Gerak Pemerintah Lambat, Masyarakat di Pulau Kijang Riau Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

masyrakat pulau kijang tampak sibuk melakukan aktivitas gotong royong berupa pengecoran salah satu jembatan yang rusak di Jalan Riau Kecamatan Reteh

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Masyarakat Pulau Kijang, Reteh bergotong royong memperbaiki jembatan di Jalan Riau, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Inhil, Riau 

Gerak Pemerintah Lambat, Masyarakat di Pulau Kijang Riau Gotong Royong Perbaiki Jembatan Rusak

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Sejumlah masyrakat pulau kijang tampak sibuk melakukan aktivitas pekerjaan kontruksi berupa pengecoran salah satu jembatan yang rusak di Jalan Riau, Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Kamis (10/6/2021).

Kegiatan perbaikan jembatan ini dilakukan secara swadaya lantaran masyarakat kecewa karena dana dari pemerintah untuk perbaikan jembatan tersebut tidak kunjung turun.

Jembatan di Jalan Riau ini merupakan satu diantara jembatan di Kecamatan Reteh yang kondisinya memprihatinkan, apalagi besi jembatan sudah keluar di beberapa titik sehingga dikhawatirkan akan jebol.

Hal ini yang membuat masyarakat memandang perlunya usaha untuk memperbaiki lantai jembatan, karena rasanya tidak mungkin bisa memperbaiki dalam waktu singkat bila menunggu pemerintah daerah.

Apalagi jembatan ini menjadi akses utama masyarakat setempat dalam menjalankan aktifitas sehari – hari, sehingga kondisi tersebut membahayakan masyarakat dan harus segera ditangani.

Jembatan menjadi lebih baik setelah lubang di cor dan dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat
Jembatan menjadi lebih baik setelah lubang di cor dan dilakukan perbaikan secara swadaya oleh masyarakat (tribunpekanbaru.com)

Baca juga: Sedih, Hamar Warga Kabupaten Indragiri Hilir Riau Ini Tinggal di Gubuk Reot

Baca juga: Desa Sungai Intan di Inhil Riau Miliki Banyak Potensi Ekonomi dan Wisata

Rehab jembatan secara swadaya ini akhirnya di koordinator oleh Gerakan Sosial Sepuluh Ribu (Gasebu) yang bersinergi dengan PHBI, Remaja Masjid Besar Jami' Pulau Kijang, Pejuang Subuh Kecamatan Reteh dan lainnya.

Sebelumnya kegiatan ini bermula dari diskusi di grup Whatsapp FORER yang diwacanakan oleh Yurnalis selaku Mantan PU Kecamatan Reteh.

Nahrawi selaku inisiator Gasebu akhirnya bersedia untuk menjadi koordinator kegiatan dan mulai mengumpulkan donasi untuk pekerjaan rehab jembatan.

Akhirnya pekerjaan bisa selesai hanya dalam 7 hari, mulai dari saat diwacanakan persiapan, pengerjaan hingga akhirnya bisa selesai.

“Alhamdulillah kawan – kawan sudah melaksanakan kegiatan rehab lantai jembatan, sudah selesai proses pengerjaannya tinggal menunggu kering,” ungkap Nahrawi.

Karena masih menunggu padatnya material yang di kerjakan, dikatakan Nahrawi, untuk sementara ini akses untuk roda empat yang ingin melintas terpaksa ditutup sementara.

Menurut Nahrawi, berbagai tanggapan mulai dari negatif dan positif mewarnai kegiatan ini, namun satu poin penting perlu di garis bawahi adalah semangat gotong royong dan kepedulian yang sesungguhnya masih hidup dan tumbuh berkembang dengan sangat baik di masyarakat.

Baca juga: Tulis Sejarah Perjalanan Pahlawan M Boya, Mhd Nurhilal Dapat Penghargaan dari Kapolres Inhil

“Tapi itulah dinamikanya, tinggal bagaimana kita mengatur dan membangun kepercayaan dari sisi pelaksanaan karena itu adalah kuncinya. Sinergisitas perbaikan jembatan ini mengusung motto, anda dia dan saya adalah kita dalam semangat kebersamaan,” imbuh Nahrawi.

Mantan Ketua KPU Inhil mengapresiasi kawan – kawan Gasebu bersama Komunitas Emak – Emak Gasebu, PHBI, Remaja Masjid Jami' dan seluruh pihak yang terlibat dengan sangat luar biasa dan semangat bekerja dan ikhlas beramal.

Nahrawi juga mengucapkan terimakasih kepada semua donatur yang tidak bisa di sebutkan satu persatu serta Surya Indra selaku Lurah Pulau Kijang yang tetap memberikan suport dan dukungan finansial meskipun kondisinya kurang sehat.

“Semoga donasinya menjadi amal jariyah. Semoga apa yang sudah kawan kawan berikan menjadi kebaikan kedepan dan bernilai ibadah disisi Allah SWT. P elaporan dana masuk dan keluar terkait kegiatan ini akan disampaikan sebagai wujud transparansi, kepada lurah dan share di group, serta di umumkan di Masjid sebelum pelaksanaan shalat Jum'at,” pungkasnya.

Baca juga: Pantai Solop di Indragiri Hilir Riau

Baca juga: Menyusuri Keindahan Pantai Terumbu Mabloe di Indragiri Hilir, Riau


--
(tribunpekanbaruwiki.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved