Pengusulan Gelar Tengku Buwang Asmara Menjadi Pahlawan Nasional, Sekda Siak Minta Tim Bahas Tuntas

Pengusulan Gelar Tengku Buwang Asmara Menjadi Pahlawan Nasional, Sekda Siak Minta Tim Bahas Tuntas

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Makam Sultan Abdul Jalil Muzaffar Syah atau Tengku Buang Asmara Sultan Siak Ke-2 

"Kita terus melakukan evaluasi sejauhnya mana tahapan mulai pengumpulan naskah hingga regulasi dasar pengusulan," tutupnya.

Kepala Dinas Sosial Siak Wan Idris mengatakan, tiga syarat yang telah terpenuhi itu adalah daftar riwayat hidup perjuangan calon pahlawan nasional, biografi calon pahlawan nasional dan dokumen pendukung calon pahlawan nasional. Sarat lainnya akan diselesaikan dalam waktu dekat sehingga pihaknya segera mengusulkan melalui gubernur Riau.

“Kita juga sudah membuat naskah sejarah Tengku Buwang Asmara, bagaimana perjuangan beliau melawan Belanda yang terkenal dengan perang Guntung di Sabak Auh,” kata Wan Idris.

Wacana pengusulan Tengku Buwang Asmara menjadi pahlawan nasional sudah bergulir sejak 2017 lalu. Pemkab Siak secara internal mulai melakukan pengumpulan data hingga membuat naskah sejarahnya.

“Kita memulai langkah dengan menggelar rapat koodinasi bersama Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD). Ada 13 unsur yang terlibat, seperti sejarawan, budayawan, praktisi, akademisi dan lain-lain. Ini tim independen untuk menelaah sejarah Tengku Buwang Asmara,” kata dia.

Idris menyebut pihaknya terus melakukan rapat koordinasi dengan TP2GD dan meminta agar segera ditetapkan Tengku Buwang Asmara sebagai calon pahlawan nasional. Setelah itu, pihaknya baru mengusulkan ke gubernur Riau dan gubernur Riau mengusulkan ke pusat.

“Setelah itu baru kita laksanakan seminar nasional. Tanggungjawab seminar nasional ini bisa dilaksanakan Pemprov Riau. Kita berharap Pemprov yang mengadakan seminar,” kata dia.

Baca juga: Ratusan Pohon Kurma Bakal Ditanam di Areal Islamic Centre Pekanbaru

Idris menyampaikan, pihaknya berperan sebagai fasilitator dalam pengusulan gelar pahlawan nasional tersebut. Sementara di dalam tim yang melakukan kajian terdiri dari budayawan, tokoh masyarakat, serta dosen dan peneliti.

Sejumlah nama yang terlibat, yakni Datuk Drs O K Nizami Jamil, Profesor Suwadi MS, Dr Wilaela MAg, Prof Dr Isjoni MSi, Datuk Azali Djohan SH, Dr Ellya Roza MHum, Reza Pahlefi dan Cindy Shandoval. Pihaknya juga sudah menyebar poling, mengumpulkan data-data pendukung, serta persyaratan yang menjadi acuan untuk pengusulan menjadi Pahlawan Nasional.

Berdasarkan hasil dari kajian TP2GD, Kerajaan Siak yang berlangsung lebih dari dua Abad (1723-1945) merupakan salah satu kerajaan besar pemegang estafet kemaharajaan Melayu setelah Kerajaan Melaka jatuh ke tangan Portugis (1511). Kemudian dilanjutkan oleh Kerajaan Johor-Riau.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved