Kasus Covid-19 di Siak Melonjak, Pemkab Terapkan PPKM Level 3

Kasus Covid-19 di Siak Melonjak, Pemkab Terapkan PPKM Level 3. Kini Siak masuk zona orange

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Pengunjung Istana Siak sedang dicek suhu tubuhnya sebelum masuk ke Istana oleh petugas. 

Kasus Covid-19 di Siak Melonjak, Pemkab Terapkan PPKM Level 3

 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-- Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Siak melonjak secara signifikan dalam 3 hari terakhir, sebagai langkah penanganan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menerapkan PPKM Level 3 sejak 26 Juli 2021.

Peningkatan kasus Covid-19 tersebut membuat Kabupaten Siak masuk dalam zona orange.


Juru Bicara Satgas Covid 19 Kabupaten Siak L Budhi Yuwono menjelaskan, aturan di masa PPKM Level 3 cukup ketat.

Acara resepsi pernikahan dibatasi sebanyak 25 persen saja dan tidak ada hiburan musik. Rumah makan hanya boleh diisi oleh pelanggan 25 persen dari kapasitas ruangannya.


“kegiatan-kegiatan yang mengerahkan massa dibatasi, dan petugas tidak bisa ditawar dalam hal ini," tegas Budhi.


Data Satgas Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Siak menunjukkan, pada 26 Juli 2021 penambahan kasus positif Covid 19 sebanyak 117 orang, 27 Juli 107 orang dan 28 Juli 127 kasus. Jumlah 127 ini memecahkan rekor pertambahan kasus per hari di kabupaten Siak selama ini.

Baca juga: Mahasiswa UNRI Ajak Masyarakat Desa Saik Ikut Vaksin Covid-19


“Belum genap sebulan lebih 1.000 orang yang telah dinyatakan positif Covid-19, pada 28 Juli 2021 adalah rekor tertinggi per day selama Covid-19 melanda Kabupaten Siak," kata Budhi Yuwono


Budhi mengatakan, meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Siak merupakan hasil tracking Satgas Covid-19 dan pemerintah kepada orang-orang yang telah dinyatakan positif sebelumya. Setiap 1 orang positif Covid-19, maka akan ditracking sebanyak 15 orang yang kontak erat dengan pesakit.


“Orang yang dicurigai memiliki kontak erat dengan pasien positif Covid-19 tersebut akan dilakukan rapid test antigen. Karena rapid test antigen ini akurasinya sampai 95 persen, kemudian baru kita lakukan swab PCR," kata dia.


Budhi Yuwono juga menjelaskan, saat ini pihak rumah sakit telah menyiapkan tenda untuk menampung pasien yang dirujuk di RSUD. Di tenda itu dilakukan klasifikasi, antara Orang Tanpa Gejala (OTG) atau dan Orang Dengan Gejala (ODG). 


“OTG akan kita arahkan pemulihan ke asrama haji dan jika pasien memiliki keluhan sakit maka akan dirawat inap di RSUD Tengku Rafian Siak," terangnya.

Baca juga: Kenang Perjuangan Bengkalis Lawan Penjajah Portugis, Bupati Kasmarani Ziarah Ke Makam Bersejarah


Menurut Budhi Yuwono, kondisi Covid- 19 di kabupaten Siak benar-benar memprihatinkan. Kasus orang meninggal dunia karena Covid-19 secara rata-rata perhari sudah terjadi di Siak


“Orang Siak yang menderita Covid 19 baik di rawat si kabupaten Siak atau di rumah sakit lainnya ada yang meninggal setiap hari,” kata dia.


Tidak hanya itu, saat ini  RSUD Tengku Rafian Siak sudah penuh dan tidak bisa lagi untuk menampung pasien Covid-19. Pihak Satgas Covid-19 Kabupaten Siak bersama Bupati Siak Alfedri terpaksa mencari tempat alternatif untuk menampung para pasien Covid-19 tersebut.


"Saya kemarin sama pak bupati, sudah mengecek gedung daerah, rencana disana kita akan jadikan tempat penampungan pasien Covid-19. Kalau di sana paling tidak muat 200 tempat tidur,  namun saat ini masih menyiapkan tempat tidurnya,” katanya.


Selain gedung daerah, Budhi Yuwono juga mengaku telah meninjau Balai Latihan Kerja (BLK) di Kecamatan Mempura dan akan mengaktifkan kembali hotel Yasmin untuk pasien Covid-19.

Selain itu, masih ada cadangan gedung kesenian, yang juga sedang dipersiapkan menampung pasien Covid-19.


Budhi Yuwono meminta agar masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan, jika tidak memiliki kepentingan tidak perlu keluar rumah. 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved