Dugaan Ahli Epidemiologi Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk ke Riau

Dugaan Ahli Epidemiologi Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk ke Riau, Pemerintah Riau Wacanakan Beli Alat Deteksi Varian Delta

Editor: Aan Ramdani
covid.go.id
Ilustrasi Covid-19 

Dugaan Ahli Epidemiologi Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk ke Riau

 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengungkapkan,  rencana Pemerintah Provinsi Riau untuk membeli alat pendeteksi Covid-19 varian Delta, hingga kini masih dalam proses.


Dia menambahkan, rencana untuk membeli alat tersebut sejauh ini masih dipertimbangkan sebab dana yang dipakai dari pergeseran anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad. 


"Sejauh ini masih dalam proses,"ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir Selasa (3/8/2021).


Dia menambahkan, sejauh ini belum ada perubahan terkait rencana pembelian alat pendeteksi Covid-19 varian Delta tersebut. 


Gagasan awal untuk membeli alat tersebut muncul dari Gubernur Riau Syamsuar yang kian khawatir dengan tingginya angka kasus penyebaran corona di Provinsi Riau.

Baca juga: Olivia Anggie Johar, Dosen Cantik di Riau Yang Hobi Mendaki Gunung


Menurutnya, Riau tidak bisa terus - terusan bergantung dengan laboratorium di Jakarta untuk mendeteksi varian virus corona yang sangat cepat menyebar di Riau.


"Kita sangat membutuhkan alat itu untuk mendeteksi varian apa yang muncul di Riau. Oleh sebab itu, muncul gagasan untuk membeli alat pendeteksi Covid-19 varian Delta itu,"jelas Mimi.


Sebelumnya, Ketua Himpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (HAEI) Riau Wildan Asfan Hasibuan menduga dengan tingginya kasus penyebaran Covid-19 dan cepatnya penularan, varian delta sudah menular di Riau.


Karena dalam beberapa hari terakhir angka positif Covid-19 di Riau tinggi bahkan tertinggi di Pulau Sumatera, puncaknya mencapai diatas 2000 perharinya.


Ini menandakan penyebaran dan penularan Covid-19 di Riau sangat tinggi dan cepat, menurut Wildan Asfan ini merupakan ciri-ciri penularan varian baru delta sebagaimana yang sudah ditemukan di beberapa daerah di tanah air.


"Melihat begitu cepatnya tingkat pertambahan kasus di Riau, kuat dugaan ini varian delta (India),"ujar Wilda Asfan kepada tribunpekanbaru.com Minggu (1/8/2021).


Menurut Wildan untuk upaya yang harus dilakukan masyarakat dan pemerintah tentunya tetap dengan upaya pencegahan secara ketat.


"Upaya pencegahan tetap sama yaitu 6 M , cuma masyarakat harus lebih disiplin. Vaksinasi dan 3 T harus ditingkatkan,"ujar Wildan.


Saat disinggung mengenai hasil Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Pekanbaru apakah sudah bisa dilihat hasilnya, menurut Wildan baru bisa dilihat dua Minggu kedepan.


"Hasilnya baru bisa dilihat setelah 2 minggu kedepan. Kalau sekarang belum, dan kuncinya ada pada kerjasama semua masyarakat harus terlibat dalam upaya pencegahan,"ujar Wildan.

Baca juga: Daftar Harga Kelapa Sawit di Riau Priode 4-10 Agustus 2021

Baca juga: Produktif Saat Pandemi, Warga Teluk Rimba Bangkit  Budidaya Lebah Melifera


--
(tribunpekanbaruwiki.com / Nasuha Nasution)

 

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1426 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved