Warga Rohul Serahkan Siamang yang Dipungut di Lokasi Karhutla 6 Tahun Lalu ke BBKSDA Riau

Warga Rohul Serahkan Siamang yang Dipungut di Lokasi Karhutla 6 Tahun Lalu ke BBKSDA Riau

Editor: Aan Ramdani
dok.BBKSDA Riau
Siamang (Symphalangus syndactylus) yang dievakuasi di Kelurahan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (12/7/2021), 

Warga Rohul Serahkan Siamang yang Dipungut di Lokasi Karhutla 6 Tahun Lalu ke BBKSDA Riau

 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau mengevakuasi satwa liar dilindungi Siamang (Symphalangus syndactylus) di Kelurahan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, Senin (12/7/2021)

Evakuasi tersebut diwarnai rasa haru karena siamang betina berumur sekitar tujuh tahun tersebut seakan-akan enggan berpisah dari pemeliharanya yang sudah menganggapnya bagian dari keluarga.

Walaupun berat hati untuk berpisah, namun akhirnya primata yang memiliki status konservasi terancam punah itu harus rela diserahkan ke Tim Balai Besar KSDA Riau.

Saat ini siamang itu berada di kandang transit satwa Balai Besar KSDA Riau untuk observasi guna tindakan konservasi lebih lanjut untuk kelestariannya.

Baca juga: Warga Kota Dumai Riau Tewas Diterkam Harimau Sumatra

Disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Riau , Suharyono, jalannya evakuasi tersebut berawal dari laporan yang masuk ke call center BBKSDA Riau bahwa ada pasangan suami isteri, yaitu Embas Bernawi dan Istrinya Elfi Eriani yang melaporkan telah memelihara siamang selama enam tahun.

“Atas dasar laporan tersebut, Tim WRU kami langsung cross check di lapangan, dari keterangan yang kami peroleh bahwa pasangan suami istri ini telah merawat siamang itu kurang lebih enam tahun, dia memungut anak siamang yang ditinggal induknya saat terjadi kebakaran di Kabupaten Rohul,” kata Suharyono, Rabu (27/7/2021)

Dilanjutkan Suharyono, kemudian suami isteri itu merawat siamang tersebut sampai besar dan pada akhirnya ada tetangga yang memberi tahu bahwasanya siamang itu adalah satwa yang dilindungi.

“Atas kesadaran itu, suami isteri itu langsung  menelpon kami ke call center,” ujarnya.

Sampai saat ini pihaknya masih memantau perilaku dan kesehatan siamang tersebut, karena meskipun secara secara fisik kelihatannya baik-baik saja, namun perlu dilakukan pendalaman akibat pola hidup dan pola makannya yang sudah berubah.

“Karena sudah hidup dengan manusia, sudah makan dan minum seperti orang, sehingga ini yang sedang kami pantau perilakunya dan sedikit demi sedikit kami ubah perilaku-perilaku yang sudah menjadi kebiasaannya selama dipelihara, sehingga kesehatan secara keseluruhan kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut,” katanya.

Suharyono berharap momen ini menjadi contoh positif bagi masyarakat yang saat ini masih memelihara hewan liar, bahwa adanya kesadaran pribadi untuk menyerahkan satwa yang dilindungi.

“Kenapa? karena kalau sampai ketahuan memelihara satwa yang dilindungi secara tidak sah maka bisa terkena ancaman pidana, sehingga siapun masyarakat yang memelihara dan merawat satwa yang dilindungi secara tidak sah, tolong dilaporkan ke kami dan kami akan jemput dan akan kami kembalikan ke alam jika memungkinkan,” jelasnya.

Baca juga: Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau

Baca juga: Harimau Sumatra Makan Kambing Milik Warga di Siak Riau


--
(tribunpekanbaru.com/ Theo Rizky)

 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1399 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved