Tiga Helikopter Diturunkan Untuk Padamkan Karhutla dari Udara

Tiga Helikopter Diturunkan Untuk Padamkan Karhutla dari Udara. Diantaranya pemadaman karhutla di Pulau Rupat

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Helikopter untuk operasi water bombing berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin 29 Juli 2019 lalu (foto dok tribunpekanbaru.com/Theo Rizky) 

Tiga Helikopter Diturunkan Untuk Padamkan Karhutla dari Udara

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di beberapa kabupaten/kota, Riau. Petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi lahan yang terbakar. 


"Hari ini titik api berada di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis dan lokasi kedua ada di daerah Lubuk Gaung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Tim Satgas Karhutla Riau baik darat dan udara hari ini fokus mengatasi kebakaran di dua wilayah itu," kata Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal, Kamis (29/7/2021). 


Edy mengatakan, untuk mengatasi  kebakaran di Pulau Rupat pihaknya menurun dua helikopter untuk water bombing. Sedangkan kebakaran di Inhil diterbangkan satu helikopter water bombing. 


"Saat ini kebakaran sudah berhasil dipadamkan oleh tim. Namun tim masih stanby jika memastikan api benar-benar padam, karena lahan yang terbakar merupakan lahan gambut dan semak belukar," terangnya. 


Lebih lanjut Edy menyatakan, saat ini pihaknya tetap siaga mengantisipasi Karhutla di kabupaten/kota. Sebab saat ini dan diperkirakan sampai Agustus wilayah musim kemarau. 

 

Baca juga: Kisah Doni Saputra Rintis Usaha Jual Barang Rumah Tangga Unik

"Meski pademi kita tetap siaga. Karena kita sudah masuk musim kemarau, yang diperkirakan sampai Agustus mendatang," ujarnya. 


Sebelumnya, petugas gabungan juga berhasil memadamkan kebakaran lahan di Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) Provinsi Riau yang berada di Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu terus dilakukan. Tidak hanya melalui darat, namun upaya pemadaman juga dilakukan melalui udara dengan water boombing. 


Edy Afrizal saat dikonfirmasi perkembangan terbaru Karhutla di TNBT, menyebutkan bahwa api di lokasi kebakaran sudah berhasil dipadamkan. 


"Kebakaran di Taman Nasional Bukit Tigapuluh sudah berhasil kita padamkan dengan 16 kali Water Bombing (WB)," kata Edy. 


Meski sudah padam, tim satgas udara masih menemukan satu titik api di lokasi berbeda di Taman Nasional Bukit Tigapuluh.


"Hari ini kita sudah turunkan satu helikopter water bombing untuk pemadaman yang satu titik lagi," ujarnya.


Edy mengungkapkan, selama proses pemadaman kebakaran lahan di TNBT petugas mengalami kesulitan dalam melakukan proses pemadaman api di wilayah tersebut. Selain angin kencang dan cuaca kering, kendala lainya yang harus dihadapi oleh petugas adalah sulitnya mendapatkan sumber air untuk pemadaman api dilokasi tersebut.

Baca juga: Empat Puskesmas di Kota Pekanbaru Akan Dijadikan Tempat Perawatan Pasien Covid-19


"Satu unit heli water boombing sudah kita geser ke lokasi untuk membantu proses pemadaman melalui udara, karena di lokasi ini sumber airnya cukup sulit didapatkan," kata Edy.


Namun Edy belum bisa memastikan seberapa luas Karhutla yang terjadi di Taman Nasional yang dilindungi tersebut. 


"Saya belum tau berapa luasnya, tapi kalau lihat dari fotonya lumayan juga, memang kendala petugas di lapangan sumber air disana sulit, makanya harus dilakukan lewat jalur udara dengan water boombing" ujarnya.


Edy mengungkapkan, sejauh ini dari laporan yang pihaknya terima baru dua lokasi Karhutla di Riau yang masih dalam proses pemadaman. Yakni di Kubu Rohil dan di Bukit Tiga Puluh Inhu.

Helikopter melakukan pemadaman karhutla dari udara atau water boombing di salah satu titik api karhutla di Riau. (Theo Rizky/ tribunpekanbaru.com)
Helikopter melakukan pemadaman karhutla dari udara atau water boombing di salah satu titik api karhutla di Riau. (Theo Rizky/ tribunpekanbaru.com) (tribunpekanbaru.com)


"Kalau yang di Bukit Suligi Rohul alhamdulillah sudah padam," katanya. 


Seperti diketahui saat ini Upaya pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus dilakukan. Hingga Minggu (25/7/2021) petugas gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman Karhutla di wilayah tersebut. 


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, Minggu (25/7/2021) mengungkapkan, Karhutla di wilayah tersebut sebelumnya sudah berhasil dipadamkan dan hanya meninggalkan kepulan asap saja. Petugas dari provinsi Riau pun akhirnya ditarik kembali ke Pekanbaru karena melihat kondisi di lapangan sudah mulai kondusif.


"Tapi pagi tadi kami dapat laporan api membesar lagi disana (Kubu). Padahal kemarin sudah clear," kata Edy.


Saat ini petugas gabungan di Rohil, baik dari unsur TNI, Polri, BPBD, MPA dan Manggala Agni masih berjibaku melakukan pemadaman.


"Heli sudah dikirim kesana untuk melakukan water boombing," ujarnya. 


Karhutla di wilayah Kubu ini sudah berlangsung selama lima hari. Hingga saat ini api belum berhasil dijinakkan. Angin kencang dan cuaca kering membuat Karhutla di wilayah ini semakin cepat meluas dan membesar.  Ditambah lagi semak blukar yang kering di wilayah ini juga menjadikan api semakin mudah menjalar. 


"Ilalang kering dan semak-semak yang cukup luas, sitambah lagi angin kencang, sehingga api cepat meluas," ungkap Edy menjelaskan kondisi di lapangan.


Meski begitu, tim Satgas tak patah semangat. Mereka terus berupaya melakukan pemadaman agar kebakaran di wilayah tersebut bisa segera diatasi, agar tidak menimbulkan kabut asap. 


"Tim Satgas darat dan udara terus berupaya melakukan penanggulangan. Kta juga akan koordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk Teknologi Modifokasi Cuaca (TMC). Namun untuk TMC harus ada potensi atau bibit awan untuk menyemai garam, saat ini memang diwilayah tersebut awan yang mau disemai belum terlihat," katanya.


Sebelumnya Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab saat ini Riau mulai masuk musim kemarau sehingga potensi kebakaran lahan dapat dengan mudah terjadi dan meluas.


"Masyarakat jangan membuka lahan dengan membakar, silahkan membuka lahan, tapi dengan prosedur yang ada, kalau tidak sesuai prosedur tentu nanti akan ada penegakan hukum dari aparat," katanya.

 

Baca juga: Warga Rohul Serahkan Siamang yang Dipungut di Lokasi Karhutla 6 Tahun Lalu ke BBKSDA Riau

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Pekanbaru Kosong

 

-
(trbunpekanbaruWIKI.com/Syaiful Misgiono)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved