Kampung Tangguh Binaan Polres Bengkalis Siapkan Budidaya Porang

Kampung Tangguh Binaan Polres Bengkalis Siapkan Budidaya Porang setelah sebelumnya sukses bertani cabai

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Umbi Tanaman Porang 

Untuk olahan bisa menjadi berupa chip ataupun tepung. Pembuatan chip bisa secara manual dilakukan oleh petani dan dikeringkan sendiri.

"Jadi petani bisa jual umbinya secara langsung atau dibuat chip terlebih dahulu baru dijual. Untuk penjualan umbi basah saja itu perkilogramnya sekitar tujuh ribu lima ratus rupiah, sedangkan dalam bentuk chip kering atau sudah dijemur dengan matahari perkilogramnya sekitar tiga puluh delapan ribu perkilogramnya," tambah Suwarno.

Harga yang cukup menjanjikan ini bagi  petani diharapkan bisa menjadi daya tarik petani di Bengkalis untuk mengembangkan. Menurut dia, saat ini di Riau sudah ada perusahaan penampung hasil umbi porang di Kabupaten Siak, mereka sebagai mitra sejauh ini siap untuk menampung porang yang ada di Riau termasuk Bengkalis.

"Jadi sejauh ini tidak perlu khawatir untuk menampung porang, saat ini perusahaannya sudah ada," terangnya.

Pelatihan budidaya porang yang dilakukan Polres Bengkalis ini mendapat apresiasi dari  Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Pertenakan (DTPHP) Bengkalis. Kepala DTPHP Bengkalis Tarmizi mengungkapkan dirinya juga sudah ada rencana untuk mensosialisasikan kepada petani untuk mulai menanam porang di Bengkalis.

"Kita apresiasi apa yang dilakukan Kapolres Bengkalis untuk mendidik masyarakat dalam penanaman porang ini. Karena potensi prospek kedepannya cukup menjanjikan," tambahnya.

DTPHP juga melihat potensi porang yang cukup besar untuk mendukung perekonomian petani. Makanya ke depan rencananya pihaknya akan mensosialisasikan penanaman porang dilahan petani Bengkalis.

Namun niat sosialisasi ini belum dilaksanakan karena pihak DTPHP Bengkalis ingin memastikan dahulu penampung dari porang Bengkalis ini. Kalau perlu ada kontrak pasti perusahaan pengelola porang ini mau menampung hasil porang Bengkalis.

"Kita tidak mau nanti setelah masyarakat menanam masal porang ini nanti, buyer atau penampung tidak ada mau ambil porang masyarakat. Makanya kita pastikan dahulu penampung ada," tandasnya.

 

--
(tribunpekanbaruWIKI.com/ Muhammad Natsir)

 

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved