Ekspor Komoditi Tumbuhan di Kepulauan Meranti Meningkat, Berikut ini Datanya

Ekspor komoditi tumbuhan dari wilayah kerja Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau tercatat meningkat

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Petani Sagu di Desa Sungai Tohor, Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti 

Ekspor Komoditi Tumbuhan di Kepulauan Meranti Meningkat, Berikut ini Datanya

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Ekspor komoditi tumbuhan dari wilayah kerja Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau tercatat meningkat. Walaupun capaian tersebut belum memenuhi target secara nasional.

Dari data Karantina Tumbuhan dan Hewan Wilayah Kerja Selatpanjang, sejumlah komoditi ekspor mengalami peningkatan, mulai dari kelapa, tepung sagu, pinang dan lainnya.

Kepala Karantina Tumbuhan dan Hewan Wilker (Wilayah Kerja) Selatpanjang, drh Abdul Azis Nasution didampingi tenaga fungsional tumbuhan, Holmas Parulian Hutabarat dan Bangkit Oktavian ,merincikan jumlah ekspor kepala bulat mulai Januari sampai April pada Tahun 2020 sebanyak 5,358,350 kilogram. Sementara pada tahun ini (2021), sejak Januari hingga April mencapai 7,866.000 kilogram.

Untuk komoditas pinang pada evaluasi Mei Tahun 2020 sebanyak 185 ton dan pada tahun ini sebanyak 291 ton. Sedangkan tepung sagu pada evaluasi Mei 2020 sebesar 2,482 ton meningkat pada Tahun 2021 sebesar 4,700 ton.

Baca juga: Daftar Harga Kelapa Sawit di Riau Priode 23-29 Juni 2021

Baca juga: Ratusan Pohon Kurma Bakal Ditanam di Areal Islamic Centre Pekanbaru

"Semua komoditi tersebut diekspor ke Malaysia. Memang mengalami peningkatan, namun belum berhasil mencapai target nasional yakni 3 kali lipat," ungkap drh Abdul Azis.

Azis juga mengaku saat ini juga terdapat komoditi baru yang juga diekspor ke Malaysia. Diantaranya, Damar, Salak, Jahe Merah, Biji Kopi, Ragi, Talas dan Madu.

Untuk mengejar target nasional, akan dilakukan sosialisasi ekspor produk lokal kepada petani yang ada di Meranti, karena ekspor tidak hanya bisa dilakukan oleh badan usaha saja, tapi juga bisa dilakukan oleh perorangan.

"Agar animo masyarakat Meranti untuk ekspor semakin meningkat dan tinggi, kita juga akan segera melakukan sosialisasi bagi petani. Sehingga mereka bisa melakukan ekspor langsung tanpa ragu. Karena ekspor bisa dilakukan secara perorangan, dan ini menjadi program secara nasional," jelasnya.

Ditambahkan fungsional pemeriksa tumbuhan, Bangkit Oktavian bahwa sejumlah syarat melakukan ekspor tidak sulit untuk dipenuhi. Bahkan bisa dilakukan secara online (daring) melalui aplikasi.

"Syarat untuk melakukan ekspor diantaranya permit (izin impor dari negara tujuan), CV (manifest barang), PIB (perkiraan harga barang) BL (bill of loading), invoice. Khusus untuk perorangan, KTP dan NPWP. Selain itu ada persyaratan tambahan yakni sertifikat karantina tumbuhan (vitosanitasi)," rincinya.

"Untuk biaya sertifikat karantina hanya Rp10 ribu dan biaya pengecekan. Kalau untuk kelapa hanya Rp2 per kilogramnya," pungkasnya.

Baca juga: Satpol PP Pekanbaru Bubarkan Sejumlah Kerumunan

Baca juga: Kreatif, Adri Adnan Warga Bengkalis Sulap Tempurung Kelapa Jadi Kerajinan Unik


--
(tribunpekanbaruWIKI.com/ Teddy Tarigan)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved