Mengenal Kapal Pemburu Cepat 2006 Lancang Kuning Milik Ditpolair Polda Riau

Kapal Pemburu Cepat (KPC) 2006 Lancang Kuning, resmi melengkapi armada Direktorat Polair (Ditpolair) Polda Riau.

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Peresmian KPC 2006 Lancang Kuning milik Ditpolair Polda Riau, Rabu (30/6/2021) 

Mengenal Kapal Pemburu Cepat 2006 Lancang Kuning Milik Ditpolair Polda Riau


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Kapal Pemburu Cepat 2006 Lancang Kuning, resmi melengkapi armada Direktorat Polair (Ditpolair) Polda Riau.

Kapal dengan warna dasar hitam dan putih ini akan menjadi andalan aparat dalam menjaga wilayah perairan di Provinsi Riau.

Kapal ini terbuat dari material Glass Fiber Reinforced Polymer perkuatan serat carbon memiliki panjang 15 meter, lebar 4,5 meter, tinggi 1,8 meter, dan draft 0,55 meter.

KPC Lancang Kuning mampu melaju dengan kecepatan maksimal 35 knot, dan dapat mengangkut 6 orang baik pengemudi maupun penumpang.

Tak dapat dipungkiri, potensi gangguan, ambang gangguan, hingga gangguan nyata dapat sewaktu-waktu mengancam masyarakat perairan. Hal ini tentu dapat menimbulkan instabilitas keamanan.

Baca juga: Stok Tabung Oksigen di Pekanbaru Mulai Berkurang

Apalagi perairan di Bumi Lancang Kuning, memiliki garis pantai yang terbilang cukup panjang, kurang lebih 370 mil.

Belum lagi perairan kategori sungai yang cukup banyak. Seperti Sungai Siak, Sungai Kampar, Sungai Rokan Hilir, dan Sungai Indragiri.

Seluruh wilayah perairan ini pastinya sangat rawan dan harus menjadi prioritas utama untuk dijaga dari aksi-aksi pelaku kejahatan.

Oleh sebab itu, sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki petugas berwenang, haruslah memadai.

Atas pertimbangan tersebut, Baharkam Polri melalui Koorpolairud Mabes Polri, memberikan 1 unit kapal pemburu cepat kepada Ditpolair Polda Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, meresmikan langsung pemakaian dan operasional kapal milik Ditpolair Polda Riau itu, pada Rabu (30/6/2021).

Kegiatan itu dilaksanakan di Mako Ditpolair Polda Riau di dekat Riau Safety Driving Center (RSDC), Rumbai, Kota Pekanbaru.

Baca juga: BWA Salurkan 22.248 Al-Quran di Riau

Hadir dalam kegiatan ini, Gubernur Riau, Syamsuar, serta sejumlah pejabat dari unsur Forkompimda Riau.

Peresmian KPC 2006 Lancang Kuning itu ditandai dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi oleh Irjen Agung.

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan, dalam literatur resmi, Lancang Kuning adalah kendaraan Raja Melayu untuk mengarungi sungai dan lautan. Terakhir digunakan oleh Sultan Siak yaitu, Datuk Laksamana yang berkedudukan di Bukit Batu.

Menurut budayawan Riau, Tennas Effendi, Lancang berarti kapal besar. Kapal ini juga merupakan komando armada perang di lautan yang dikendalikan laksamana atau raja. Sedangkan Kuning sendiri merupakan lambang keemasan, kemewahan, kemegahan dan masa keemasan.

Lanjut Jenderal polisi bintang dua itu, Lancang Kuning merupakan kendaraan atau kapal raja-raja untuk mengarungi sungai dan lautan yang disebut Laksmana Raja Dilaut.

"Lancang Kuning juga disebut sebagai pemersatu antara pulau-pulau dalam bentangan rumpun melayu, dengan demikian Lancang Kuning menandakan Riau sebagai kerajaan melayu yang sangat menguasai maritim," sebutnya.

"Pemberian Nama KPC Lancang Kuning didasari oleh kemampuan berakselerasi dan bermanuver yang dimiliki kapal itu sendiri. Diharapkan dengan pemberian nama KPC Lancang Kuning IV-2006 dapat mengulang kembali kejayaan dan kegemilangan Riau di wilayah maritim," sambung dia.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved