Olah Lahan Tidur, BUMDes Kuala Alam di Bengkalis Luncurkan Produk Adalan Keripik Nanas

BUMDes Kuala Alam di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Riau meluncurkan produk baru andalan mereka berupaka keripik Nanas.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruWIKI.com
Olahan Produk Keripik Nenas BUMDes Desa Kuala Alam Kabupaten Bengkalis 

"Kripik nanas inilah yang kita nilai unik, di Bengkalis sendiri belum ada yang memproduksinya sehingga muncullah ide untuk menjadikannya produk andalan oleh-oleh Bengkalis dari Desa Kuala Alam," tambahnya.

Dengan niat menjadikan kripik nanas ini sebagai produk andalan, BUMDes mengandeng Politeknik Bengkalis agar produk kripik nanas yang dihasilkan sesuai standar makanan yang baik. Beberapa kali ujicoba dilakukan agar hasil kripik nanas yang bagus kualitasnya.

Baca juga: Tia Juwita, Wanita Sukses Berbisnis Kerjainan Rotan di Pekanbaru

"Setahun kita lakukan ujicoba bahkan mesin vakum yang digunakan juga kita lihat bagaimana hasilnya. Alhamdulillah kemarin habis lebaran sudah bisa launching," terangnya.

Menurut dia, dalam unit baik perkebunan dan pengelolaan semuanya masyarakat desa Kuala Alam yang dilibatkan. Sedangkan pihak BUMDes hanya menyiapkan dari segi teknologi dan menajemen saja.

"Kalau pekerja dari warga kita, sehingga mereka mendapatkan nilai ekonomi juga dari kita," terangnya.

Saat ini nanas dari perkebunan yang dibuat oleh BUMDes Kuala Alam memasuki masa panen. Sehingga nanas dari kebun sudah bisa dijualkan.

"Nanas ini juga kita jual, masyarakat Kuala Alam bekerjasama menjualkan nanas ini dengan BUMDes dan mereka memperoleh keuntungan dari sini. Karena umur buah nanas tidak bisa bertahan lama, nenas yang dijual tidak laku selama dua hari bisa kita tampung lagi untuk diolah jadi kripik," ungkapnya.

Selain itu juga hasil panen nenas ada yang dikhususkan untuk produksi kripik nanas secara langsung. "Jadi nanas yang berlimpah kita tidak takut tidak terjual, karena digunakan sebagai bahan baku kripik nenas," tambahnya.

Produksi kripik nenas dilakukan dengan menggunakan alat khusus berupa vakum. Vakum ini dibeli langsung oleh pihak BUMDes dari Malang saat unit pengelolaan sudah dibentuk.

Baca juga: Daftar 10 Tanaman Obat yang Bisa Ditanam Sendiri

"Dengan alat ini kita bisa produksi satu hari dua kali. Durasi satu kali produksi memakan waktu sampai empat jam," terangnya.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved