Buat Surat PCR Covid-19 Palsu, Bos dan Anak Buah di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Buat Surat PCR Covid-19 Palsu, Bos dan Anak Buah di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, saat ekspos kasus pemalsuan surat hasil Swab PCR 

Buat Surat PCR Covid-19 Palsu, Bos dan Anak Buah di Pekanbaru Ditangkap Polisi


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Seorang Bos sebuah perusahaan di Pekanbaru berinisal HH usia 38 tahun dan anak buahnya berinisal JO usia 26 tahun ditangkap Polisi setelah kedapatan membuat Surat PCR Covid-19 Palsu. Surat palsu tersebut digunakan oleh HH sebagai syarat perjalanan udara dari Pekanbaru ke Jakarata.

Terendusnya perbuatan ilegal kedua pelaku, berawal saat si Bos HH hendak berangkat dari Pekanbaru ke Jakarta melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

HH pun menunjukkan surat hasil negatif tes swab PCR covid-19 keluaran salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

Saat dilakukan proses pengecekan dan validasi oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP bandara, ternyata surat milik HH itu dinyatakan tidak resmi dan tidak valid.

Petugas KKP lalu berkoordinasi dengan personel Polsek Bukit Raya, Polresta Pekanbaru. HH lantas diamankan dan diintrogasi.

Baca juga: Naik Pangkat, Puluhan Polisi di Siak Riau Sujud Syukur

Baca juga: Manfaat Kunyit Putih Bagi Kesehatan Tubuh

"HH mengakui bahwa hasil surat hasil tes itu adalah palsu. Ternyata dia menyuruh karyawannya saudara JO untuk membuat surat Hasil Laboratorium PCR covid-19 dengan hasil negatif, yang digunakan HH untuk keberangkatan ke Jakarta," Jelas Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mumin Wijaya, saat ekspos kasus, Jumat (2/7/2021).

Atas keterangan HH itu, polisi lalu mencari keberadaan JO. Tak butuh waktu lama, keesokan harinya, JO pun berhasil ditangkap saat berada di kantor tempat dia bekerja.

HH dan JO pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit laptop dan 1 unit printer.

Selain itu ada pula selembar surat hasil swab PCR palsu, selembar KTP, selembar boarding pass maskapai Citilink dan selembar kode booking tiket pesawat yang kesemuanya atas nama tersangka HH.


"Hasil pemeriksaan terhadap tersangka JO, dia disuruh oleh HH membuat surat palsu. Dengan cara mengedit dengan microsoft word dan mengambil logo rumah sakit lewat internet," kata Kapolresta Pekanbaru.

Baca juga: Nikmati Durian Tembaga khas Bengkalis yang Mulai Langka

Diterangkan Nandang, pihaknya kini juga sedang mendalami, apakah surat palsu ini juga digunakan oleh orang yang lain.

"Sedang kita dalami. Kita juga akan menggali apakah dia (JO) mendapat honor khusus dalam membuat surat ini," bebernya.

Dalam hal ini, terungkap juga alasan atau motif HH nekat menggunakan surat hasil tes swab PCR covid-19 palsu sebagai syarat melakukan penerbangan ke luar kota.

Kapolresta Pekanbaru menjelaskan, tersangka HH awalnya mengaku baru sekali menggunakan surat palsu yang menyatakan hasil negatif covid-19 tersebut.

Tapi berdasarkan keterangan tersangka JO, dia sudah 3 kali diminta HH untuk membuat surat bebas covid-19 palsu untuk digunakan.

"Motifnya mau praktis, mau instan. Dia tidak memikirkan dampaknya, ini bisa mengakibatkan upaya kita mencegah covid jadi terhambat. Dia tidak jujur, berupaya membohongi dan mengelabui petugas. Seolah-olah dengan surat yang dia buat itu, membenarkan dia bebas covid," ungkap Nandang.


Tersangka HH dan JO, dalam kasus ini dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.

Selanjutnya Pasal 268 KUHP tentang menggunakan surat palsu dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara.

"Ini merupakan keberhasilan Polsek Bukit Raya bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara SSK II untuk mengungkap pelaku yang melakukan pemalsuan surat hasil lab PCR yang seolah-olah dikeluarkan rumah sakit," tandas Kapolresta.

Baca juga: Dhanys Taekwondo Club Pekanbaru Bawa Pulang 22 Medali dari Kejuaraan Taekwondo di Jambi

Baca juga: Pemkab Siak Luncurkan Kampung Zakat di Bungaraya, Pertama di Riau


--
(tribunpekanbaruWIKI.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved