Kampung Tangguh Binaan Polres Bengkalis Siapkan Budidaya Porang

Kampung Tangguh Binaan Polres Bengkalis Siapkan Budidaya Porang setelah sebelumnya sukses bertani cabai

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Umbi Tanaman Porang 

Kampung Tangguh Binaan Polres Bengkalis Siapkan Budidaya Porang


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Pemulihan sektor ekonomi yang porak poranda selama pandemi tidak bisa dilakukan sendiri. Seluruh stake holder terkait harus bekerjasama meningkatkan perekonomian masyarakat.

Upaya ini juga dilakukan ditubuh Polri, mereka membuat program kampung tangguh serentak seluruh Indonesia sejak tahun lalu. Program yang dilakukan guna memperkuat kesedian pangan daerah daerah.

Program kampung tangguh yang berjalan satu tahun ini ternyata berhasil dibeberapa daerah. Satu diantaranya terlihat di Bengkalis, Polres Bengkalis dalam program kampung tangguh di mulai tahun 2020 lalu dengan membuka dan mengelola lahan tidur milik pemerintah Bengkalis menunjukkan hasilnya.

Lahan ini dikelola Polres Bengkalis bersama masyarakat guna menciptakan ketahanan pangan dan ekonomi setempat. Mereka Pengelolaan lahan yang berada di Desa Sungai Alam Kecamatan Bengkalis dengan menanam batang cabe.

Selama Enam bulan pengelolaan lahan kampung tangguh ini Polres Bengkalis sukses pada panen pertama menghasilkan sebanyak 300 kilogram cabai merah kriting. Keberhasilan ini membuat Polres Bengkalis kembali  terus berinovasi dalam mengelola lahan bersama masyarakat setempat.

Jumlah batang cabai yang ditanampun terus ditambah sebanyak 4.000 batang cabe merah keriting. Selain cabe, dikampung tangguh juga mulai di tanam nanas madu sebanyak 7.000 batang dan jeruk lemon nipis (lepis) sebanyak 204 batang.


Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan mengatakan hasil dari kampung tangguh dimanfaatkan untuk membantu masyarakat dan tempat tempat pendidikan seperti pesantren yang ada di Bengkalis.

"Yang bekerja di sini masyarakat yang tidak mampu, jadi membantu mereka dalam perekonomian, begitu juga sepuluh persen dari hasil penjualan panen juga kita peruntukan untuk membantu dunia pendidikan," terangnya.


Beberapa bulan lalu Kapolres Bengkalis juga melirik komoditas baru untuk dikembangkan di lahan kampung tangguh ini. Komoditas tersebut yakni umbi porang yang digadang gadangkan pemerintah pusat sebagai komoditas unggulan Indonesia bersama sarang walet.

Setelah beberapa bulan mempelajari komoditas ini serta bertemu dengan ahli porang dari Kabupaten Siak, Polres Bengkalis akhirnya membulatkan tekat membudidayakan umbi porang ini.

Tidak ingin maju sendiri, Polres Bengkalis merangkul masyarakat Bengkalis untuk ikut serta mengembangkan umbi porang. Upaya ini dilakukan dengan mengelar pelatihan pembudidayaan umbi porang kepada masyarakat Bengkalis.

Pelatihan digelar Polres Bengkalis dengan menghadirkan ahli umbi porang dari UD Akmal Salim Mandiri Porang dari kabupaten Siak, Minggu (11/7/2019) pagi hingga siang.

Pelatihan ini diikuti oleh Kepala Desa di Bengkalis sebanyak lima belas orang Kepala Desa, Bhabinkamtibmas dan perwakilan pondok pesantren yang ada di Bengkalis.

Dalam pelatihan yang berlangsung setengah hari kemarin peserta diberikan pengetahuan terkait bibit, pola penanaman dan teknis perawatan hingga masa panen.

Menurut Hendra Gunawan, pelatihan budidaya porang dilaksanakan pihaknya karena potensi porang secara ekonomi cukup tinggi. Apalagi saat ini umbi porang menjadi komoditas utama yang diharapkan pemerintah bersama komoditas burung walet.

"Porang ini cukup menjanjikan dalam nilai ekonominya. Untuk itu kami gelar pelatihan budidaya porang, dengan harapan Bengkalis ke depan bisa menjadi pusat penanam porang. Serta kampung tangguh Polres Bengkalis akan dijadikan pusat pelatihan dan pendidikan budidaya umbi porang," tambahnya.

Dalam pelatihan budidaya porang ini Bhabinkamtibmas, Kepala Desa dan perwakilan Pesantren yang hadir langsung belajar bagaimana penanam porang ini. Semua pola penanaman yang diajarkan oleh tim ahli Porang yang dihadirkan.

Diantaranya pola penanaman dengan mengunakan umbi porang langsung, pola penanaman dengan menggunakan katak porang serta pola penanaman dengan menggunakan spora.

"Kita ingin ilmu yang berikan oleh ahli porang, bisa digunakan masyarakat, diimplementasikan dilahan masing masing," terangnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved