Nikmati Durian Tembaga khas Bengkalis yang Mulai Langka

Nikmati Durian Tembaga khas Bengkalis yang Mulai Langka.Durian Bengkalis cukup terkenal lengendaris bagi masyarakat Riau.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Pedagang durian di Jalan Diponegoro Bengkalis 

"Kalau ada orang dari luar Bengkalis memesan kepada kita durian tembaga, kita ndak berani ambil pesanannya, karena takut tidak mendapatkannya nanti orang berharap," ungkapnya.

Menurut Dani, durian tembaga mulai langka sejak beberapa tahun belakangan karena jumlah pohonnya terbatas. Pohon durian ini umurnya cukup lama sampai ratusan tahun.

Baca juga: BWA Salurkan 22.248 Al-Quran di Riau

Selain durian tembaga, para pecinta durian tidak perlu khawatir untuk tidak mendapatkan durian yang enak selain tembaga. Karena hampir seluruh durian kampung Bengkalis rasanya juga enak dan beragam.

Untuk durian biasa saja bermacam macam jenisnya. Mulai dari durian susu, durian kuning kunyit dan berbagai nama lainnya yang diberikan para penjual kepada durian mereka.

"Kalau durian lain macam macam kita penjual beri nama sendiri, seperti durian kuning kunyit warnanya kuning seperti kunyit, durian susu karena warna isinya putih seperti susu," terangnya.

Masalah harga juga cukup variatif, mulai dari sepuluh ribu rupiah sampai empat puluh ribu rupiah perbuahnya. Sebagian biasanya dijual perpaket, berkisar lima puluh ribu sampai seratus ribu per empat buahnya.

Dani sendiri memiliki durian andalannya yang diberikan nama sendiri olehnya, durian tersebut bernama durian copiccino. Pemberian nama copiccino bukan asal nama saja.

Menurut dia rasa durian tersebut memiliki rasa percampuran manis dan pahit. mirip rasa copiccino yang memiliki rasa pahit dan manis, tektur buahnya lembut berwarna putih.

Penjual durian Bengkalis ini cukup pandai mengenali durian yang mereka jual tanpa membuka kulitnya. Dari bentuk kulit luar, warna kulit bahan duri kulitnya mereka sudah bisa mengelompokkan durian yang dijualnya

"Kalau kita sudah taulah dari luar, makanya gampang memilah untuk menentukan harga. Karena hampir setiap tahun jualan durian," kata Dani.

Dani mengatakan, sekarang kondisi durian di Bengkalis bisa dikatakan mulai banjir. Dani saja menjual satu durian kampung biasa harga paling murah bisa kisaran empat buah dengan harga lima puluh ribu rupiah, tergantung besar dan kecilnya.

Untuk pembeli durian Bengkalis saat banyak berasal dari luar Bengkalis terutama dari Pekanbaru dan Dumai. Pembeli dari luar Bengkalis ini kadang datang langsung ke Bengkalis sekalian liburan.

Baca juga: Sedang Musim Durian di Bengkalis Riau, Pedagang Bisa Jual 200 Buah Sehari

"Tetapi tidak sedikit juga yang memesan dan kita kirimkan melalui travel," tambahnya.

Dani saja sehari bisa mendapat pesanan dari luar Bengkalis ratusan buah durian. Yang membeli cukup beragam, ada yang belasan buah sampai ratusan buah sekali kirim

"Setiap hari ada saja pesanan kepada kita, bahkan tadi kita baru saja kirim lima ratus buah ke Dumai. Pembeli dalam jumlah besar seperti ini biasanya akan menjual kembali duriannya.

Sementara jika pembeli dari luar Bengkalis hanya sekitar dua kotak sampai tiga kotak biasanya untuk konsumsi sendiri. Jika pembelian jumlah ratusan Dani bahkan menyewa mobil bak terbuka untuk mengantarnya.

Para pecinta durian tidak perlu khawatir untuk kehabisan durian Bengkalis saat ini. Karena musim durian di Bengkalis kemungkinan akan berlangsung lama.

Dani saja mengaku sudah berjualan durian hampir dua bulan. Saat ini durian yang berbuah dan gugur baru berasal dari daerah kecamatan Bengkalis.

Sementara kecamatan Batan buahnya masih kecil diperkirakan akan gugur dalam waktu empat bulan ke depan."Jadi sampai empat bulan ke depan kita masih bisa berjualan lah," tandasnya.

Baca juga: Olah Lahan Tidur, BUMDes Kuala Alam di Bengkalis Luncurkan Produk Adalan Keripik Nanas

Baca juga: Dewi Melinda, Rintis Usaha Makanan Berbahan Dasar Biji Karet di Bengkalis Riau

--
(tribunpekanbaruWIKI.com/Muhammad Natsir)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved