JWM Bone Setting, Terapi Untuk Kembalikan Kedudukan Tulang

JWM Bone Setting merupakan salah satu tempat terapi tulang yang ada di Kota Pekanbaru, berlokasi di Jalan Kuras III, Kecamatan Senapelan.

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Terapi tulang di JWM Bone Setting Therapy di Pekanbaru 

JWM Bone Setting, Terapi Untuk Kembalikan Kedudukan Tulang

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM-- JWM Bone Setting merupakan salah satu tempat terapi tulang yang ada di Kota Pekanbaru, berlokasi di Jalan Kuras III, Kecamatan Senapelan.

Bone Setting merupakan terapi untuk mengatur posisi tulang atau mengembalikan kedudukan tulang yang bermasalah, sehingga terpai tulang ini disebut Bone Setting.

Terapi Bone Setting di JWM Bone Setting ini dikerjakan langsung oleh Master Joy Wahyudi, owner dari JWM Bone Setting.

Terapi Bone Setting identik dengan bunyi kertak pada sendi tulang saat treatment. Begitu sendi berbunyi "krek", tubuh langsung terasa nyaman.

Seperti diketahui, banyak yang melakukan terapi sendiri (self treatment) seperti mengertak leher dan punggung. Padahal, kata dia, ada panduan untuk melakukan terapi ini.

"Bikin bunyi krek nggak boleh sembarangan. Ada tekniknya dan harus dilakukan tenaga profesional," ungkap Master Joy. Menurut dia, salah dalam mengertak dapat menimbulkan masalah baru yang lebih parah.

Baca juga: Titik Panas Kembali Bermunculan di Riau, Waspada Karhutla

Baca juga: Bukit Condong di Indragiri Hilir Riau

Master Joy Wahyudi, owner dari JWM Bone Setting.
Master Joy Wahyudi, owner dari JWM Bone Setting. (Istimewa)

Baca juga: Manfaat Kulit Manggis Bagi Kesehatan

Selain perbaikan sendi, terapi ini juga dapat merelaksasi otot yang tegang dan gangguan pada saraf karena tekanan dari sendi yang tidak pas pada posisi semestinya. Posisi sendi yang tidak pas dapat berpengaruh ke saraf dan otot. "Saraf terjepit yang belum begitu parah, masih bisa kita tangani," ujarnya.

Joy mengatakan, terapi Bone Setting sebenarnya sudah ada sejak tahun 5000 sebelum masehi. Berasal dari Cina yang diwariskan oleh ahli Kungfu kepada murid-murid tertuanya.

Ia sendiri belajar teknik ini dari keturunan marga Leong di Malaysia. Marga ini salah satu pewaris teknik ini dan membuka pelatihan khusus di negeri jiran.

Merujuk arti dari bahasa aslinya, terapi ini dinamakan jatuh dan pukul. Teknik terapi ini digunakan untuk mengatasi cedera akibat jatuh atau kena pukul saat ber-Kungfu.

"Teknik ini bisa memperbaiki tulang, bisa juga mematahkan tulang. Terapi ini digunakan tentu untuk kesehatan," kata Joy.

Seiring perkembangan zaman, Bone Setting terbuka dengan medis timur yang berkembang di Asia. Artinya, hasil diagnosa medis seperti rontgen dapat dijadikan rujukan untuk treatment sendi.

Kembali ke bunyi "krek". Master Joy menjelaskan, bunyi ini memiliki manfaat. Tujuannya untuk melepaskan udara yang terperangkap di antara sendi.

"Bunyi krek untuk merilis angin keluar dari sendi. Sebab anginlah yang membuat gerak sendi menjadi tidak nyaman, bahkan sakit," jelas Joy. (ndo)

 

Master Joy Wahyudi saat meluruskan tulang punggung dengan menggunakan terapi Bone Setting
Master Joy Wahyudi saat meluruskan tulang punggung dengan menggunakan terapi Bone Setting (Istimewa)

Luruskan Tulang Punggung

Tulang punggung sering bermasalah. Ada yang terlalu melengkung ke dalam atau disebut dengan lordosis. Ini dapat menyebabkan sakit pinggang.

Menurut Master Joy, terkadang pasien lordosis dapat mengalami tulang punggung pertama (T1) menonjol yang tampak di bawah tengkuk. Tak dialami semua pasien lordosis.

Sehingga dapat membuat otot pundak sering pegal. Apalagi duduk dengan posisi yang salah dalam waktu lama.

"Kita lihat bagaimana lengkungan tulang punggungnya. Tentu mempengaruhi postur tubuhnya. Jadi postur tubuh yang kita luruskan," ujarnya.

Terapi ini dimulai dengan memperbaiki tulang leher jika terdapat kesulitan dalam memutar kepala, baik vertikal maupun horizontal. Setelah itu, ke bagian T1 sampai ke bawah.

Setiap teknik terapi diakhiri dengan mengertak. Hasilnya sudah langsung terasa. "T1 sudah tidak terlalu menonjol lagi, postur kelihatan lebih tegak lurus," ungkap Master Joy.

Ia mengemukakan, lordosis dapat dicegah agar tidak terulang lagi dengan gerakan bridging. Gerakan ini yang dapat dilakukan sendiri dengan pengulangan sesuai ambang kenyamanan atau tidak dipaksakan.

Bridging dilakukan dengan berbaring telentang, lutut ditekuk dan kaki menapak selebar pinggul tepat di bawah bokong. Lalu, kencangkan otot bokong dan gunakan tekanan tumit untuk mengangkat pinggul tinggi-tinggi. Turunkan ke bawah secara perlahan dan ulangi.

"Lebih baik lagi pinggul ditarik ke depan, lalu diangkat dengan bridging," kata Joy. Gunanya untuk menguatkan otot bokong dan pinggul agar lebih kokoh menahan beban dari tulang punggung.

Baca juga: Daftar 10 Tanaman Obat yang Bisa Ditanam Sendiri

Baca juga: Catat, 5 Manfaat Jahe Untuk Kesehatan Tubuh

--

(tribunpekanbaruwiki.com/Nando)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved