Mimbar Masjid Syahabuddin di Siak Riau ini Sudah Berusia 300 Tahun

Mimbar Masjid Syahabuddin di Siak Riau ini Sudah Berusia 300 Tahun, di bagian kubah mimbar terdapat angka bertulisan Arab 1178 masehi

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruwiki.com
Penampakan mimbar dan mihrab masjid Syahabuddin, Siak Sri Indrapura. 


Mimbar Masjid Syahabuddin di Siak Riau ini Sudah Berusia 300 Tahun

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Mimbar yang terletak di mihrab masjid syahabuddin, kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, kabupaten Siak, Riau ternyata sudah berumur lebih 300 tahun.

Meski mimbar terbuat terbuat dari kayu, namun tampak masih kokoh dan kuat, serta masih menjadi mimbar yang difungsikan di masjid bersejarah itu.

Diketahuinya usia mimbar tersebut karena di bagian kubah mimbar terdapat angka bertulisan Arab 1178 masehi. Tulisan tersebut menjadi bukti otentik atas tahun pembuatan mimbar tersebut.

Budayawan Siak Said Muzani membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan, mimbar itu juga bukti sejarah perkembangan syiar Islam di negeri Siak sejak zaman dahulu. Para khatib sejak zaman kesultanan Siak telah menggunakan mimbar itu dalam menyampaikan khutbah-khutbah keagamaannya di lingkungan kesultanan Siak.

“Sejak berdirinya masjid Syahabuddin ini, mimbar tersebut tidak pernah diganti,” kata dia.

Baca juga: Masjid Jami Air Tiris di Kampar Riau, Masjid Tertua Dibangun Tanpa Paku

Baca juga: Masjid Sabilillah di Desa Pedekik Bengkalis Riau, Pernah Dikabar Belanda

Menariknya, meski usianya sudah lebih 3 abad, tak satupun bagian dimakan rayap atau digilik kumbang. Selain kayunya yang keras, pengurus masjid tersebut juga selalu membersihkan mimbar tersebut. Said Muzani menyebut belum sepotong pun kayu pada mimbar itu yang diperbarui, mengingat kuatnya mimbar tersebut hingga sekarang.

“Yang pernah diganti hanya cat saja, dengan warna sama dengan aslinya. Bentuk dan struktur mimbar, sama sekali tidak pernah diganti atau diubah,” kata dia.

Ia menuturkan, pada masa kesultanan Sultan Syarif Kasim II, keberadaan masjid Syahabuddin merupakan bangunan sangat penting dan bagian integral dari istana Siak.
Masjid Syahabuddin menjadi pusat dalam membina akhlak ummat dan menjalankan syiar agama Islam.

“Tamu-tamu Sultan yang beragama Islam selalu diajak salat di masjid Syahabuddin ini,” kata dia.

Ada Imam Khusus Saat Zaman Kerajaan Siak

Pada zaman itu ada dua bilal dalam satu salat Jumat. Satu bilal berdiri di bagian depan dan satunya lagi berdiri di bagian damping arah ke sungai Siak. Azan dikumandangkan oleh dua bilal itu sehingga lantunannya sampai ke masyarakat sekitar.

Masjid Syahabudin ini juga memiliki imam khusus yang dipilih secara selektif pada masa kerajaan Siak dahulu.

"Dipilih oleh para Mufti kerajaan atau para ulama kerajaan. Bacaan suratnya diuji. Tapi pada masa itu cuma bacaan alfatihahnya saja yang dites," kata Muzani.

Imam tetap di masjid Syahabudin itu adalah Tuan Faqih Abdullah dari Solok, Sumatera Barat. Hanya dia saat itu yang lulus tes dari Mufti kerajaan.

"Sultan Siak dalam memajukan kerajaan Siak selalu membuka diri kepada siapapun. Sultan selalu mengajak orang-orang yang mempunyai keahlian ke Siak untuk mengajarkan keahlian itu kepada masyarakat,” kata dia.

Baca juga: Yayasan Tabungan Wakaf Umat Berikan Paket Sembako untuk Imam Masjid Paripurna Se Pekanbaru

Baca juga: Masjid Baiturrahman Dumai, Masjid Bersejarah Peninggalan Syech Umar

Muzani juga menyebut, tukang pangkas rambut Sultan juga ada dua orang, keduanya dari Sumatra Barat. Abdullah Mukhtar Harahap dari Sumatra Utara diangkat sebagai penasehat, karena beliau juga seorang ulama.

"Sementara khatibnya yakni Imam Hamzah tinggal di Mempura. Setiap hari beliau menggunakan sampan datang ke masjid Syahbuddin dan Imamnya Faqih Abdullah," kata Said Muzani.

Muzani mengatakan sosok Sultan Syarif Kasim II sebagai seorang wara’, yang sangat alim dan taat.

"Apa yang diucapkan sultan biasanya terjadi. Jika sultan pergi ke Bagan Siapi-api,orang-orang Cina di Bagan itu meminta kaki sultan dicelupkan ke air sungai itu, sehingga dalam waktu beberapa saat ikan bermunculan ke permukaan," beber Muzani.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved