Jadwal Seleksi CPNS 2021 dan PPPK Masih Tunggu Panselnas

Kantor Regional XII BKN Pekanbaru masih menunggu Jadwal Seleksi CPNS 2021 dan PPPK Masih dari Panselnas

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com/Theo Rizky
Sejumlah Peserta CPNS sedang bersiap mengikuti tes di UPT Penilaian Kompetensi BKD Riau Jalan Amal Hamzah Kota Pekanbaru tahun 2020 lalu 

Jadwal Seleksi CPNS dan PPPK Masih Tunggu Panselnas

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Tahapan pelaksanaan seleksi CPNS dan PPK sudah dipastikan akan dilaksanakan pada tahun 2021 ini.

Namun untuk jadwal lengkap seleksi CPNS dan PPPK masih menunggu jadwal dari Panitia Seleksi Nasional (Paneselnas).

Hal tersebut dijelaskan oleh Kepala Bidang Informasi Kepegawaian Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Andri Febrian kepada tribunpekanbaruWIKI.com, Selasa (22/6/2021).

"Masih menunggu jadwal pelaksanaan seleksi dari Panselnas, instansi bisa menayangkan pengumuman seleksi CPNS dan PPPK setelah ada jadwal dari panselnas,"ujar Andri Febrian.

Menurut Andri Febrian, untuk jumlah formasi penerimaan CPNS dan PPPK saat ini sudah diserahkan Kementerian Pendayagunaan aparatur negara Reformasi Birokrasi kepada Pemerintah Daerah.

"Formasi sudah di serahkan Menpan ke masing-masing instansi, instansi menyampaikan formasi ke kami secara sistem saat jadwal validasi formasi,"ujar Andri Febrian.

Baca juga: Tidak Sampai 10 Persen Lansia di Pekanbaru yang Sudah Divaksin Covid-19

Saat ini menurut Andri Febrian karena belum ada jadwalnya, jadi instansi belum mengirimkan formasi ke Kantor BKN Regional XII yang membawahi Riau, Kepri dan Sumbar.

"Makanya sekarang ini kami belum tahu jumlah pasti formasi masing-masing instansi dibawah regional XII,"ujarnya.

Seperti diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) telah menerbitkan tiga peraturan terkait penyelenggaraan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2021.

Aturan tersebut yakni Peraturan Menteri PANRB (PermenPANRB) No. 27/2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (PNS), PermenPANRB No. 28/2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2021, serta PermenPANRB No. 29/2021 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional (JF).

Plt. Asisten Deputi Perencanaan dan Pengadaan SDM Aparatur Kementerian PANRB Katmoko Ari Sambodo menyampaikan, per tanggal 13 Juni 2021 telah ditetapkan kebutuhan CASN sebanyak 707.622. Formasi paling besar diperuntukkan bagi PPPK Guru sejumlah 531.076. Kemudian PPPK non-guru 20.960 dan CPNS sebanyak 80.961.

Di tahun 2021, pengadaan PNS dan PPPK JF bisa diikuti oleh instansi pusat dan daerah. Sementara pengadaan PPPK JF Guru diperuntukkan khusus bagi instansi daerah. “Khusus untuk PermenPANRB No. 28 sifatnya adalah berlaku tahun ini, tahun 2021. Sementara PermenPANRB No. 27 dan 29 diharapkan bisa multiyear,” jelas Katmoko dalam acara Kupas Tuntas Seleksi CASN 2021, melalui keterangan resmi Humas KemenPANRB kepada media, dikutip Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Jelang Idul Adha, 2.414 Ekor Hewan Ternak Masuk Ke Inhil

Katmoko menjelaskan, di tahun 2021 pemerintah kembali menetapkan kebutuhan PNS menjadi dua, yaitu formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus dialokasikan bagi Putra/Putri Lulusan Terbaik Berpredikat “Dengan Pujian”/Cumlaude, Penyandang Disabilitas, Diaspora, serta Putra/Putri Papua dan Papua Barat.

Seleksi CPNS dipersyaratkan bagi WNI dengan batas usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat melamar. Namun, ada beberapa Jabatan CPNS yang dapat dilamar dengan batas usia paling tinggi 40 tahun saat pelamaran, seperti Dokter dan Dokter Gigi, dengan kualifikasi pendidikan Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dosen, Peneliti dan Perekasaya, dengan kualifikasi pendidikan Strata 3 (Doktor).

Dikatakan, ditahun ini karena rekrutmen CPNS, PPPK JF, dan PPPK Guru dilaksanakan bersamaan, sehingga jumlah potensi pendaftarnya cukup besar. Oleh karena itu, calon pelamar diwajibkan hanya bisa mendaftar pada 1 instansi, 1 jenis kebutuhan, dan 1 jabatan pada tahun anggaran yang sama. “Jadi para peserta harus mempertimbangkan baik-baik sejak awal apa yang ingin dia lamar, karena pada prinsipnya tidak bisa lagi menggantinya ketika sudah menetapkan pelamaran pada suatu tempat,” tegasnya.

Untuk pelamar formasi Cumlaude, wajib memiliki jenjang pendidikan minimal Sarjana, tidak termasuk Diploma IV. Menurut Katmono, hal ini perlu diperhatian mengingat ditahun lalu masih banyak kesalahan yang mengalokasikan untuk D-IV. Pada formasi khusus Penyandang Disabilitas, Katmoko menerangkan bahwa Penyandang Disabilitas bisa melamar di formasi umum atau formasi khusus lainnya selain Formasi Penyandang Disabilitas.

“Diberikan kesempatan seluas-luasnya apabila memang memiliki kualifikasi, kompetensi, dan sesuai dengan persyaratan jabatan,” imbuhnya.

Rekrutmen CPNS terdiri dari tiga tahapan seleksi, yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS yang keduanya akan menggunakan Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN). Katmoko mengingatkan, pelamar yang mengundurkan diri setelah dinyatakan lulus tahap akhir seleksi dan telah mendapat persetujuan Nomor Induk Pegawai dari Kepala BKN, maka akan diberikan sanksi tidak boleh melamar pada penerimaan ASN untuk satu periode berikutnya.

Baca juga: Data Daya Tampung SD dan SMP di Pekanbaru Untuk PPDB 2021

“Demikian juga yang sudah melamar dan lulus tahun lalu namun mengundurkan diri, maka yang bersangkutan tidak bisa melamar di tahun ini,” tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1264 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved