Terkenal dengan Sebutan Kampung Narkoba, Polda Riau Pasang 16 CCTV di Kampung Dalam Pekanbaru

Terkenal dengan Sebutan Kampung Narkoba, Polda Riau Pasang 16 CCTV di Kampung Dalam Pekanbaru

Editor: Aan Ramdani
zoom-inlihat foto Terkenal dengan Sebutan Kampung Narkoba, Polda Riau Pasang 16 CCTV di Kampung Dalam Pekanbaru
tribunpekanbaru.com
Penangkapan bandar narkoba di Kampung dalam tahun 2017 lalu

Terkenal dengan Sebutan Kampung Narkoba, Polda Riau Pasang 16 CCTV di Kampung Dalam Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Jika berbicara tentang Kampung Dalam di Pekanbatu, sudah pasti stigma negatif sebagai Kampung Narkoba. Pasalnya, banyak sekali kasus penangkapan yang dilakukan oleh petugas.

Sebagai salah satu langkah dan solusi, Polda Riau mendirikan pos jaga bernama Pos Jaga Kampung Bersih Narkoba di Kampung Dalam tersebut.

Disamping itu ada 16 CCTV yang dipasang untuk mengawasi aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas jual beli barang terlarang narkotika.

Pos Jaga Kampung Bersih Narkoba di Kampung Dalam diresmikan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi,pada Rabu 7 Juli 2021 malam.

Dikatakan Irjen Agung, dirinya tidak akan menyebut bahwa Kampung Dalam adalah Kampung Narkoba. Meskipun stigma negatif Kampung Dalam ini, memang sudah sejak lama ada.

Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (baju putih) saat meninjau ke dalam Posko Jaga Kampung Bersih Narkoba di wilayah Kampung Dalam, Kota Pekanbaru, usai meresmikannya, Rabu (7/7/2021)
Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi (baju putih) saat meninjau ke dalam Posko Jaga Kampung Bersih Narkoba di wilayah Kampung Dalam, Kota Pekanbaru, usai meresmikannya, Rabu (7/7/2021) (tribunpekanbaru.com)

Baca juga: Pengetatan PPKM Mikro di Pekanbaru, Jalan Jalan Jendral Sudirman Disekat

Baca juga: Tim Sepak Takraw Meranti Turunkan 5 Atlet di Kejurda Pelajar Riau 2021

"Kalau saya menyebutkannya, maka kita semua sedang memberi stempel kampung ini sebagai kampung narkoba. Kampung ini sebenarnya kampung yang menyenangkan bagi warga yang tinggal di sini ," jelas Kapolda Riau.

Namun atas fenomena yang terjadi di Kampung Dalam yang erat kaitannya dengan peredaran narkoba, maka dipaparkan Irjen Agung, pihaknya pun mencoba mencarikan solusinya.

Karena tak bisa dipungkiri, barang haram memang ada di daerah Kampung Dalam. Hal ini dibuktikan dengan sejumlah pengungkapan yang berhasil dilakukan jajaran kepolisian.

Misalnya, pengungkapan 500 paket sabu siap edar yang dilakukan Polsek Senapelan beberapa waktu lalu. Dimana aparat menggerebek sebuah rumah yang ada di Kampung Dalam.

Baca juga: Daftar Harga Kelapa Sawit di Riau Priode 7 Hingga 13 Juli 2021

"Artinya memang ada narkoba di sini. Kemarin kami tangkap 108 kg sabu yang akan diedarkan di Pekanbaru. Karena saya cinta dengan Kampung Dalam, saya tangkap. Supaya tidak beredar di sini," ulas Irjen Agung.

"Kita sedang mencari solusi bagaimana kampung ini jadi kampung yang Rahmatallil'alamin, kampung yang memberi berkah bagi keluarga di sini, kampung yang bisa mendidik anak-anak jadi orang hebat di masa yang akan datang," imbuhnya.

Untuk itu diungkapkannya, perlu usaha kongkrit yang harus dilakukan secara bersama untuk mewujudkan itu. Karena diterangkan Jenderal bintang dua ini, penegakan hukum sebenarnya hanyalah menyelesaikan sebagian kecil dari persoalan yang sebenarnya.

Ia pun mengajak semua pihak, agar sama-sama ikut menata Kampung Dalam sebagai kampung yang lebih baik.

"Selama setahun ini, saya mohon maaf, ada 24 warga di sini yang saya tangkap. Tentu kami tidak ingin menambah, saya berharap 24 ini adalah yang terakhir, yang kemudian kita semua bisa kembali menjadi manusia seutuhnya. Yang paham bahwa tidak ada satu pun alasan bahwa narkoba itu bermanfaat, tidak ada," bebernya.

 

Baca juga: Tingkat Hunian Hotel Mei 2021 di Riau Sebesar 31,54, Hotel Bintang 3 Paling Laris

--
(tribunpekanbaruWIKI.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved