Virus Covid-19 Varian Delta Sudah Menyebar di Riau, Masyarakat Dihimbau Gunakan Masker Dua Lapis

Virus Covid-19 Varian Delta Sudah Menyebar di Riau, Masyarakat Dihimbau Gunakan Masker Dua Lapis

Editor: Aan Ramdani
Tribunpekanbaru.com
Pengendara Sepedamotor yang terjaring razia diberikan masker dan edukasi tentang protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 oleh petugas, Sabtu (24/7/2021). 

 

Virus Covid-19 Varian Delta Sudah Menyebar di Riau, Masyarakat Dihimbau Gunakan Masker Dua Lapis


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Tingginya kasus pasien terkonfimasi Covid-19 di Provinsi Riau diduga kuat ada kaitannya dengan masuknya virus varian delta ke Riau. Sebab varian ini lebih cepat menular dan mematikan. 


Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Satgas Percepatan penanganan COVID-19 Riau, dr Indra Yovi, Jumat (13/8/2021). Yovi menyebut virus corona varian Delta yang baru diketahui ada di Riau, menjadi salah satu penyebab naiknya penambahan pasien positif COVID-19 harian di Riau.


"Pastinya varian Delta itu berpengaruh terhadap penambahan pasien harian di Riau. Karena penularan varian Delta inikan lebih cepat dibandingkan COVID-19 dari Wuhan," kata dr Yovi. 


Dijelaskan dr Yovi, untuk mengantisipasi terpapar varian Delta, secara umum tidak ada yang berbeda dengan protokol kesehatan untuk mengantisipasi varian COVID-19 dari Wuhan. Yakni menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker.


"Namun khusus untuk masker, jika masyarakat menggunakan masker bedah, maka harus dua lapis. Yakni masker bedah didalam, kemudian masker kain diluar. Kecuali jika menggunakan masker N95, cukup satu lapis saja," katanya. 


Penggunaan masker dua lapis tersebut, demikian Yovi, karena varian Delta tersebut lebih cepat menular dan bisa menularkan kebanyak orang. Terutama jika berada didalam ruangan.

Baca juga: Suka dengan Dunia Balap, Pria di Pekanbaru Riau Ini Buat Mobil Laphon 156


"Kalau COVID-19 Wuhan, maksimal bisa menularkan keempat orang. Sedangkan varian Delta bisa hingga 10 orang, karena itu penggunaan masker harus diperhatikan," katanya.


Sebelumnya Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyampaikan kabar yang mengejutkan bagi warga Riau. Orang nomor satu di Riau mengungkap ternyata virus varian Delta sudah masuk di Riau.


Bahkan sejauh ini sudah terdeteksi enam warga Riau yang terpapar virus varian delta. Kabar tersebut disampaikan Gubri Syamsuar setelah pihaknya mendapatkan laporan dari pihak Litbangkes Kementerian Kesehahatan yang meneliti varian Delta di Jakarta.   


Dengan sudah masuknya virus varian delta di Riau, Gubri Syamsuar  meminta masyarakat agar lebih waspada. Sebab virus varian delta lebih mudah dan cepat penularanya serta lebih mematikan.


"Saya bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi ini agar kita bisa lebih waspada. Karena varian Delta sudah ditemukan di Riau," kata Gubri Syamsuar, Rabu (11/8/2021).   


Enam orang yang terinfeksi varian Delta tersebut, lanjut Gubri, berasal dari Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak dan Bengkalis. Bahkan dua pasien yang diketahui terpapar virus varian delta meninggal dunia. Namun ada juga yang sudah sembuh. 

Baca juga: Jumat 13 Agustus 2021, Kasus Covid-19 di Riau Bertambah 1.071


"Kenapa baru saya sampaikan sekarang, karena hasilnya baru kita ketahui setelah pemeriksaan di laboratorium Jakarta. Di Riau tidak bisa meneliti varian baru tersebut," ujarnya.


Selain meminta masyarakat untuk waspada dan selalu patuh terhadap protokol kesehatan, pihaknya saat ini juga sedang mengupayakan untuk membeli alat yang bisa meneliti varian baru tersebut. Pasalnya, alat tersebut juga tidak ada di Indonesia.  


"Alatnya harus dipesan dulu, tidak ada di Indonesia. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera tiba di Riau,"katanya.


Sejauh ini Pemprov Riau sudah mengalokasikan anggaran untuk pembelian alat untuk menguji virus varian delta. Alat tersebut dikenal dengan nama Whole Genome Sequencing (WGS). 


Total anggaran penanganan Covid-19 di Riau saat ini smencapai Rp210 miliar lebih, karena sebelumnya terdapat Rp139 miliar dari refocusing dan realokasi Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar 8 persen dari totap DAU Rp1,4 triliun. 


"Kita sudah menambah anggaran Rp71 miliar lebih untuk penanganan Covid-19. Itu kita ambil dari rasionalisasi perjalanan dinas di OPD, maka dapatlah anggaran Rp71 miliar tersebut," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Riau, Indra SE. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved