau, 5 Kabupaten Tak Sampai 15 Persen

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-- Realisasi pelaksanaan vaksinasi vaksin Covid-19 di Provinsi Riau masih terbilang rendah.

Bahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, tercatat ada 5 Kabupaten/Kota di Riau dengan realisasi capaian vaksinasi dibawah 15 persen.

Lima daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Kampar, Pelalawan, Indragiri Hilir (Inhil), Rokan Hulu (Rohul) serta Rokan Hilir (Rohil).

"Lima kabupaten ini realisasi capaian pelaksanaan vaksiansinya masih dibawah 15 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Selasa (24/8/2021).

Dari lima kabupetan tersebut, paling rendah adalah Kabupaten Kampar yang baru tercapai 11,4 persen dari target sasaran vaksin.

Baca juga: Dumai Segera Miliki Masjid Terapung di Eco Park Pantai Marina Teluk Makmur

Baca juga: Rezita Meylani Yopi Raih Rekor MURI Bupati Perempuan Termuda

umlah Penduduk di Kabupaten Kampar hingga saat ini yang sudah divaksin dosis pertama baru sebanyak 66.893 orang dari target 588.932 orang.

Terendah kedua adalah Kabupaten Rohul 11,8 persen atau sebanyak 46.304 orang dari target 392.970 orang. Ketiga kabupaten Pelalawan 12,9 persen atau sebanyak 35.203 orang dari target 273.032 orang.

Keempat Kabupaten Inhil 13,5 persen atau sebanyak 61.948 orang dari target 458.436 orang. Terendah kelima adalah kabupaten Rohil sebanyak 14,8 persen atau sekitar 66.171 orang dari target 446.013 orang.

"Sedangkan untuk daerah yang paling tinggi capaian vaksinasi nya di Riau adalah Kota Dumai yang sudah mencapai 51,1 persen," kata Mimi.

Sedangkan untuk Provinsi Riau, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Selasa (24/8/2021) tercatat capaian vaksinasi di Riau baru mencapai 21,7 persen.

Hingga saat ini total warga Riau yang sudah divaksin dosis 1 sebanyak 970.817 orang. Sedangkan untuk dosis 2 sebanyak 679.252 orang.

Sementara total jumlah penduduk yang ditetapkan sebagai target sasaran vaksinasi sebanyak 4.475.860 jiwa atau 70 persen dari total jumlah penduduk Riau sebanyak 6.394.087 jiwa.

Hingga saat ini masih tersisa sebanyak 3.505.043 jiwa penduduk Riau yang sudah ditetapkan sebagai target sasaran vaksin namun belum tervaksinasi.

Hingga saat ini masih tersisa sebanyak 3.505.043 jiwa penduduk Riau yang sudah ditetapkan sebagai target sasaran vaksin namun belum tervaksinasi. 

Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar memang berharap target tersebut bisa segera tuntas. Namun, saat ini kondisi vaksin yang didistribusikan ke Riau terbatas.


"Karena vaksin kita terbatas, kita memang sekarang memprioritaskan untuk vaksinasi dosis ke 2. Karena vaksinasi ke 2 itu kan jeda waktunya dengan vaksin pertama 28 hari. Tapi karena keterbatasan vaksin ada yang lewat dari 28 hari," kata Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar saat meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Kampus UIN Suska Riau, Selasa (24/8/2021). 


"Kami berusaha akan menambah vaksin lebih, karena memang pada bulan September akan banyak datang vaksin ke tanah air,  kita akan upayakan nanti bagaimana caranya agar pasokan vaksin untuk Riau juga ditambah lebih," imbuhnya. 


Syamsuar menegaskan, jika nanti jumlah vaksin yang dikirim ke Riau ditambah maka pelaksanaan vaksinasi bisa dilakukan lebih masif lagi. Sehingga masyarakat Riau banyak mendapatkan vaksin dan capaian vaksinasi di Riau bisa meningkat. 


Selain menunggu tambahan vaksin dari pemerintah pusat, Pemprov Riau juga berusaha mendapatkan vaksin gotong royong untuk karyawan perusahaan, supaya nanti warga Riau yang bekerja di perkebunan, di perusahaan-perusahaan juga bisa mendapatkan vaksin.


Untuk itu, Syamsuar mengharapkan masyarakat Riau untuk tetap menjaga kesehatan dan terus memperhatikan protokol kesehatan kapan pun dan dimana pun berada, karena protokol kesehatan itu sangat penting saat ini.


"Sekarang sudah ada pengurangan pengetatan, toko-toko dan usaha kecil sudah boleh dibuka, tapi ingat protokol kesehatan tidak boleh abai," katanya. 

Baca juga: Mal di Pekanbaru Kembali Buka Meski Lanjut PPKM Level 4

Baca juga: Viral, Pria di Riau Kibarkan Bendera di Atas Jembatan Tertinggi di Siak


--
(tribunpekanbaruwiki.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved