Tradisi Lari di Atas Tual Sagu di Meranti Ditargetkan Berlangsung Oktober

Perlombaan Lari Diatas Tual Sagu merupakan salah satu tradisi unik berasal dari masyarakat Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Meranti

Editor: Aan Ramdani
bokor.desa.id
Perlombaan Lari Diatas Tual Sagu merupakan salah satu tradisi unik berasal dari masyarakat Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau 

Tradisi Lari Diatas Tual Sagu di Meranti Ditargetkan Berlangsung Oktober


TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Perlombaan Lari Diatas Tual Sagu merupakan salah satu tradisi unik berasal dari masyarakat Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu event andalan di kabupaten termuda di Riau tersebut.

Walaupun sempat tidak bisa dilaksanakan karena pandemi Covid-19, Pemkab Kepulauan Meranti menargetkan pelaksanaanya dapat dilakukan tahun 2021 ini.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Rizki Hidayat S STP, M Si, Rabu (16/06/2021).

Pelaksanaan dilakukan agar kembali meningkatkan potensi wisata dan menarik wisatawan lokal maupun manca negara.

Baca juga: Gasing, Permainan Rakyat di Meranti Riau yang Masih Eksis

"Untuk tahun ini kita akan adakan pada bulan Oktober nanti. Kita akan undang kembali, karena kita akan adakan musik World juga sebagai daya tarik, baik dari pencinta Musik Jazz maupun wisatawan yang mencitai hobi-hobi unik di indonesia," ungkap Rizky.

Dirinya mengatakan lari diatas tual sagu lahir dari tradisi cara masyarakat menghitung tual (potongan batang sagu) yang sudah diikat dan direndam di sungai dengan jumlah yang banyak. Sebelum tual sagu dibawa kerumah produksi, masyarakat berlari diantara potongan-potongan tual sagu untuk mepercepat perhitungan.

"Hal ini kita anggap di anggap unik. Uniknya cara masyarakat menghitung atau cara perhitungan secara cepat, dengan cara berlari diatas tual sagu," kata Kepala

Ia mengatakan, Tradisi lari diatas tual sagu selama ini mendapat respon positif dari wisatawan maupun Wisman manca negara. Pasalnya beberapa tahun lalu dengan diadakan pegelaran Musik Jazz tingkat internasional, tradisi itu menuai banyak pujian dari peserta musik jazz manca negara tersebut.

"Ada beberapa musisi-musisi dunia yang hadir seperti dari Amerika, Jerman, Australia dan China, dan kita mendapat respon positif dari mereka beberapa kali kita undang dan mereka selalu hadir," ujarnya.

Baca juga: Daftar Sembilan Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Meranti

Lebih lanjut, ia mengukapkan tradisi yang berasal dari Desa Bokor tersebut juga mendapat perhatian khusus dari provinsi bahkan ke tingkat nasional. Hingga pada tahun 2019 Lari Di atas Tual Sagu masuk nominasi Anugrah Pesona Indonesia (API).

Selain Masuk Event Kalender Kabupaten Kepulauan Meranti, lari diatas tual juga masuk Event Kalender Provinsi Riau. Tak sampai disitu, Setelah dinobatkan juara 2 Anugrah Pesona Indonesia (API) tingkat nasional, otomatis menjadikan lari diatas tual sagu masuk Event Parawisata di Kemenparekraf (Kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif).

Baca juga: Ratusan Warga Bersholawat Kelilingi Pulau Topang di Meranti Riau

Baca juga: Komoditi Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Meranti

 

--
(tribunpekanbaruWIKI.com/ Teddy Tarigan)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved