Ingat Polisi di Pekanbaru yang Bawa 16 Kg Sabu, Ia Divonis Penjara Seumur Hidup

Imam Ziadi Zaidi merupakan oknum polisi yang dipecat dari kesatuannya karena menjadi kurir narkotika jenis sabu sebanyak 16 kilogram

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Kompol IZ Oknum Perwira Polisi di Riau Jadi Kurir Sabu 16 Kg 

Ingat Polisi di Pekanbaru yang Bawa 16 Kg Sabu, Ia Divonis Penjara Seumur Hidup


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Oknum polisi berpangkat Kompol bernama Imam Ziadi Zaidi sempat viral Oktober 2020 lalu karena perbuatanya yang menjadi kurur 16 Kilogram narkotika jenis sabu.

Akibat perbuatanya ini Imam Ziadi Zaidi langsung dipecat dari kesatuannya karena disebut sebagai penghianat bangsa.

Video rekaman saat peroses penangkapan Ziadi di Jalan Soekarno Hatta Kota Pekanbaru menjadi tontonan warga dan menimbulkan kemacetan. Terlebih aksi pengejaran yang dilakukan petugas terhadap oknum ini juga menimbulkan kepanikan warga karena pelaku bersama rekanya tancap gas dengan mobil yang dikendarai.

Hingga Akhirnya tertangkap, timah panas pun bersarang ditubuh Imam Ziadi Zaidi.

Akibat perbuatan tersangka pria yang kini sudah menjadi mantan polisi ini divonis hukuman seumur hidup.

Vonis ini dijatuhkan majelis hakim yang diketuai Mahyudin kepada Imam Ziadi Zaid, yang dibacakan saat sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, pada Selasa (29/6/2021) lalu.

Baca juga: Rumah Makan Sate Solo di Pekanbaru, Jaga Cita Rasa Khas Selama 20 Tahun

Majelis hakim menyatakan perbuatan oknum polisi yang terakhir berpangkat Kompol dan berdinas di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau itu, terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-undang (UU) Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menghukum terdakwa (Imam Ziadi Zaid,red) dengan pidana penjara selama seumur hidup," ujar hakim ketua, Mahyudin, dalam sidang yang digelar dengan skema video conference.

Vonis hakim ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan pada sidang sebelumnya.

Hanya saja, JPU menilai terdakwa bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara itu, terdakwa lainnya yakni Hendri Winata alias Acoy yang merupakan rekan Imam Ziadi saat membawa 16 kg sabu, juga mengikuti sidang yang digelar terpisah.

Sama seperti mam, Acoy juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Majelis hakim yang dipimpin Liviana Tanjung menyatakan Acoy terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas putusan tersebut, tim JPU dan terdakwa Imam menyatakan pikir-pikir. Sedangkan terdakwa Hendri Winata alias Acoy, langsung menyatakan banding.

Baca juga: 7 Manfaat Buah Jeruk, Mulai dari Tingkatkan Imun Tubuh Hingga Lawan Radikal Bebas


Disebutkan JPU dalam dakwaannya, bahwa terdakwa Imam Ziadi Zaid pada hari Jumat tanggal 23 Oktober 2020 sekira pukul 19.30 WIB, melakukan permufakatan jahat untuk melakukan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram.

Awalnya sekira pukul 17.00 WIB, Heri (DPO) menghubungi Hendri Winata alias Acoy untuk mengambil narkotika jenis sabu.

Selanjutnya, Hendri menghubungi Kompol Imam untuk bersama-sama menjemput kayu gaharu yang notabene adalah narkotika jenis sabu.

"Kayu gaharu adalah kode untuk narkotika jenis sabu," kata JPU.

Kemudian, Kompol Imam sampai di rumah Hendri dengan mengendarai mobil Opel Blazer.

Heri (DPO) kembali menghubungi Hendri untuk mengambil narkotika jenis sabu i Jalan Parit Indah, Kota Pekanbaru.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1327 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved