Jelang Idul Adha, 2.414 Ekor Hewan Ternak Masuk Ke Inhil

sebanyak 2.414 Ekor Hewan Qurban masuk ke Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi).

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Sejumlah sapi yang dijual sebagai hewan kurban berada di dalam kandangnya di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Pekanbaru, Rabu (24/7/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul 90 persen Hewan Kurban Riau Dipasok Provinsi Lain, Pastikan Kondisi Hewan Kurban Sehat, https://pekanbaru.tribunnews.com/2019/07/24/90-persen-hewan-kurban-riau-dipasok-provinsi-lain-pastikan-kondisi-hewan-kurban-sehat. Penulis: Syaiful Misgio Editor: Ilham Yafiz 

Jelang Idul Adha, 2.414 Ekor Hewan Ternak Masuk Ke Inhil

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Jelang pelaksanaan Hari Raya idul Adha 1442 Hijriyah , sebanyak 2.414 Ekor Hewan Qurban masuk ke Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi).

Terkait dengan masuknya hewan qurban tersebut, Dinas Pangan, Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DPTPHP) Kabupaten Inhil akan melakukan pengawasan dari sisi kesehatan hewan ternak yang didampingi langsung oleh dokter hewan dari DPTPHP Kabupaten Inhil.

Kabid peternakan dan kesehatan hewan, Ngadiyo menuturkan, pemeriksaan hewan ternak akan mulai dilakukan pada awal juli ini di sejumlah peternakan dan pedagang lokal di Kabupaten Inhil.

Beberapa titik pemeriksaan dilakukan Tembilahan, antara lain, Lorong mandala, Lorong siak, Parit 14 Tembilahan Hilir, sekitar Kecamatan Tembilahan.

Selain itu, menurutnya, petugas juga telah ditempatkan untuk memeriksa populasi ternak sapi di berbagai wilayah Inhil, antara lain, Kecamatan Kemuning, Keritang, Gaung dan Kempas (Rumbai Jaya).

Baca juga: Tokoh Riau Rivaie Rachman Meninggal Dunia

Baca juga: Lebarkan Sayap, Kedai Kopi Bengkalis Buka Dua Cabang Baru di Pekanbaru

“Pemotongan ternak qurban tahun ini ada sapi, kerbau dan kambing. Ternak sapi kita rata – rata dari luar daerah, kebanyakan Madura. Pemeriksaan kesehatan hewan harus dilakukan paling lambat 10 hari menjelang pemotongan hewan qurban,” ungkap Ngadiyo, Senin (21/6/21).

Ngadiyo menekankan, sebelum hewan qurban di potong dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat, harus dipastikan apakah terjangkit penyakit agar masyarakat aman tidak mengkonsumsi daging berpenyakit atau sesuai prinsip, Aman, Utuh, Sehat, Halal (Asuh).

“Kita sosialisasikan kepada masyarakat jangan sampai mengkonsumsi hewan terkena penyakit yang menularkan ke manusia, seperti rabies atau jembrana pada sapi bali. Proses pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah di potong untuk memastikan aman,” jelas Ngadiyo.

Menurut Ngadiyo, pada qurban tahun ini Pengadaan sapi hanya didatangkan dari madura untuk menghindari penyakit jembrana yang bisa menjangkiti Sapi bali, sehingga tahun ini pengadaan sapi bali di pending (tunda) agar tidak menular.

Baca juga: Satpol PP Pekanbaru Bubarkan Sejumlah Kerumunan

“Sapi madura tidak terkena jembrana jadi lebih aman. Potensi penyakit kalau sapi bali dari luar, penyakit jembrana khusus sapi bali. Jadi kedepan tidak ada Sapi bali menghindari itu. Mudah – mudahan kedepan bebas dari penyakit jembrana,” harap Ngadiyo.

Terakhir Ngadiyo menekankan kepada para peternak dan pedagang untuk lebih dulu mengkarantina hewan ternak selama 14 hari agar hewan tidak menularkan penyakit kepada hewan lainnya sebelum di potong.

“Sebelum hewan masuk ke Inhil agar dilakukan pemeriksaan dan isolasi. Para pedagang agar selalu memeriksakan ternak kepada petugas atau dokter hewan. Kami tim kabupaten yang dibentuk jelang Idul Adha akan memeriksa ke kandang, sebelum dipotong perlu di karantina,” pungkasnya.


--
(tribunpekanbaruWIKI.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved