Olah Lahan Tidur, BUMDes Kuala Alam di Bengkalis Luncurkan Produk Adalan Keripik Nanas

BUMDes Kuala Alam di Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Riau meluncurkan produk baru andalan mereka berupaka keripik Nanas.

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaruWIKI.com
Olahan Produk Keripik Nenas BUMDes Desa Kuala Alam Kabupaten Bengkalis 

Olah Lahan Tidur, BUMDes Kuala Alam di Bengkalis Luncurkan Produk Adalan Keripik Nanas

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- BUMDes Desa Kuala Alam Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau berhasil meluncurkan produk baru mereka berupa keripik Nanas.

Keripin nanas yang dihasilkan ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh BUMDes Desa Kuala Alam dengan diawali menanam buah Nanas.

Dalam budidaya buah Nanas ini BUMDes Desa Kuala Alam pun memanfaatkan lahan tidur milik masyarakat. Keripik Nanas ini merupakan salah satu produk unggulan yang dihasilkan oleh BUMDes ini.

Tentu bukanlah langkah yang mudah, beberapa persiapan dilakukan untuk mewujudkan produk tersebut sejak setahun yang lalu.

Sebelum diluncurkan, BUMDes beberapa kali melakukan eksperimen dan penelitian terkait produk ini.

Baru kemudian akhirnya yakin usai lebaran Idul Fitri 2021 menjual hasil olahan nenas dari kebun sendiri. Kripik nenas yang dibuat BUMDes ini memiliki rasa gurih, manis dan asam.

Baca juga: BUMDes Jaya Utama Desa Pasir Utama Rokan Hulu Riau

Dibuat dari buah nenas asli tanpa tambahan bahan lainnya, nenas basah yang sudah diiris tipis tipis dan divakum dengan menggunakan alat khusus selama empat jam.

Direktur BUMDes Kuala Alam Zulkifli terlihat gembira saat ditemui tribun di BUMDes Kuala Alam beberapa waktu lalu.

Dengan senang hati pria yang akrab disapa Zul ini menyukuhkan produk andalan yang baru diluncurkannya tersebut. Saat membuka cerita, ternyata produk keripik nanas ini mempunyai cerita panjang sebelum diluncurkan.

Prihatin dengan Kebakaran Hutan dan Lahan

Zul menceritakan bagaimana awalnya hingga produk ini bisa hadir, menurut dia, awalnya dirinya dengan beberapa pengelola BUMDes cukup prihatin seringnya terjadi Karhutla di desa mereka. Rata rata lahan tidur masyarakat yang menjadi korban kebakaran tersebut.

"Kita punya seluas 400 hektare lahan tidur masyarakat di sini. Selalu terbakar saat musim kemarau terakhir di tahun 2015 lalu," ungkapnya.

Sehingga pada tahun 2018 timbulah ide dari BUMDes Kuala Alam berinisiatif untuk mengelola lahan tidur ini agar bermanfaat tidak lagi menjadi sasaran Karhutla. Untuk mewujudkan ini pihak BUMDes mencoba melakukan analisis awal tanaman apa yang cocok ditanam dilahan gambut desa ini.

"Bahkan ada beberapa ahli dari kampus di Bengkalis kami hadirkan untuk mengetahui ini. Hasilnya dari analisis ini ternyata nenas yang paling cocok.

"Pada tahun 2019 langsung kami bentuk unit Perkebunan di BUMDes Kuala Alam. Unit ini bekerja menanam nenas di lahan tidur masyarakat, hasilnya kita bagi bersama pemilik lahan," terang Zul.

Baca juga: Tengku Said Eka Nusirhan, Warga Siak Riau Dirikan Rumah Produksi Minyak Atsiri

Setahun kemudian tepatnya pada tahun 2020 lalu pihaknya baru mulai melakukan penanaman. Unit perkebunan melibatkan masyarakat untuk menanam nanas dilahan yang dikelola.

Tahap awal tersebut unit perkebunan BUMDes menanam dilahan masyarakat seluas sepuluh hektare. Dengan jumlah nanas yang ditanam sebanyak 200 ribu batang.

"Seiring berjalannya penanaman nanas tersebut, kami juga memikirkan nanti setelah panen kemana akan dijual hasil panen tersebut. Dari diskusi bersama akhirnya kami sepakat buat unit pengelolaan hasil perkebunan di tahun 2020 kemarin," ungkap Zul.

Unit pengelolaan ini dibentuk untuk membuat produk makanan dari olahan nanas. Beberapa produk yang dibuat diantaranya dodol nanas, selai nanas dan terakhir keripik nanas.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved