Rumah Jamur Nando, Wisata Edukasi Jamur di Pekanbaru

Rumah Jamur Nando, Wisata Edukasi Jamur di Pekanbaru. Rumah Jamur Nando berlokasi di Kecamatan Tenayan Raya

Editor: Aan Ramdani
Tribunpekanbaru.com
Bayu Fernando pemilik Rumah Jamur Nando yang terletak di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru saat memperlihatkan jamur hasil budidayanya. 


"Bahkan kita sendiri masih kekurangan selalu banyak permintaan dari pelanggan,"ujarnya.


Kalau dari segi pendapatan, menurut Fernando pada panen kedua itu sudah bisa balik modal untuk pembelian media tanamnya. Dalam satu media tanam bisa lima sampai enam kali panen.


"Limbahnya media tanam jamur juga bisa dipergunakan untuk membuat kompos, sehingga semuanya bermanfaat,"ujarnya.


Memang diakui Fernando, pada saat pandemi Covid-19 saat ini terjadi penurunan yang cukup drastis karena tidak mungkin membuat kerumunan pada saat ini.


"Kita selalu mengambil hikmah dari kondisi yang ada saat ini. Mungkin pada saat pandemi ini saatnya kita maintenance tempat wisata kita agar lebih baik. Kemudian membuat inovasi dimana kita juga sempat buat open wisata virtual,"jelasnya.


Nando juga berbagi tips sedikit cara pembudidayaan jamur dengan menyediakan rak untuk tempat media tanam jamur, kemudian tempatnya harus sedikit lembab dan cahaya harus masuk juga suhunya pada kisaran 24 derajat Celcius.


"Sehingga rumah jamurnya harus disiapkan agar lembab. Tidak perlu cahaya matahari yang intens, bahan media tanamnya cukup dari serbuk kayu dan dedak dan tentunya perangsang jamur,"jelas Fernando.


Sebagai anak muda yang sudah mulai usaha sejak usia kuliah tersebut, Fernando juga sedikit memberi pesannya kepada anak muda khususnya di Riau, kalau mau buka usaha harus dicoba dulu jangan berpikir negatifnya dulu sebelum membuka usaha.


"Jangan mudah mengatakan kita tidak bisa. Kalau susah dicoba maka ada dua kemungkinan, 50 persen berhasil dan 50 persen gagal. Tapi kalau tidak mencoba sama sekali maka dipastikan 100 persen kita gagal,"ujarnya.


"Kalau sudah mencoba dan gagal maka coba lagi, gagal coba lagi sampai berhasil. Karena tidak ada sesuatu itu terjadi berhasil dengan cara instan saja tanpa ada kerja keras,"jelas Bayu Fernando.

Baca juga: Kisah Rojali, Penjual Kotoran Sapi di Siak Riau Kantongi 6 Juta Perbulan

Baca juga: Mimbar Masjid Syahabuddin di Siak Riau ini Sudah Berusia 300 Tahun

Baca juga: Tengku Said Eka Nusirhan, Warga Siak Riau Dirikan Rumah Produksi Minyak Atsiri


--

(tribunpekanbaruWIKI.comĀ / Nasuha Nasution)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved