PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Pedagang STC Pekanbaru Gelar Aksi Damai

PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Pedagang STC Pekanbaru Gelar Aksi Damai

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Aksi Damai dilakulan pedagang Sukaramai Trade Center (STC) yang menolak diperpanjangnya pemberlakukan PPKM Level 4 di Pekanbaru karena berdampak pada menghilangnya penghasilan mereka, Selasa (10/8/2021). 

PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Pedagang STC Pekanbaru Gelar Aksi Damai


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-Ratusan pedagang Sukarami Trade Center (STC) Pekanbaru melakukan aksi damai menanggapi diperpanjang PPKM Level 4 Pekanbaru, Selasa (10/8/2021).

Pasalnya, selama pemberlakukan PPKM Level 4 ini mereka diminta untuk menutup toko. Akibatnya selama pemberlakukan PPKM Level 4 ini tidak mendapatkan pemasukan.


Mereka mengaku, sudah cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena para pedagang ini sudah tutup selama dua pekan, sejak PPKM Level 4 pertama kali diimplementasikan di Kota Bertuah.


Dalam artian lain, jika PPKM Level 4 diperpanjang lagi, artinya mereka praktis tidak bisa berjualan sama sekali selama 1 bulan.

Pantauan tribunpekanbaruWIKI.com, para pedagang membuat aksi damai dengan memasang bendera putih dan spanduk.


Namun aksi mereka akhirnya dibubarkan pihak kepolisian dari Polsek Pekanbaru Kota.

Baca juga: Belanja di Sukaramai Trade Center Pekanbaru


"Ini aksi spontanitas, karena kami pedagang STC dapat kabar PPKM Level 4 ini diperpanjang sampai 23 Agustus 2021. Sementara dari 26 Juli 2021 kemarin (PPKM Level 4) sudah dilakukan," ucap Dodi Kurniawan, salah seorang pedagang STC yang ditemui tribunpekanbaru.


Pedagang Tidak Dapat Bantuan

Untuk itu disebutkannya, para pedagang meminta solusi kepada pemerintah. Seperti apa nasib mereka yang hanya memiliki mata pencaharian dari berjualan di STC Pekanbaru.


Pihaknya merasa dalam hal ini juga tak ada keadilan. Lantaran masih ada pedagang di ruko yang bisa beraktivitas seperti biasa.


"Apa sih bedanya dengan kami? Kalau kami disuruh tutup tanpa ada solusi, kami juga minta dipertimbangkan, kepada siapa kami sampaikan kalau tidak kepada Pemko. Beri solusi untuk kami," jelasnya.

Baca juga: Pemberlakuan PPKM Level 4, Mal di Pekanbaru Buka Terbatas


"Kami punya beban. Bayar service charge (biaya pelayanan ke pihak pengelola STC, red) bulan ke bulan. Sementara kami tidak beraktivitas berjualan, pemasukan dari mana? Kami punya anak dan keluarga yang butuh kelangsungan hidup. 3000 pedagang di sini, mau ke mana? Mau diapain?," imbuh Dodi lagi.


Ia mengungkapkan, pengelola STC sendiri sebenarnya sudah cukup baik dalam mengupayakan terlaksananya protokol kesehatan di STC Pekanbaru.


Sehingga pihaknya menilai, sebenarnya STC Pekanbaru bisa beroperasi dan pedagang diizinkan lagi berjualan. Dengan catatan protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat.


"Kami saja pedagang tidak pakai masker diberi sanksi, begitulah pengelola memberi ketegasan, supaya STC bisa berjalan seperti biasa. Kami cuma minta perhatikan bagaimana kami ke depan (jika tidak berjualan)? Perhatikan jeritan kami," ungkap Dodi.


Disinggung soal bantuan, baik itu dari Pemerintah Pekanbaru maupun Provinsi Riau, Dodi mengaku hingga kini para pedagang belum ada menerimanya.


"Kami belum pernah didatangi dan dipertanyakan, belum ada sama sekali. Dari awal malah," sebutnya.


Pada dasarnya diterangkan Dodi, para pedagang tak mempermasalahkan apa pun bentuk kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani pandemi covid-19.


"Kebijakan ditetapkan oke, tapi solusi bagi kami ada. Misalnya dikumpulkan semua pedagang. Didata, diminta tutup tapi dikasih bantuan. Ini tidak ada," papar Dodi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved