Dinas Kesehatan Pekanbaru Tiba-Tiba Tarik Vaksin Covid-19 di 28 Rumah Sakit, Ada Apa ?

Dinas Kesehatan Pekanbaru Tiba-Tiba Tarik Vaksin Covid-19 di 28 Rumah Sakit, Ada Apa ?

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com / aan ramdani
Vaksinator akan memberikan vaksin kepada peserta vaksinasi massal tahap ke 2 di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Senin (1/3/2020). (tribunpekanbaruwiki/com/ aan ramdani) 

Dinas Kesehatan Pekanbaru Tiba-Tiba Tarik Vaksin Covid-19 di 28 Rumah Sakit, Ada Apa ?

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tiba-tiba menarik vaksin covid-19 yang ada di 28 Rumah Sakit di Pekanbaru.

Penarikan vaksin covid-19 tersebut dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Arnaldo Eka Putra.

Lantas apa yang membuat vaksin covid-19 tersebut ditarik, padahal telah didistribusikan dan kini Pemerintah tengah gencar melakukan program vaksinasi covid-19.

Menurut Arnaldo Eka Putra, masalah pendataan vaksin yang buruk di rumah sakitlah yang menjadi pihaknya melakukan penarikan.

Arnaldo Eka Putra menyebut bahwa terdapat data vaksin covid-19 di rumah sakit yang tidak sesuai dengan jumlah persediaan dosis vaksin.

Data jumlah vaksin seharusnya terdapat dalam Sistem Monitoring Imunisasi Logistik secara Elektronik (SMILE). Ia menyebut bahwa yang jadi persoalan vaksin disuntikan tapi tidak cocok dengan data P-care.

Baca juga: Sebanyak 2.757 Pekerja Chevron di Blok Rokan Riau Bakal Jadi Pegawai Pertamina

Baca juga: 51.612 Orang Pasien Covid-19 di Indonesia Meninggal Hingga Minggu 6 Juni 2021

Pihak rumah sakit mestinya memasukkan data warga yang sudah suntik vaksin dalam data P-Care. Data ini masuk dalam sistem komputer.

"Mereka yang sudah suntik vaksin mestinya tercatat. Petugas melakukan input dalam data P-care," jelasnya kepada tribunpekanbaruwiki.com, Selasa (7/6/2021).

Menurutnya, petugas di rumah sakit juga harus memasukkan data warga penerima vaksin secara manual ke data excel. Ia menyebut bahwa vaksin yang keluar tidak tercatat di P-Care.

"Datanya tidak cocok, walikota dan dinkes provinsi mempertanyakan itu. Sebab vaksin yang terpakai di rumah sakit tidak terdata dengan baik," jelasnya.

Arnaldo menegaskan bahwa pemerintah kota tidak punya regulasi untuk mengakses P-Care. Ia ingin memastikan jumlah vaksin yang sudah terpakai di setiap rumah sakit.

"Data ini jadi pertimbangan kementian menambah pasokan vaksin ke Kota Pekanbaru. Namun data di P-Care tidak mereka input," jelasnya.

Baca juga: Riau Gunakan Asrama Haji Untuk Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Kondisi ini membuat pihaknya mengambil kebijakan menarik seluruh dosis vaksin yang ada di Kota Pekanbaru. Ia menarik vaksin dari 28 rumah sakit.

"Kita ingin memeriksa proses pencatatan vaksin. Ada petugas yang bakal memeriksa pencatatn vaksin," ujarnya.

Arnaldo menyebut bahwa Kementrian Kesehatan RI mengira bahwa pasokan vaksin di Kota Pekanbaru masih ada. Pasalnya kementrian tidak mengetahui jumlah pasokan vaksin yang ada.

"Jadi ada ketimpangan antara vaksin yang terpakai dan yang tercatat di rumah sakit," jelasnya.

Arnaldo mengaku belum bisa memastikan jumlah vaksin yang bakal ditarik. Pihaknya masih menunggu pengiriman vaksin ke
UPT Instalasi Farmasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.

"Kami sudah menyurati seluruh direktur rumah sakit untuk mengembalikan vaksin yang ada. Mereka harus mengembalikan vaksin terhitung sore kemarin," ulasnya.

Baca juga: Warung Nasi Tukang, Harga Murah Meriah di Pekanbaru

Baca juga: 346 Desa di Riau Rawan Karhutla

--
(tribunpekanbaruwiki.com/Fernando Sikumbang)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved