Kenang Perjuangan Bengkalis Lawan Penjajah Portugis, Bupati Kasmarani Ziarah Ke Makam Bersejarah

Kenang Perjuangan Bengkalis Lawan Penjajah Portugis, Bupati Kasmarani Ziarah Ke Makam Bersejarah

Editor: Aan Ramdani

Kenang Perjuangan Bengkalis Lawan Penjajah Portugis, Bupati Kasmarani Ziarah Ke Makam Bersejarah

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Tepat pada hari ini kabupaten Bengkalis memperingati hari jadi Bengkalis ke 509. Peringatan hari jadi tahun ini masih sama dengan tahun lalu, dilaksanakan secara sederhana tanpa kegiatan pesta rakyat sepeti tahun tahun sebelum.

Peringatan secara sederhana dilaksanakan meningingat kondisi Pandemi Covid 19 masih melanda Bengkalis dan seluruh wilayah di Indonesia. Rangkaian kegiatan pun tidak semeriah tahun tahun sebelum pandemi, yang biasanya sepekan penuh kegiatan untuk masyarakat, mulai dari kegiatan permainan anak negeri, kesenian, sosial dan kreatif dan pawai budaya.

Tahun ini hanya kegiatan sakral dan tidak menimbulkan keramaian saja yang digelar pemerintah Bengkalis.  Diantara kegiatan ziarah kubur, syukuran dan tausyiah sempena hari jadi serta ditutup dengan kegiatan rapat paripurna istimewa yang dilaksanakan di gedung Paripurna DPRD Bengkalis.

Kegiatan ziarah kubur dilakukan bupati  Bengkalis Kasmarni sehari sebelum paripurna istimewa yang dilaksanakan hari ini. Bupati mengunjungi sejumlah makam yang bersejarah di Bengkalis.

Diantaranya makam Panglima Minal dan Makan Dara Sembilan yang ada di Desa Senggoro Kecamatan Bengkalis. Bupati dan rombongan mendatangi dua makam ini, di sana sempat mendengarkan sejarah singkat makam tersebut, serta dilaksanaka doa bersama dan menaburkan bunga.

Panglima Minal yang makamnya dikunjungi Bupati ini adalah salah satu tokoh di masa lampau yang ditinggal di Bathin Senggoro atau Desa Senggoro saat ini. Dia berasal dari Batu Sangkar Sumatra Barat, dengan nama aslinya Gombak Bauk.

Baca juga: Nikmati Durian Tembaga khas Bengkalis yang Mulai Langka

Gombak Bauk sampai ke tanah Negeri Junjungan saat masa Bengkalis dikuasai oleh Lanun atau perampok laut. Perampok ini sangat meresahkan masyarakat karena sering merampok kapal kapal masyarakat yang melintas di perairan Selat Bengkalis dan Tanjung Jati.

Seringnya perampokan terjadi di sana menbuat Raja Siak saat itu resah. Kemudian mengeluarkan sayembara untuk membasmi Lanun-lanun di Selat Bengkalis ini.

"Dimana Raja Siak menjanjikan akan menjadikan Panglima bagi siapa yang sanggup menumpas lanun atau perompak laut ini," cerita Azhar satu diantara tokoh masyarakat di Desa Senggoro tempat makam Panglima Minal Berada.

Gombak Bauk yang mendengar sayembara dari Raja Siak, kemudian secara diam diam mengunakan perahu berangkat ke  perairan Tanjung Jati. Disana dirinya menantang para lanun untuk adu kesaktian.

Baca juga: Asrama Haji Riau Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

"Ternyata Gombak Bauk berhasil mengalahkan pimpinan lanun tersebut. Sehingga para Lanun ini ditawannya dan dibawa kehadapan raja Siak.

Sesuai janjinya raja Siak memberikan gelar Panglima kepadanya dengan nama Panglima Minal. Memiliki gelar Panglima kemudian Gombak Bauk, pindah ke Pulau Bengkalis bersama istrinya, kehadirannya di Pulau Bengkalis sebagai Laksamana yang menjaga perairan Selat Bengkalis.

Sementara itu Makam Dara Sembilan sendiri merupakan Makam sembilan dara putri pimpinan Bathin Senggoro yakni Bathin Hitam. Hal ini diceritakan Baharuddin (54) penjaga situs bersejarah tersebut.

Menurut dia asal mula makam adalah sebuah benteng menyerupai sebuah Goa yang digunakan sebagai tempat menyembunyikan sembilan putri dari Bathin Hitam agar tidak diculik oleh  Portugis.

Baca juga: Kreatif, Adri Adnan Warga Bengkalis Sulap Tempurung Kelapa Jadi Kerajinan Unik

"Saat itu orangtua sembilan dara ini takut akan keselamatan putri putrinya dari penculikan portugis. Maka dibangunkanlah benteng berbentuk goa yang ada ditanah dataran tinggi di Desa Senggoro," ungkap Burhanuddin.

Singkatnya cerita, saat portugis datang Batin Senggoro langsung mengamankan kesembilan putrinya kedalam benteng dan pintunya dikunci dari luar oleh penjaga benteng.

Ketika Portugis hampir mendekati benteng persembunyian kesembilan dara itu tadi, penjaga kunci membuang kunci benteng ini guna menghilangkan jejak agar tidak diketahui oleh penjajah.

Penjaga kunci ini kemudian bergabung dan ikut bertempur dengan pasukan lainya. Saat itu Batin Senggoro bersama pasukannya berhasil memang dan mengusir mundur portugis.

Baca juga: Siti Mutiara Pertiwi Sulap Kebun Jadi Taman Rekreasi di Desa Kelapapati Bengkalis

Karena lama berada dalam benteng, akhirnya kesembilan dara tersebut meninggal dunia karena kelaparan. Sejak saat itulah tempat tersebut diberi nama Makam Dara Sembilan.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1408 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved