Kisah Ojol Sepi Orderan Selama PPKM Level 4 di Pekanbaru

Selama penerapan PPKM Level 4 di Pekanbaru sangat dirasakan oleh Driver Ojol yang sepi orderan

Editor: Aan Ramdani
Tribunpekanbaruwiki.com
[Basket CMS:192830] Seorang driver ojol melintas dekat fly over SKA, Kota Pekanbaru. Para driver ojol sepi orderan selama PPKM level 4 di Kota Pekanbaru. (tribunpekanbaruwiki.com/Fernando Sikumbang) 

Kisah Ojol Sepi Orderan Selama PPKM Level 4 di Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Firman memilih berada di rumah pada akhir pekan ini. Aktivitas tersebut tidak biasa bagi pria yang kerja sampingan sebagai ojek online atau ojol di Kota Pekanbaru.

Pria muda itu memilih menghabiskan waktu di rumahnya kawasan Jalan Hangtuah. Ia biasanya pada akhir pekan kebanjiran order dari penumpang atau jasa antar barang.

Namun selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Pekanbar dirinya memilih banyak di rumah selepas bekerja. PPKM level 4 yang berlangsung selama satu pekan berdampak pada orderannya sebagai driver ojol.

Firman memilih sebagai driver ojol untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan saat PPKM dirinya khawatir malah merugi lantaran sepi orderan satu pekan ini.

"Sekarang karena PPKM jadi jarang ngojek, karena masih PPKM makanya banyak di rumah saja," ujarnya kepada tribunpekanbaruWIKI.com, Minggu (1/8/2021).

Firman biasa mangkal di kawasan sekitar Jalan Jendral Sudirman. Ia memilih mangkal di sana lantaran banyak orderan penumpang atau antar barang setiap harinya.

Baca juga: FOTO : Penyekatan Jalan Saat PPKM Level 4 di Pekanbaru

Namun selama PPKM Firman terpaksa gigit jari. Driver ojol ini mengaku orderan tidak banyak karena ada pembatasan di sejumlah ruas Jalan Jendral Sudirman.

Firman menyebut bahwa penyekatan terjadi hampir di setiap jalan protokol. Padahal rata-rata orderan melewati jalan protokol Kota Pekanbaru.

Akibatnya waktu antar pesanan atau penumpang jadi lebih lama dibanding saat hari normal. Ia mengaku harus mencari jalur alternatif yang membuat jarak tempuh lebih jauh.

Padahal ongkos yang dibayarkan tetap di harga normal. Sedangkan pengeluaran bahan bakar lebih besar akibat mencari rute alternatif.

Baca juga: Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Riau Tahun 2021

Kondisi tersebut membuatnya enggan menerima orderan dan memilih bersama keluarga pada akhir pekan ini di rumah. Dirinya memilih banyak di rumah ketimbang harus memutar jalan selama PPKM level 4.

Jumlah orderan setiap harinya juga cendrung menurun selama PPKM level 4. Sedangkan  biaya bahan meningkat dan seharusnya bisa buat biaya lainnya.

"Kalau muter-muter nanti bensin abis, sedangkan orderan sepi. Takutnya malah nombok nanti," paparnya.

Firman memilih kerja sampingan sebagai driver ojol selama dua tahun belakangan. Ia bekerja sampingan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga membayar tagihan bulanan di rumah.

Setiap hari rata-rata dirinya bisa membawa pulang hanya Rp 30.000. Namun jumlah itu sudah dipotong biaya bensin.

"Iya ini untuk tambah-tambah saja, kita berharap ada solusi yang efektif ketimbang membuat penyekatan," ujar ayah satu anak ini.

Lain halnya dengan Faizul. Pria paruh baya ini tetap beraktivitas selama PPKM level 4.

Dirinya mengaku juga sepi orderan selama banyak penyekatan di sejumlah ruas jalan. Pengaruhnya sangat besar bagi pendapatan hariannya.

Walau dirinya enggan menyebut pendapatan harian sebagai driver ojol. Namun ia memastikan pendapatan selama PPKM level 4 jauh menurun dibanding saat normal.

"Sangat besar sekali, sebaiknya jangan PPKM lagi, sepi kali orderan kami," terangnya.

Orderan antar penumpang juga cendrung menurun karena aktivitas di pusat perbelanjaan juga dibatasi. Padahal Faizul biasanya mangkal di sekitar Living World.

"Turun sekali orderan selama PPKM ini, orderan dari restoran yang tetap buka di mal juga sepi," ulasnya.

Faizul sangat berharap tidak ada lagi pembatasan seperti PPKM level 4. Ia menilai kondisi ini membuat para driver ojol banyak gigit jari di jalan.

Baca juga: Langgar Aturan PPKM Level 4, Sebelas Tempat Usaha di Pekanbaru Didenda

Padahal kebutuhan harian harus dipenuhi setiap hari. Ia menyebut bahwa selama PPKM level 4 dirinya harus berjuang selama delapan jam untuk memperoleh 12 poin.

Sedangkan pada hari normal dirinya bisa mendapat 12 poin dalam lima jam. "Kalau hari biasaiam jam dah dapat 12 poin, kalau sekarang bisa delapan jam bahkan lebih," ujarnya.

Kasatlantas Polresta Pekanbaru Angga Wahyu Prihantoro tidak menampik sejumlah ruas jalan terpaksa mengalami penyekatan selama PPKM level 4. Adanya penyekatan untuk membatasi mobilitas masyarakat yang tidak ada kepentingan bepergian ke luar rumah.

Angga mengaku para driver ojol bisa melintas di titik penyekatan yang ada. Mereka bisa menunjukkan bukti orderan kepada petugas di lapangan agar bisa melintasi titik penyekatan.

"Saat di penyekatan driver ojol bisa melintas untuk ambil order makanan atau antar makanan, asal memperlihatkan bukti orderan agar bisa melintas penyekatan," paparnya.

Baca juga: Ikuti Wisuda Virtual, Inka Wahyuni Mahasiswi Universitas Riau Lari Ke Tepi Laut Cari Sinyal

Mereka yang membawa penumpang juga bisa melintas di titik penyekatan. Namun dengan catatan penumpang merupakan orang bekerja di bidang esensial dan kritikal dalam PPKM level.

"Kalau bukan dari dua bidang itu kita sarankan untuk melintas di ruas jalan lain," jelasnya.

Para driver bisa menjelaskan hal ini kepada petugas di titik penyekatan. Apalagi pihaknya sudah berkomunikasi dengan paguyuban driver ojol di Kota Pekanbaru.

"Jadi untuk beberapa bidang kita persilahkan melintas, tapi tetap berkomunikasi dengan petugas di lapangan," jelasnya.

Baca juga: Mahasiswa UNRI Ajak Masyarakat Desa Saik Ikut Vaksin Covid-19

Baca juga: Asrama Haji Riau Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Baca juga: Dhapu Uty, Usaha Kue Spesialis Fudgy Brownies di Pekanbaru


--

(tribunpekanbaruWIKI.com/Fernando Sikumbang) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved