Bukit Condong di Indragiri Hilir Riau

Bukit Condong destinasi wisata alam yang bisa dinikmati di Riau, berada di kawasan TNBT, Kelurahan Selensen, Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir

Editor: Aan Ramdani
Istimewa
Keindahan Alam di Bukit Condong di Indragiri Hilir Riau 

Bukit Condong di Indragiri Hilir Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Bukit Condong merupakan salah satu destinasi wisata alam yang bisa dinikmati di Provinsi Riau.

Lokasi Bukit Condong ini berada di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ( TNBT) yang terletak di Kelurahan Selensen, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.


Areal Bukit Condong ini berbatasan langsung dengan Wilayah Provinsi Jambi, sehingga sebagian areanya berada di wilayah Provinsi Riau dan sebagian lagi berada di wilayah Provinsi Jambi.

Areal Bukit Condong berada di kawasan Penyangga dan kawasan inti TNBT yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati berada 450 meter diatas permukaan laut (MDPL).

Ratusan hektar hutan alam yang tumbuh di gugusan Bukit Condong terbakar pada tahun 2018-2019 sehingga menyebabkan terjadi penggundulan hingga ke puncak bukit.

Akibat kebakaran tersebut menyebabkan kawasan perbukitan menjadi hamparan semak-semak yang membuat lepas mata memandang ke berbagai arah.

Pada tahun 2020 bukit ini ramai didatangi para petualang dan pendaki lokal untuk menaiki kawasan Bukit Condong dan menikmati keindahan alamnya.

Menunggu datangnya matahari tenggelam (sunset) dan matahari terbit (sunrise) merupakan kegiatan yang sangat ditunggu di bukit ini, serta pemandangan kabut awan yang menyelimuti bukit pada subuh hari dan juga sore hari menjadi spot photo yang paling dinanti-nantikan.

Awan menyelimuti Bukit Condong
Awan menyelimuti Bukit Condong (Istimewa)

Baca juga: Bukit Suligi di Rokan Hulu Riau

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga Dan Budaya (Disparporabud) Inhil, Junaidy Ismail mengatakan, bukit condong inilah kekayaan alam Indragiri Hilir yang patut dan pantas diangkat ke pentas yang lebih tinggi.

Menurutnya, selama ini Inhil dikenal sebagai negeri di atas air yang berada di Pesisir Timur Pulau Sumatera dengan julukan Negeri Seribu Parit, memiliki beberapa sungai besar yang membelah daratan Inhil dengan ribuan parit untuk areal perkebunan kelapa terluas di dunia.

“Yang mungkin tidak begitu diketahui dan dikenal bahwa Inhil juga memiliki daerah perbukitan yang menjadi bagian kawasan penyangga dan kawasan inti Taman Nasional Bukit Tiga ( TNBT),” ungkap Junaidy.

Menurutnya, hampir 20.000 Hektare (ha) wilayah Inhil menjadi bagian kawasan inti Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ( TNBT) menjadi wilayah kerja Resor Keritang.

Kawasan inti ini seluruhnya berada di Kecamatan Kemuning meliputi Desa Keritang, Desa Batu Ampar dan Kelurahan Selensen.

“Dikawasan penyangga ini banyak terdapat sungai dan anak sungai yang mengalirkan air dari perbukitan membentuk beberapa buah air terjun,” beber Junaidy.

Beberapa buah air terjun yang layak dikunjungi disekitar bukit ini antara lain, yaitu Air Terjun Selensen Salak (Kelurahan Selensen), Air Terjun Tembulun Ruso (Desa Batu Ampar) dan Air Terjun 86 (Desa Keritang).

Selain menyimpan keanekaragaman hayati hutan hujan tropis dataran rendah, kawasan ini merupakan rumah bagi berbagai satwa liar yang dilindungi. Tapir, Siamang (Ungko), Burung Kuau, Simpai dan beberapa jenis satwa lainnya hidup dialam bebas Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

“Wisata ini akan menjadi fokus kita untuk dikembangkan dan lebih diperkenalkan lagi kepada khayalak ramai, tidak hanya di Inhil atau Riau. Keindahan bukit ini akan menjadi daya tarik masyarakat luar ke Kabupaten Inhil,” pungkasnya.

Baca juga: Desa Bukit Intan Makmur Rohul Masuk Nominasi 7 Desa Pangan Aman Nasional

Baca juga: Indahnya Pemandangan di Agro Wisata Bukit Godang Rokan Hulu Riau

Camping Ground di Bukit Condong
Camping Ground di Bukit Condong (Istimewa)


Camping Ground Bukit Condong , Negeri di Atas Awan

Camping Ground di Bukit Condong Kawasan Penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ( TNBT) Resor Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berada diketinggian sekitar 130 mdpl.

Camping Ground ini menjadi titik awal jika ingin menuju puncak tertinggi dari gugusan Bukit Condong yang berada di ketinggian 450 mdpl.

Untuk mencapai puncak tertinggi tersebut para pendaki harus melewati sekitar 11 bukit yang memiliki ketinggian bervariasi.

Jika sudah sampai di Bukit Condong 450 mdpl, para pendaki akan menemukan batu pal batas Provinsi Riau dan Provinsi Jambi.

Secara historis titik garis batas ini sudah dipasang oleh Tim Topografi Pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1932, sehingga pengunjung bisa menempatkan kaki kanan di Provinsi Riau dan kaki kiri di Provinsi Jambi, tubuh anda pun berada di dua Provinsi.

Camping Ground Bukit Condong dapat dikunjungi dengan menempuh jarak sekitar 4 kilometer dari Selensen sebagai ibukota Kecamatan Kemuning.

Mengambil rute jalan tanah di Talang Kerbau Hilir dengan melintasi Sungai Selensen dan perkebunan masyarakat akhirnya sampai di Camping Ground ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga Dan Budaya (Disparporabud) Inhil, Junaidy Ismail menuturkan, saat ini camping ground sedang dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Condong untuk dijadikan destinasi wisata bagi para wisatawan dan para penjelajah alam.

Menurut Junaidy, saat ini pihaknya sedang merintis dan membenahi jalur masuk dari Selensen Point yang akan dijadikan jalur bagi para pecinta Motor Trail (Tracker) dan pesepeda gunung.

“Kondisi saat ini memang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan mendaki tanjakan dan menuruni jalan tanah yang yang berliku. Namun demikian bagi para petualang sejati inilah cerita perjalanan yang sesungguhnya,” tutur Junaidy.

Junaidy menuturkan, Disparporabud Inhil bersama kelurahan setempat dan Pokdarwis Bukit Condong terus menata kawasan wisata ini, seperti menyusuri jalan baru yang dibuat menuju Camping Ground Bukit Condong.

“Selain keindahan alam, bonus utama kita di bukit ini akan mendapat ketenangan hati dan berpikiran, jika perjalanan ini dilakukan karena ingin melihat dan menikmati serta mensyukuri ciptaan Yang Maha Kuasa,” ucapnya.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Didaulat Jadi Duta Wisata Religi Wakatobi

Baca juga: Desa Sungai Intan di Inhil Riau Miliki Banyak Potensi Ekonomi dan Wisata

Air terjun di sekitar kawasan  Bukit Condong
Air terjun di sekitar kawasan Bukit Condong (Istimewa)

 

Berbagai Daya Tarik Wisata Yang Bisa Dinikmati Di Camping Ground Bukit Condong.

Banyak bonus keindahan dan suasana yang bisa dinikmati oleh para pengunjung, pendaki dan wisatawan ketika berkunjung ke bukit condong atau saat berada di camping ground.

Pastinya pengunjung akan disuguhkan samudra kabut awan yang menutupi kawasan Bukit Bungo dan perbukitan lainnya.

Kabut awan akan terus bergerak membentuk formasi yang beraneka ragam sehingga membuat anda serasa berada pada negeri diatas awan.

Keasrian hutan alam gugusan bukit condong juga dapat dirasakan di area ini, pengunjung bisa mendengar lengkingan suara Siamang yang saling bersahutan dan kicauan burung beragam nada di pagi hari.

Suara burung dan suasana sejuk dibawah rindangnya dedaunan pohon hutan alam menjadi satu diantara daya tarik wisata yang dapat dirasakan para pengunjung di sekitar Camping Ground Bukit Condong.

Hutan alam ini juga menyuguhkan pemandangan beberapa jenis pohon hutan alam dari jarak dekat dengan beberapa jenis pohon alam Meranti, Mersawa, Seminai, Pulai, Kruing dan lain sebagainya.

Pada malam hari yang hening, pengunjung di camping ground juga dapat mendengar bunyi gemercik air terjun selensen salak yang berjarak sekitar 400 meter dari Camping Ground ini.

Air Terjun ini bisa diakses dengan menuruni jalan setapak dan menyusuri Sungai Selensen Salak karena berada di sebuah lembah Bukit Condong yang berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ( TNBT) Resort Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi).

Air Terjun Selensen Salak merupakan bagian dari aliran sungai Selesen Salak memiliki beberapa buah undakan bebatuan dengan undakan yang tertinggi sekitar 20 meter.

Undakan tertinggi ini menjatuhkan air pada dinding batu sehingga mengeluarkan suara gemuruh yang cukup kencang terutama pada musim hujan.

Teras dinding batu ini memiliki sebelas lekukan yang membentuk liukan aliran air yang begitu indah dengan batuan yang berlumut dan tanaman hijau disekitar tebing, membentuk aliran air yang jernih jatuh ke bebatuan begitu mempesona dipandang mata.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga Dan Budaya (Disparporabud) Inhil, Junaidy Ismail, menyarankan para calon wisatawan untuk bermalam di Selensen atau di Camping Ground Bukit Condong untuk menikmati keindahan Air Terjun Selensen Salak.

“Sangat disarankan, sehingga kita memiliki waktu yang panjang dan dapat mengambil moment foto lebih leluasa. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bukit Condong siap berbagi kebahagian untuk memandu jika anda ingin mengunjungi Air Terjun Selensen Salak,” imbuh Junaidy.

Namun untuk saat ini Air terjun selensen salak hanya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, dijelaskan Junaidy, dari Camping Ground Bukit Condong berjarak sekitar 400 meter menuruni bukit melalui jalan setapak akan sampai di Air Terjun Selensen Salak.

Sensasi air jernih yang alami dari mata air hutan hujan tropis dataran rendah Sumatra ini begitu dingin dan segar ketika menyentuh kulit, dengan arus Sungai Selensen Salak yang relatif tidak begitu deras dengan dasar batuan kecil dan pasir aman disusuri tanpa alas kaki.

Junaidy menjelaskan, air terjun selensen salak yang memiliki dinding tebing dengan ketinggian sekitar 20 meter merupakan bagian dari aliran Sungai Selesen Salak yang mata airnya berasal dari gugusan Bukit Condong.

“Sungai ini merupakan anak cabang dari Sungai Selensen yang bermuara ke Sungai Reteh. Kedalaman air terdalam hanya sebatas dada orang dewasa. Spot alami yang indah akan menambah koleksi foto pribadi penjelajahan anda di Air Terjun Selensen Salak,” pungkas Junaidy.

Baca juga: Kisah Bripda Habibi, Polisi Riau yang Nyambi Jualan Mie Aceh di Tembilahan Inhil

Baca juga: Raih Anugerah Pesona Indonesia, Infrastruktur Destinasi wisata Batu Tilam Dibenahi


Beberapa daya tarik wisata yang dapat dinikmati para pengunjung di Camping Ground Bukit Condong :

 

1. Camping di Alam Terbuka di Gugusan Bukit Condong dengan api unggun yang begitu menggoda.

2. Mendaki Gugusan Bukit Condong menuju titik 450 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) yang merupakan koordinat titik batas Riau - Jambi

3. Sunrise menantikan matahari terbit dari pesisir Timur Pulau Sumatra.

4. Sunset menantikan rona matahari terbenam di Kawasan perbukitan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

5. Sensasi berada di "Negri di Atas Awan".

6. Menikmati Air Terjun Selensen Salak yang memiliki dinding batu setingggi sekitar 20 meter.

7. Melihat pohon hutan alam tropis basah kawasan penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ( TNBT).

8. Suara Alam dari satwa liar antara lain Ungko atau Siamang dan suara burung yang saling bersahutan.

9. Mandi di aliran Sungai Selensen dan Sungai Selensen Salak.

--
( tribunpekanbaruwiki.com/Odie)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1213 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved