SEACHA Pilih Siak Jadi Role Model Manajemen Heritage Clinic Program

Southeast Asian Cultural Heritage Alliance (SEACHA) atau aliansi kota pusaka Asia Tenggara menunjuk Kabupaten Siak, Provinsi Riau menjadi role model

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com/aan ramdani
Istana Siak di Siak Sri Indra Pura, Kabupaten Siak, Riau terlihat dari kejauhan 

SEACHA Pilih Siak Jadi Role Model Manajemen Heritage Clinic Program

 


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-  Southeast Asian Cultural Heritage Alliance (SEACHA) atau aliansi kota pusaka Asia Tenggara bekerjasama dengan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) menunjuk Kabupaten Siak, Provinsi Riau menjadi role model dalam pengembangan management heritage clinic program. 


Kabupaten Siak dianggap  paling proaktif dalam melestarikan cagar budaya di Asia Tenggara. 


Ketua Komunitas Heritage Hero, Cindy Shandoval saat berbincang dengan tribunpekanbaruWIKI.com mengatakan ada 2 daerah di Asia Tenggara yang ditunjuk sebagai role model pengembangan management heritage clinic program.


Pertama, Kabupaten Siak, Provinsi Riau dan satu daerah lagi yakni Kota Phrae di Thailand


Siak dan Phrae dianggap sudah berhasil dalam melaksanakan manajemen haritagenya. 

Baca juga: Tips Merawat Rantai Sepeda Motor

Baca juga: Festival 80 Tahun Sutardji Calzoum Bachri


"Kita setiap bulan dicoaching dengan berbagai program untuk melakukan manajemen heritage. Dalam perjalanannya, kota Phrae mundur dan kita terus berkolaborasi dengan pemerintah,” kata Cindy, arkeolog lulusan UGM tersebut, Kamis (24/6/2021).


Kokaborasi pemerintah dengan komunitas ini menghasilkan banyak produk serta mampu menyelesaikan banyak hal hingga tahap ini. Itu menjadi dasar Siak sebagai kabupaten percontohan. 

 


Baru Siak yang Berhasil Membuat Manajemen Heritage di ASEAN


Prof Johanes Widodo, Architectural and Urban Heritage (Associate Proffesor in National Unviersity of Singapore) menyebut, kota yang berhasil membuat manajemen heritage di ASEAN barulah Siak.


"Beliau mengatakan nanti akan banyak orang yang bisa belajar ke Siak,” sebut Cindy. 

Baca juga: Bupati Siak Alfedri

Baca juga: Heboh Harimau Sumatra Mangsa Ayam Milik Warga di Siak Riau


Saat ini komunitas Heritage Hero yang diisi oleh para anak muda kreatif dan akademisi berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Siak sedang melakukan cultural mapping.


Keberhasilannya dalam manajemen heritage berkat dukungan pemerintah kabupaten Siak memberi ruang seluas -luasnya untuk melakukan kegiatan pelestarian.


"Dalam proses ini yang paling utama untuk manajemen heritage itu adalah masyarakatnya, dari Siak untuk Siak. Jadi kegiatan yang sudah kita lakukan untuk itu setidaknya ada 3 yakni offline, online dan kegiatan bersama tim," beber Cindy. 


Pada 28 Maret 2021 lalu, ia menggelar heritage fun ride. Kegiatan offline tersebut merupakan pengenalan kota terhadap masyarakat, pengenalan cagar budaya dengan cara lebih mudah, yakni bersepeda.


“Pada masa pandemi ini masyarakat di kota Siak banyak bersepeda. Kami memanfaatkan masa pandemi ini untuk kegiatan bersepeda sambil mengenalkan cagar budaya kepada masyarakat. Kami tidak mengenalkan dengan cara berat tetapi dengan cara fun, bersepeda, mengadakan kuis dan lain- lain,” kata dia.

Baca juga: Masjid Syahabuddin di Siak, Masjid Peninggalan Sultan Syarif Kasim II


Setelah bersepeda, peserta mengetahui lokasi daerah cagar budaya. Kemudian ia melaksakanan game seru seperti membuat peta buta dengan titik 0 istana Siak.


Mendukung kegiatan ini, Komunitas Heritage Hero melahirkan tagline: overyone can be a hero. Tagline ini dikampanyekan secara masif untuk mendapatkan dukungan luas dari masyarakat agar semua orang bergerak melakukan kegiatan pelestarian. 

Ikuti kami di
KOMENTAR
1282 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved