Modifikasi Honda Brio Ala Drag Race, Tetap Nyaman Untuk Harian

Modifikasi Honda Brio Ala Drag Race, Tetap Nyaman Untuk Harian. Hal ini dilakukan oleh Yodi Prasetyo, salah satu modifikator racing di Pekanbaru,

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Honda Brio tahun 2014 milik Yodi Prasetyo yang sudah dimofifikasi ala Drag Race 

Modifikasi Honda Brio Ala Drag Race, Tetap Nyaman Untuk Harian

 

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM - Balapan Drag Race kian tren di dunia otomotif. Ada yang memodifikasi mobilnya secara total hanya untuk balapan, ada juga yang modifikasi yang tidak terlalu ekstrim.

Yodi Prasetyo, salah satu modifikator racing di Pekanbaru, memodifikasi mobilnya untuk Drag Race tetapi tetap nyaman digunakan sehari-hari. Ia tidak terlalu banyak melakukan modifikasi pada bodi.

"(Modifikasi ala Drag Race) tujuannya hanya racing. Butuh torsi dan akselerasi speed," ungkap Yodi, Selasa (15/6/2011). Modifikasi tentunya dilakukan pada mesin.

Yodi memberi sentuhan modifikasi yang tidak begitu siginifikan pada mesin Honda Brio keluaran tahun 2014 warna silver miliknya tersebut. Paling mendasar adalah mengganti busi biasa dengan iridium.

Tujuannya untuk lebih menyempurnakan pengapian. Sehingga menjadi salah satu penunjang tenaga dan kecepatan.

Baca juga: Modifikasi Daihatsu Sigra Jadi Ceper dan Feminim

Baca juga: Sardi Mayanto Modifikasi Toyota Yaris Jadi Lebih Elegan

Selain itu, pria 24 tahun ini mengungungkapkan, sedikit saja polesan pada Flywheel sangat berpengaruh. Flywheel atau disebut juga Roda Gila berfungsi untuk menyimpan energi rotasi dari torsi.

Yodi menjelaskan, polesan perangkat di bagian transmisi ini sangat terasa efeknya dilihat dari RPM. Semula RPM mentok 6500. "Setelah flywheel dibubut, RPM naik jadi 7000," ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi mesin dengan RPM tertinggi tahan lebih lama. Sehingga mesin mampu bertahan lebih lama pada kecepatan maksimal. "Tarikannya lebih panjang," katanya.

Selain itu, Yodi memaparkan, Throttle Body (TB) dibersihkan dari kerak seperti kulit jeruk agar suplai udara ke mesin lebih lancar. TB berfungsi sebagai jalur masuknya udara ke dalam mesin dan mengatur putaran mesin.

Yodi juga mengganti Frontpipe dari standar menjadi tipe racing kompetisi. Selain itu, ia mengkustomisasi bagian muffler pada knalpot racing.

Menurut Yodi, lebih aman jika center pipe tetap mempertahankan yang standar. Ini disesuaikan dengan tingkat modifikasi yang diterapkannya pada mesin.

"Center Pipe aga beresiko kalau dinaikkan. Lebih pasnya standar karena belum naikkan torsi dan kompresinya," kata Yodi. Jika center pipile dipaksakan, mesin bisa kehilangan tenaga alias ngempos.

Yodi Prasetyo, salah satu modifikator racing di Pekanbaru bersama dengan Honda Brio miliknya yang sudah di modifikasi ala Drag Rece
Yodi Prasetyo, salah satu modifikator racing di Pekanbaru bersama dengan Honda Brio miliknya yang sudah di modifikasi ala Drag Rece (Istimewa)


Roda Sedikit Camber

Yodi Prasetyo mengungkapkan, modifikasi di luar mesin tidak begitu siginifikan. Seperti pada sektor kaki-kaki. Ia tidak memodifikasi bagian suspensinya.

Yodi hanya memotong ulir per shockbreaker. Sehingga bodi agak ceper. Roda depan, sejajar dengan fender, sedangkan roda belakang berjarak satu jari di bawah fender.

Menurut Yodi, untuk kebutuhan Drag Rice, cukup memiringkan roda atau camber di bagian depan saja. Chamber depan cukup minus 3. Sedangkan roda belakang normal.

Yodi mengatakan, chamber mencolok pada roda biasanya diutamakan untuk balapan di sirkuit. Ia menggunakan pelek Ring 15 dengan ban anti slip.

Selain itu, ia memasang lowbar untuk menstabilkan roda belakang. Sehingga performa roda di kecepatan tinggi lebih stabil.

Baca juga: Andre Berburu Onderdil Ke Luar Negri Untuk Modifikasi Honda Civic Ferio

Baca juga: TYCI Chapter Riau

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved