Asyik, Bupati di Kepulauan Meranti Riau ini Perintahkan Pegawainya Ngopi

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil cukup unik terhadap para pegawainya yang diperintahkan untuk ngopi

Editor: Aan Ramdani
tribunpekanbaru.com
Bupati di Kepulauan Meranti Riau Muhammad Adil saat berkunjung ke salah satu kedai kopi dan meminta pengunjung dan pengelola menerapkan protokol kesehatan beberapa waktu lalu. 

Asyik, Bupati di Kepulauan Meranti Riau ini Perintahkan Pegawainya Ngopi

TRIBUNPEKANBARUWIKI.COM- Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil cukup unik terhadap para pegawainya yang diperintahkan untuk ngopi di kedai-kedai kopi yang ada di daerah tersebut.

Waktu untuk ngopi tersebut pada pukul 10.00 wib - 11.00 wib.

"Saya minta seluruh ASN dan Honorer mulai pukul 10.00 sampai 11.00 Wib untuk meramaikan Kedai Kopi," ujar Bupati H.M Adil, saat Rakor bersama Kepala OPD di lingkungan Pemkab Meranti, di Aula Kantor Bupati, Rabu (2/6/2021).

Keputusan yang dibuat oleh Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil ini bukan tanpa alasan dan pertimbangan.

Kondisi pandemi covid-19 yang terjadi dinilai telah membuat pelaku UKM terutama kedai-kedai kopi di Meranti sepi pembeli dan pendapatan mereka menurun derastis.

Baca juga: Komoditi Kopi Liberika di Desa Kedabu Rapat Meranti

Setelah Rakor, Bupati adil dan beberapa pegawai bahkan langsung mendatangi salah satu kedai kopi yang ada di Jalan Imam Bonjol, Selatpanjang untuk minum kopi di sana.

Saat diwawancara selepas ngopi Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil menjelaskan upaya ini dilakukan setelah menerima banyak saran dan masukan dari para pengusaha Kedai Kopi yang mengalami penurunan Omset sejak Pandemi Covid-19.

"Kita sudah survey, pengusaha Kedai kopi pada mengeluh tidak ada orang," ujarnya.

Jika kondisi itu terus berlangsung Bupati H.M Adil, khawatir akan banyak pengusaha Kedai Kopi yang gulung tikar karena tidak mampu membayar sewa toko dan menggaji karyawan. Akibatnya akan meningkatkan angka pengangguran di Meranti karena ratusan karyawan Kedai Kopi akan kehilangan pekerjaan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved