Kisah Soidah, Perajin Tempe di Kepulauan Meranti Riau

Kisah Soidah, perajin tempe di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau, Soidah sudah 20 tahun melakoni profesinya ini

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Sodiah (51) perajin tempe di Desa Alah Air, Kepulauan Meranti, Provinsi Riau 

Kisah Perajin Tempe di Kepulauan Meranti Riau

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Soidah, perempuan usia 51 tahun terlihat sedang merapikan dan menyusun lembaran daun pisang.

Daun-daun pisang yang sedang Soidah rapikan ini merupakan menjadi bagian rutinitas yang ia lakoni setiap hari.

Duan pisang tersebut merupakan pembungkus atau kemasan alami yang ia gunakan untuk membungkus tempe buatanya.

Soaidah memang sebagai perajin atau pelaku usaha kecil menengah (UKM) yang memproduksi tempe.

Tidak sebentar, Soidah sudah 20 tahun lamanya menggeluti usaha ini.

Bukan hal yang mudah bagi Soidah sebagi pelaku usaha kecil untuk bisa berjualan tempe.

Baca juga: Lagi, Dokter di Pekanbaru Meninggal Akibat Covid-19

Baca juga: Pesawat Amerika Mendarat di Pekanbaru

Butuh proses yang panjang dan ekstra kerja keras.

Sehari-hari Sodiah harus bekerja mulai pukul 03.30 WIB pagi sampai malam hari untuk mempersiapkan tempe yang akan dijualnya.
Sebelum bekerja Sodiah harus membeli bahan baku kedelai ke pasar dan mulai membuat tempe siang sampai malam hari.

Di dalam rumahnya tampak kepingan-kepingan tempe yang telah dibungkus plastik dengan ukuran sekira ukuran besar telapak tangan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved