Gerakan Wakaf Seribu Rupiah di Siak Berhasil Bangun Ruko Untuk Ponpes Darul Hadits

Gerakan wakaf uang Rp.1.000 perhari di Kabupaten Siak yang digagas oleh Bupati Alfedri terbilang cukup berhasil.

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Bupati Siak Alfedri berfoto bersama pengurus BWI di depan pembangunan Ruko yang berasal dari dana wakaf, Rabu (7/7/2021). 

Gerakan Wakaf Seribu Rupiah di Siak Berhasil Bangun Ruko Untuk Ponpes Darul Hadits


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Gerakan wakaf uang Rp.1.000 perhari di Kabupaten Siak yang digagas oleh Bupati Alfedri terbilang cukup berhasil.

Dari uang yang terkumpulkan tersebut kini sedang dilakukan pembangunan ruko atau rumah toko 2 pintu di Jalan Tengku Buwang Asmara/Sapta Taruna, kelurahan Kampung Rempak, Siak.

Ruko tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk usaha yang hasilnya diperuntukan untuk Pondok pesantren Darul Hadits Sultan Yahya, Siak.

Gerakan wakaf uang Rp 1000 perhari di Siak digagas Bupati Siak Alfedri, sekaligus sebagai Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) kabupaten Siak ini baru setahun berlangsung.

Baca juga: Bupati Siak Alfedri

Baca juga: Kisah Herman, Petani Holtikultura Sukses Asal Siak Riau

“Saat ini sedang dibangun tempat wudhu dan ruko dua pintu di samping rumah Pondok Pesantren Darul Hadist jalan Sapta Taruna, kampung Rempak, Kota Siak, pembangunannya berasal dari uang wakaf umat,” kata Alfedri, Rabu (7/7/2021).

Ia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat kabupaten Siak atas tingginya antusias orang berwakaf meski dengan gerakan wakaf Rp 1000 per hari.

“Kami sangat bersyukur karena semangat umat untuk perwakaf terutama wakaf produktif cukup tinggi di kota Siak,” Bupati Alfedri.

Ia mengatakan, gerakan wakaf uang ini sudah dimulai pada Januari 2020 lalu. Pihaknya menempatkan tong pengumpul uang wakaf di setiap kantor untuk mengumpul uang tersebut.

“Setiap bulan uang yang berada di dalam tong wakaf akan ditarik pengurus dan dicatat serta dibuat laporannnya,” kata dia.

Menurut Alfedri, jika pembanggunan Ruko itu selesai, dapat digunakan untuk usaha bisnis seperti mini market. Hasil usahanya nanti bisa digunakan untuk keperluan penggelolaan Pondok Pesantren Darul Hadist sehingga pondok pesantren ini menjadi mandiri.

Baca juga: SEACHA Pilih Siak Jadi Role Model Manajemen Heritage Clinic Program

Baca juga: Melihat Tradisi Semah Kampung di Batu Teritib dan Geniot Kota Dumai

"Rencananya Ruko ini akan kita bangun bertahap, untuk ruko yang mulai dikerjakan sekarang kita gunakan untuk usaha. Jika bisnis ini berhasil akan mampu menopang ekonomi pondok pesantren," kata dia.

Di samping itu Darul Hadits ini banyak diminanti masyarakat kabupaten Siak, namun karena ruang belajar terbatas, sehingga penerimaan santri dibatasi pula. Ponpes Darul Hadits yang terbilang baru ini sudah memiliki santri yang hafal 500 hadist.

"Kita harapkan nanti dukungan dana wakaf selanjutnya, dapat diarahkan untuk keperluan yang lain. Seperti saat ini yang berlu dibangun, ruang belajar, masjid, asrama putra -putri dan lapangan panah dan berkuda," terangnya.

Ketua Yayasan Sultan Yahya Abdul Rasyid Rianto mengatakan harta wakaf dapat membantu aktivitas ekonomi sebuah lembaga bahkan negara, baik digunakan sebagai sumber modal pembangunan atau yang lain. Ia berterimkasih kepada umat Islam yang telah mempercayai Badan Wakaf Indonesia kabupaten Siak, sebagai lembaga penyalur wakaf bagi kepentingan umat.

"Kami bersyukur, kepedulian warga Siak sangat tinggi terhadap wakaf produktif. Ponpes ini berdiri di tanah wakaf, wakaf ini pahala jariah, ia akan abadi meski orangnya telah tiada," kata dia.

Baca juga: Pengusulan Gelar Tengku Buwang Asmara Menjadi Pahlawan Nasional, Sekda Siak Minta Tim Bahas Tuntas

Baca juga: Mimbar Masjid Syahabuddin di Siak Riau ini Sudah Berusia 300 Tahun

--
(tribunpekanbaruWIKI.com/mayonal putra)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved