Angka Stunting di Pekanbaru Masih Tinggi

Angka Stunting di Pekanbaru masih tinggi.Tertinggi di Kelurahan Rejosari terdapat 69 balita yang alami Stunting

Editor: Aan Ramdani
dok.riau.go.id
Tim Dinas Kesehatan Provinsi Riau saat verifikasi data situasi stunting di Kabupaten Rokan Hulu tahun 2018 lalu. 

Dirinya mengajak lembaga dan berbagai pihak ikut membantu upaya menurunkan angka stunting. Ia menyebut anggarannya bisa bersumber dari CSR dunia usaha, hibah, infak, wakaf dan kegiatan lainnya dalam meningkatkan akses layanan kesehatan dan layanan sanitasi.

Tahun 2022 mendatang pemerintah kota mengalokasikan anggaran sebesar Rp 82 miliar untuk mencegah kasus stunting. Upaya mencegah stunting ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

OPD yang terlibat yakni Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. Lalu Dinas Ketahanan Pangan Kota Pekanbaru, Dinas PUPR Kota Pekanbaru dan Dinas Perkim Pekanbaru. Lalu Dinas Sosial Pekanbaru, Disdalduk KB Kota Pekanbaru, DP3AM Kota Pekanbaru, Bappeda Kota Pekanbaru dan Disdukcapil Kota Pekanbaru.

Baca juga: Perusda Rokan Hulu Jaya Perkenalkan Produk Batik Corak Rohul Kepada Wagubri

Rembuk ini bertujuan untuk memastikann adanya upaya penurunan kasus stunting secara terintegrasi. Ada juga komitmen bersama dalam menurunkan kasus stunting.

Kasus stunting di Kota Pekanbaru mengalami penurunan dari tahun 2019 sebesar 18,58 persen. Lalu pada tahun 2020 turun menjadi 2,24 persen.

Ada 15 kelurahan di Kota Pekanbaru bakal menjadi fokus penanganan stunting. Kelurahan itu masuk dalam zona merah stunting.

Baca juga: Desa Bukit Intan Makmur Rohul Masuk Nominasi 7 Desa Pangan Aman Nasional

Baca juga: Kampung Tangguh Binaan Polres Bengkalis Siapkan Budidaya Porang


--
(tribunpekanbaruWIKI.com/Fernando Sikumbang) 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved