Bupati Siak Alfedri

Bupati Siak Alfedri kembali akan dilantik menjadi Bupati Siak Senin 21 Juni 2021, Sebelumnya Alfedri-Husni menang dalam Pilkada 2020

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Bupati Siak Alfedri 

Bupati Siak Alfedri

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Drs H Alfedri M Si kembali akan dilantik menjadi bupati Siak, Senin (21/6/2021) di gedung daerah, Pemprov Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Alfedri dilantik bersama wakilnya Husni Merza BBA MM.

Mempin Siak untuk 5 tahun mendatang, Alfedri mempatrikan niat untuk mewakafkan diri menjadi bapak orang miskin di kabupaten berjuluk negeri istana itu. Artinya, Alfedri menyiapkan berbagai program untuk mengangkat derajat keluarga orang miskin secara pelan-pelan. Mulai dari aspek ekonominya, pendidikan anak-anaknya hingga kesehatan orang -orang miskin tersebut.

Diketahui, Alfedri-Husni unggul dalam perolehan suara pada Pilkada Siak 2020. Ia merupakan calon petahana. Ia mulai menjabat Bupati Siak sejak 18 Maret 2019, setelah bupati sebelumnya Syamsuar dilantik menjadi gubernur Riau. Ia mengikuti Pilkada Siak 2020 dan berpasangan dengan Husni Merza. Pada Pilkada Siak 2020 ini ia diusung oleh PAN, PKB, NasDem, PPP dan Hanura. Sedikitnya ia menguasai 16 kursi di DPRD Siak. Kemudian ia juga mendapatkan dukungan dari PKPI, Perindo, Gelora dan Berkarya.

Alfedri merupakan pria penjala ikan di masa kecilnya. Ia hidup dari keluarga sederhana di kampung halamannya di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Ia lahir di Rokan, 27 Maret 1967. Usianya saat ini 54 tahun.

Sejak kecil, Alfedri sudah diajarkan mengaji. Ia sekolah di SD Rokan. Sejak kelas 4 SD ia tidur di surau untuk belajar mengaji. Setelah salat subuh berjemaah di Surau, ia pulang ke rumah bersiap pergi sekolah. Sepulang sekolah ia membantu orangtuanya di sawah. Bila ada waktu ia memancing dan menjala ikan untuk bekal di rumahnya. Selebihnya ia main bola di sawah bersama teman-temannya. Lalu pergi ke Surau sebelum azan magrib berkumandang.

Baca juga: Bupati Pelalawan Zukri

"Masa itu masih sangat saya ingat, itu kenangan di masa kecil yang tak mungkin padam dari ingatan saya," kata Alfedri.

Sekitar tahun 1980, Alfedri sudah diperbantukan menjadi guru mengaji di surau itu. Ia masih ingat, surau itu bernama Alakidah.

Setelah mengajarkan anak-anak pada pelajaran huruf hijaiyah dan penyambungannya, Alfedri pun belajar dengan gurunya.Nama gurunya itu selalu lekat dilidahnya, yakni Zakirman (alm) dan Anwar Falah.

"Beliau memberikan saya semangat untuk terus belajar," kenang Alfedri.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved