Minta Petuah Ke Pemuka Adat Sebelum Menuntut Ilmu, Budaya Melayu Tua di Dusun Nan Lima Rakit Kulim

Minta Petuah Ke Pemuka Adat Sebelum Menuntut Ilmu, Budaya Melayu Tua di Dusun Nan Lima Rakit Kulim

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Pemuka Adat di Dusun Nan Lima Kecamatan Rakit Kulim menyampaikan petuahnya saat melepas anak-anak mereka yang ingin menuntut ilmu 

Segala keputusan menyangkut anak-anak yang penting untuk kehidupan mereka, termasuk sekolah ke luar selalu mengadakan upacara adat yang dipimpin pemuka adat di Desa itu.

Meminta izin kepada tua - tua adat dan meminta doa, supaya mereka kalau memang berangkat mencari ilmu agar mendapat berkah.

Dalam acara tersebut, para petua - tua adat yang berkumpul menentukan dan menyatukan pendapat demi kemajuan mereka di Desa tersebut.

Hari itu rapat adat tersebut memberikan mandat dan tanggungjawab kepada Husaini untuk mengurus anak -kemenakan yang bersekolah di luar.

"Karena memang warga di Melayu tua ini tidak banyak yang keluar bersekolah, sehingga ketika berangkat sekolah harus betul-betul diberi petuah,"ujar Mahmud Arifien, aktivis dan sahabat UAS yang tunak mengurus masyarakat di suku pedalaman Riau.

Baca juga: Dapur Ikhlas Pekanbaru, Makan Sepuasanya Bayar Seikhlasnya

Melayu tua yang sudah sejak dulu menganut agama Islam tersebut menurut Mahmud, secara adat masih memegang secara kental dan turun-temurun.

Untuk memajukan dan membantu pengetahuan agama di daerah pedalaman ini, maka UAS ingin mengambil anak - anak pedalaman dhuafa suku terpencil dan terasing untuk bisa bersekolah di Rumah Qur'an Hajjah Rohana milik UAS tersebut.

"Tujuan UAS nanti supaya bisa kembali dan bisa mengajarkan masyarakat dengan kaum mereka sendiri dengan bahasa sendiri. Misalnya mengajarkan solat fiqih, bisa berdakwah sehabis pulang dari sekolah,"ujar Mahmud.

Mahmud mengakui sambutan masyarakat di daerah terpencil tersebut sangat baik terutama dengan niat UAS yang ingin membantu sekolah anak-anak di sana.

"Alhamdulillah sangat bagus, kalau diteruskan rekruitmen nya bisa lebih itu, karena kemarin banyak yang mau ikut tapi dibatasi,"jelas Mahmud.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved