Tiga Helikopter Diturunkan Untuk Padamkan Karhutla dari Udara

Tiga Helikopter Diturunkan Untuk Padamkan Karhutla dari Udara. Diantaranya pemadaman karhutla di Pulau Rupat

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Helikopter untuk operasi water bombing berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin 29 Juli 2019 lalu (foto dok tribunpekanbaru.com/Theo Rizky) 


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, M Edy Afrizal, Minggu (25/7/2021) mengungkapkan, Karhutla di wilayah tersebut sebelumnya sudah berhasil dipadamkan dan hanya meninggalkan kepulan asap saja. Petugas dari provinsi Riau pun akhirnya ditarik kembali ke Pekanbaru karena melihat kondisi di lapangan sudah mulai kondusif.


"Tapi pagi tadi kami dapat laporan api membesar lagi disana (Kubu). Padahal kemarin sudah clear," kata Edy.


Saat ini petugas gabungan di Rohil, baik dari unsur TNI, Polri, BPBD, MPA dan Manggala Agni masih berjibaku melakukan pemadaman.


"Heli sudah dikirim kesana untuk melakukan water boombing," ujarnya. 


Karhutla di wilayah Kubu ini sudah berlangsung selama lima hari. Hingga saat ini api belum berhasil dijinakkan. Angin kencang dan cuaca kering membuat Karhutla di wilayah ini semakin cepat meluas dan membesar.  Ditambah lagi semak blukar yang kering di wilayah ini juga menjadikan api semakin mudah menjalar. 


"Ilalang kering dan semak-semak yang cukup luas, sitambah lagi angin kencang, sehingga api cepat meluas," ungkap Edy menjelaskan kondisi di lapangan.


Meski begitu, tim Satgas tak patah semangat. Mereka terus berupaya melakukan pemadaman agar kebakaran di wilayah tersebut bisa segera diatasi, agar tidak menimbulkan kabut asap. 


"Tim Satgas darat dan udara terus berupaya melakukan penanggulangan. Kta juga akan koordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk Teknologi Modifokasi Cuaca (TMC). Namun untuk TMC harus ada potensi atau bibit awan untuk menyemai garam, saat ini memang diwilayah tersebut awan yang mau disemai belum terlihat," katanya.


Sebelumnya Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sebab saat ini Riau mulai masuk musim kemarau sehingga potensi kebakaran lahan dapat dengan mudah terjadi dan meluas.


"Masyarakat jangan membuka lahan dengan membakar, silahkan membuka lahan, tapi dengan prosedur yang ada, kalau tidak sesuai prosedur tentu nanti akan ada penegakan hukum dari aparat," katanya.

 

Baca juga: Warga Rohul Serahkan Siamang yang Dipungut di Lokasi Karhutla 6 Tahun Lalu ke BBKSDA Riau

Baca juga: Stok Vaksin Covid-19 di Pekanbaru Kosong

 

-
(trbunpekanbaruWIKI.com/Syaiful Misgiono)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved